advertisement
ternak lele kolam beton
ternak lele kolam beton

Memulai Bisnis Menguntungkan: Panduan Lengkap Ternak Lele Kolam Beton

Ternak lele kolam beton adalah salah satu usaha budidaya ikan yang menjanjikan di Indonesia. Permintaan lele yang tinggi dan kemudahan budidayanya menjadikan usaha ini menarik bagi banyak orang. Artikel ini akan menjadi panduan lengkap bagi Anda yang ingin memulai bisnis ternak lele kolam beton, mulai dari persiapan kolam, pemilihan bibit, hingga panen dan pemasaran.

Hari ini, kita akan membahas dunia budidaya ikan lele menggunakan kolam beton. Sebelum kita mulai, ada beberapa persiapan yang perlu dipertimbangkan, terutama dalam memilih jenis kolam. Ada berbagai pilihan seperti kolam tanah, kolam terpal, kolam bata atau beton, serta kolam bioflok. Dalam diskusi ini, kita akan fokus pada bagaimana cara membudidayakan ikan lele di kolam beton. Apakah lebih mudah untuk membesarkan ikan lele di kolam beton? Mari kita temukan dalam penjelasan berikut tentang cara membangun kolam beton atau bata.

Panduan Lengkap Ternak Lele Kolam Beton

Langkah awal dalam ternak lele kolam beton adalah mempersiapkan kolam. Kolam beton memiliki beberapa keunggulan dibandingkan kolam terpal, seperti lebih tahan lama, kokoh, dan mudah dibersihkan. Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam persiapan kolam beton:

advertisement
  • Ukuran kolam: Ukuran kolam tergantung pada jumlah lele yang ingin diternakkan. Pada umumnya, 1 meter kubik kolam dapat menampung 50-100 ekor lele.
  • Desain kolam: Kolam beton sebaiknya memiliki desain yang sesuai, seperti memiliki sistem inlet dan outlet untuk aliran air, serta sistem aerasi untuk menjaga kualitas air.
  • Kualitas beton: Pastikan beton yang digunakan berkualitas baik dan tahan air agar kolam tidak bocor.
BACA JUGA  Pengendalian Hama Dan Penyakit Pada Ternak

Pembuatan ternak lele kolam beton

ternak lele kolam beton
ternak lele kolam beton

Pertama-tama, Anda perlu mempersiapkan konstruksi kolam. Kolam beton dibuat dari campuran semen, pasir, dan kerangka baja. Anda dapat menyesuaikan ukuran kolam sesuai keinginan, namun ingatlah, dalam membangun kolam lele, dasar kolam harus sedikit miring dari inlet air ke arah outlet. Ini dilakukan untuk memudahkan pengurasan dan pembersihan sisa pakan atau lumpur. Selain itu, buat saluran air atau parit di tengah kolam untuk memudahkan proses panen. Setelah konstruksi kolam beton selesai, biarkan selama beberapa hari sampai benar-benar kering. Penting untuk memastikan kolam benar-benar kering.

Baca juga : Cara ternak lele dengan kolam terpal mudah dan efektif

Setelah kolam kering, perlu dilakukan sterilisasi. Isi kolam separuhnya dengan air dan kemudian tambahkan beberapa batang pohon pisang. Biarkan batang-batang ini mengapung di dalam kolam hingga membusuk, yang mungkin memakan waktu sekitar dua minggu. Setelah periode ini, buang batang pisang yang membusuk, bersihkan kolam, dan pastikan sudah benar-benar kering.

BACA JUGA  Cara Ternak Kambing Etawa dengan Efektif

Selanjutnya, kita beralih ke tahap pemupukan. Setelah kolam dibersihkan dari batang pisang yang membusuk, taburkan pupuk di dasar kolam. Anda dapat menggunakan pupuk organik seperti kotoran kambing atau sapi yang dicampur dengan tanah. Pemupukan kolam tidak hanya membantu dalam menghilangkan patogen penyakit tetapi juga meningkatkan pH tanah. Taburkan pupuk kompos yang dicampur dengan tanah ke dalam kolam hingga tinggi sekitar 10-15 cm .

advertisement

Sekarang, mari kita bicara tentang pengisian air. Setelah kolam dipupuk, isi kolam dengan air hingga tinggi sekitar 30 cm. Biarkan selama tiga hari. Selama waktu ini, kolam akan terpapar sinar matahari, mempromosikan pertumbuhan plankton dan organisme air lainnya. Setelah tiga hari, tingkatkan ketinggian air menjadi sekitar 90-100 cm, tergantung pada kedalaman kolam. Biarkan selama tiga hari lagi, menambahkan komponen seperti eceng gondok ke dalam kolam.

Setelah persiapan ini, Anda siap untuk mulai menaburkan benih ikan lele ke dalam kolam.

Pemilihan Bibit Lele

Bibit lele yang berkualitas merupakan kunci utama keberhasilan ternak lele kolam beton. Pilihlah bibit lele yang berasal dari pembenihan terpercaya dan bebas penyakit. Berikut beberapa ciri-ciri bibit lele yang berkualitas:

  • Ukuran: Bibit lele yang ideal memiliki ukuran sekitar 5-7 cm.
  • Gerak: Bibit lele yang sehat bergerak aktif dan lincah di air.
  • Tubuh: Tubuh bibit lele yang sehat mulus dan tidak cacat.
  • Warna: Bibit lele yang sehat memiliki warna yang cerah dan seragam.
BACA JUGA  Cara Ternak Kambing Domba Untuk Pemula

Pemberian Pakan

Pakan merupakan faktor penting dalam pertumbuhan lele. Pilihlah pakan lele yang berkualitas dan sesuai dengan umur lele. Berikan pakan lele secara teratur, 2-3 kali sehari. Perhatikan juga jumlah pakan yang diberikan, jangan sampai berlebihan atau kekurangan.

Pengelolaan Kualitas Air

Kualitas air kolam yang baik sangat penting untuk kesehatan lele. Lakukan pengamatan kualitas air secara berkala dan lakukan tindakan yang diperlukan jika terjadi perubahan. Berikut beberapa parameter kualitas air yang perlu diperhatikan:

  • Suhu air: Suhu air yang ideal untuk lele adalah 26-28°C.
  • pH air: pH air yang ideal untuk lele adalah 7-8.
  • Kadar oksigen: Kadar oksigen terlarut dalam air minimal 5 mg/L.

Kesimpulan

Ternak lele kolam beton adalah usaha yang menjanjikan dengan keuntungan yang cukup besar. Dengan persiapan yang matang, pengelolaan yang baik, dan pemasaran yang efektif, bisnis ternak lele kolam beton Anda dapat sukses dan memberikan keuntungan yang memuaskan.

About kromo

Saya adalah Full Time Blogger yang menyukai teknologi informasi terkini