Fit dan Bugar Selama Kehamilan

Terbukti Agar Tetap Bugar Selama Hamil Dan Pasca Melahirkan


Tetap fit selama hamil memang penting. Menjaga tubuh tidak loyo dan selalu berpenampilan cerah memang bukan pekerjaan mudah. Terlebih jika morning sickness masih mengganggu. Bagi Anda yang sudah terbiasa aktif bekerja, tampaknya tidak sulit mengatur agar tubuh tetap fit dan bugar selama hamil, tidak loyo dan tampil ceria.

Fit dan Bugar Selama Kehamilan
Tetap Fit dan Bugar saat Menjalani Kehamilan

Mengatur pola makan dan berolahraga saat hamil harus menjadi prioritas utama, ketika berniat ingin punya keturunan. Kebiasaan ini harus terus dijaga selama kehamilan bahkan sampai melahirkan. Nah apa saja yang bisa Anda lakukan agar tetap bugar, ceria dan tidak loyo.

Bugar dan sehat saat hamil



Jika suka bersepeda, cobalah olahraga “gowes” ini dilakukan sebelum berangkat kerja selama 30 menit atau di akhir pekan bisa dilakukan bersama pasangan keliling kompleks tempat tinggal Anda. Berjalan santai 10 menit di pagi hari atau sore hari seputar perumahan atau di akhir pekan juga menjadi pilihan yang menyenangkan lho. Bahkan kalau tidak ada keluhan kesehatan, Anda juga bisa jogging di pagi hari atau sore hari bersama pasangan.

Masih belum cukup? Jika selama ini sudah biasa ikut kelas Yoga, tak ada alasan untuk menghentikan kegiatan ini, malah Anda akan merasakan manfaat yang berlipat. Dengan gerakan yoga, Anda akan merasakan “bonding” dengan buah hati terasa semakin dekat.

Sebaiknya kebiasaan baik ini tetap Anda lanjutkan sampai pascamelahirkan. Manfaat lain dari kegiatan olahraga, senam ataupun yoga, produksi ASI pasti lancar.

Menurut the American College of Obstetrics and Gynecology, dianjurkan ibu hamil untuk tetap menjaga kesehatan dengan melakukan olahraga rutin dan diharapkan dengan teratur beraktivitas tensi tubuhnya bisa tetap di kisaran 120-140 per menit . Meski tentu saja akan berbeda pada setiap individu.

Setidaknya, menurut ACOG, jika tidak ada kontra indikasi ibu hamil tetap aktif berolahraga dan begitu juga pada masa pasca melahirkan dengan gerakan-gerakan yang disesuaikan. Asupan cairan harus dijaga agar tidak dehidrasi akibat terlalu berkeringat karena bisa berdampak kurang baik pada janin dalam kandungan. Begitu juga ibu yang sedang menyusui kalau sampai dehidrasi akan berpengaruh pada jumlah dan mutu ASI,

Menurut hasil penelitian yang dikutip dari majalah How Tobe Fit, ibu hamil yang tetap menjalani aktivitas rutin disertai olahraga yang memadai, kontraksinya tidak terlalu lama sampai ke proses melahirkan, tidak terlampau merasa kesakitan saat melahirkan, dan biasanya tidak memerlukan induksi untuk mempercepat proses kontraksi.

Ibu hamil yang biasa beraktivitas tinggi juga memiliki rasa percaya diri yang tinggi saat menghadapi proses persalinannya dan lebih mudah menjalani IMD dan menyusui bayinya lebih cepat.

Bahkan pasca-melahirkan, ibu yang aktif akan lebih cepat lagi pemulihannya sehingga lebih cepat lagi bisa melakukan senam pemulihan ketimbang ibu hamil yang tidak biasa aktif berolahraga. Ibu yang secara fisik lebih kuat karena rajin beraktivitas tadi, juga lebih mudah kembali pulih secara mental dan fisiknya. Selain itu produksi ASI pada ibu yang biasa aktif juga lebih cepat datangnya, sehingga proses ASI eksklusif pun tampaknya berjalan lebih mudah dan lancar.

Pada umumnya, menurut How Tobe Fit, ibu sudah siap memulai lagi aktivitas fisik sedikitnya 2 minggu pasca melahirkan dengan berjalan kaki, bersepeda ataupun senam. Agar semua berjalan dengan lancar, jangan lupa memperhatikan asupan makanan Anda dan juga waktu istirahat.


Keseimbangan, bagaimanapun, perlu untuk Bunda yang ingin selalu fit dan bugar ceria selama hamil sampai pasca melahirkan.

Tinggalkan komentar

%d blogger menyukai ini: