Rahim Miring

Waspada! Rahim Rebah / Miring Tipped Uterus. Apakah Itu?


Wah kok ada istilah rahim rebah. Penyakit apa lagi ini ya? Rahim rebah juga dikenal dengan istilah rahim miring atau rahim terbalik (tipped/retroverted/tilted uterus), terjadi jika posisi rahim letaknya membelakangi pelvis. Kondisi ini bisa jadi karena tertekuk, rebah ke belakang atau rahim terbalik. Pada kondisi normal, rahim sebagai organ tempat bayi tumbuh dan berkembang letaknya cenderung condong ke arah perut atau atau tegak terhadap pelvis.

Rahim Miring

Rahim yang rebah bisa terjadi jika rahim tak pernah dikembalikan ke posisi yang benar selama masih anak-anak atau saat memasuki usia dewasa. Rahim rebah juga bisa terjadi karena endometriosis atau uterine fibroid yang sama- sama menyebabkan parut ataupun bintil-bintil yang berakibat pada perubahan posisi rahim. Dalam kasus lain, melahirkan juga dapat berdampak pada posisi rahim. Selama kehamilan, kadangkala ligamen (sendi tulang pengikat) yang mendukung rahim dalam posisi yang benar dapat secara permanen berkembang dan menyebabkan rahim rebah. Biasanya ligamen meningkat kembali elastisitasnya dan rahim kembali ke dalam posisi lebih tegak atau condong ke depan pasca melahirkan.



Banyak wanita tidak menyadari bahwa posisi rahimnya rebah sampai kemudian merasakan adanya keluhan. Gejalanya antara lain:

  • rasa sakit saat haid atau berhubungan seks,
  • mudah ngompol,
  • infeksi saluran kencing,
  • dan keluhan ketidaksuburan.

Sebagian besar rahim rebah atau tipped uterus ditemukan saat pemeriksaan oleh ginekolog. Perawatan terhadap keluhan rahim rebah dilakukan dengan sedikit operasi kecil. Maksudnya untuk melakukan koreksi. Cara lain bisa dengan senam khusus, meskipun hasilnya bersifat sementara. Selain itu ada alat serupa silicon yang dimasukkan melalui vagina untuk memperbaiki letak rahim yang rebah.

Rahim rebah tidak selalu menyebabkan masalah kesuburan dan kehamilan. Sperma masih mampu mencapai sel telur untuk terjadinya pembuahan. Tapi perlu dilakukan koreksi posisi rahim pada akhir trimester pertama. Jarang terjadi rahim rebah pada ibu hamil menyebabkan keguguran. Mayoritas kehamilan dengan kondisi rahim rebah bisa mencapai cukup bulan dan tidak ada komplikasi yang dialami ibu dan bayinya. Rahim terbalik atau rebah terjadi pada sekitar 20% wanita di seluruh dunia, meskipun dilaporkan tidak menyebabkan komplikasi selain keluhan sakit. 

rahim rebah

Faktor Penyebab Rahim Terbalik/Rebah

Sebagian besar faktor penyebab rahim rebah atau rahim terbalik adalah karena faktor keturunan. Tapi kondisi ini akan makin parah jika:

  • Terjadi kehamilan: selama hamil, rahim membesar dan ligamen yang mendukungnya jadi melemah. Akibatnya banyak perempuan menderita rahim terbalik setelah melahirkan bayinya.
  • Menopause: selama menopause, kadar estrogen menurun drastis. Seperti halnya pada wanita hamil. Hal ini menyebabkan ligamen yang menyokong rahim melemah dan menyebabkan rahim rebah ke belakang.
  • Masalah kesehatan reproduksi tertentu,seperti pelvic inflammatory disease dan endometriosis dapat menyebabkan rahim rebah ke belakang. Ini karena penyakit tersebut menimbulkan jaringan parut atau bintil bintil didalam perut dan mendorong rahim keluar dari posisi yang seharusnya.

Gejala menonjol dari retroverted uterus/rahim rebah/terbalik umumnya keluhan yang paling mudah dikenali antara lain:

  • Merasa kesakitan saat berhubungan seks atau dyspareunia
  • Sakit selama haid (dysmenorrhea)
  • Sakit pada pinggang bagian bawah
  • Sering terkena infeksi saluran kencing
  • Sering ngompol
  • Sakit saat memakai pembalut tampon
  • Keluhan kesuburan (fertilitas)

Bagaimana Mendeteksi Posisi Rahim Rebah/terbalik?

Jika merasakan sebagian keluhan di atas, sebaiknya segera periksakan ke dokter kandungan untuk pemeriksaan lebih detil. Biasanya akan dilakukan pemeriksaan pelvis dan USG.


Hal lain yang perlu dilakukan:

  • Olahraga: melakukan gerakan menarik lutut ke dada dapat memperbaiki letak rahim
  • Pessaries: sejenis plastik silicon yang dimasukkan ke rahim melalui vagina untuk mendukung agar rahim berada pada posisi yang seharusnya. Namun pemakaiannya hanya bersifat sementara.
  • Pembedahan: operasi kecil dilakukan untuk melakukan koreksi dengan tujuan mereposisi ulang rahim
    dengan memotong dan memperpendek ligamen yang menyokongnya. UPLIFT adalah bedah laparoskopi yang dilakukan dengan bantuan kamera mini.
     Olah raga Rahim Rebah

Tinggalkan komentar

%d blogger menyukai ini: