Say No to Baby Blues! Penyebab Dan Tips Mengatasinya

cara mengatasi baby blues

Pada minggu-minggu pertama pasca-melahirkan, 70% hingga 80% wanita mengalami suatu tingkat perubahan emosional yang biasa disebut “baby blues”. Baby blues muncul karena Anda mengalami beberapa keluhan yang menjadi satu, yaitu tubuh yang letih, perasaan gelisah dan perubahan tingkat hormon pada tubuh wanita pasca-melahirkan.

Gejala baby blues dapat terlihat ketika seorang wanita yang habis melahirkan sering merasa sedih dan menangis, kurangnya rasa keibuan yang muncul, sering gelisah dan resah, serta sering dihantui ketakutan akan tanggung jawab yang harus dijalankan atas bayi yang baru saja dilahirkan.

Gejela  Syndrome Baby Blues

Berikut ini tanda-tanda atau gejala sindrom Baby Blues;

  1. Bunda cepat merasa lelah,
  2. Bunda merasa mudah kesal,
  3. Bunda akan menangis tanpa alasan yang jelas,
  4. Bunda akan sulit untuk istirahat,
  5. Bunda tidak memiliki rasa percaya diri,
  6. Bunda akan mudah tersinggung,
  7. Dampaknya, Bunda akan enggan untuk memperhatikan si Kecil.

baby blues

Rasa cemas dan khawatir bahwa dia tidak mampu menjadi seorang ibu yang baik bagi anaknya, khawatir akan masa depan anak, juga merupakan pertanda seorang ibu mengalami baby blues.

Sebenarnya semua perasaan tersebut wajar, walaupun kadang terasa menakutkan. Percayalah Mom, perasaan ini hanyalah sementara dan kita pasti bisa melaluinya.

Tips Melewati Masa Baby Blues

Berikat tips agar Anda cepat melewati masa baby blues:

  • Perbanyak istirahat. Tidur yang cukup akan sangat bagus untuk pemulihan fisik Anda setelah seharian/semalaman menjaga si kecil.
  • Carilah dukungan, khususnya dari suami Anda tentang kondisi ini.
  • Jangan biarkan perasaan gelisah dan khawatir tersebut terus berlarut-larut, Anda bisa berbagi cerita kepada ibu, kakak, ataupun sahabat perempuan yang sudah pemah melahirkan. Sesibuk apa pun Anda, sempatkan untuk memanjakan diri. Sesekali pergi ke salon ataupun jalan-jalan ke mal bukanlah sebuah dosa besar. Perbanyak wawasan Anda tentang peran baru ini. Baca buku, browsing, ataupun bertanya ke orang yang sudah berpengalaman akan sangat membantu Anda melewati masa baby blues ini.

Walaupun terlihat sepele, namun, jika baby blues ini dibiarkan, maka seorang wanita akan masuk ke dalam tahap depresi berikutnya, yang disebut sebagai depresi postpartum, depresi yang dialami setelah melahirkan. Jika kondisi ini terjadi, maka penanganan haruslah dilakukan oleh psikiater dan ahli psikologi.



Cara Mengatasi Baby Blues

Cara Mengatasi Sindrome baby blues

Mengetahui perasaan ini akan muncul, ini dapat membantu Bunda. Cobalah untuk meluangkan waktu untuk beristirahat dan bersantai – hal ini mungkin tidak mudah, tetapi cobalah untuk tidur sebanyak mungkin, bahkan tidur siang dapat membantu.

Batasi jumlah pengunjung yang akan datang menjenguk Bunda, karena hal ini bisa melelahkan Bunda.

Cara Mengatasi Baby Blues Syndrome menurut Islam

Merawat Si Kecil

Anda membutuhkan penyesuaian yang luar biasa tentang kebiasaan baru, yaitu bagaimana merawat bayi. Apa yang akan Anda lakukan saat si kecil rewel atau menangis? Bagaimana Anda akan memandikan si kecil? Bagaimana posisi menyusui yang benar? Apa yang Anda lakukan jika si kecil demam? Dan pertanyaan-pertanyaan lain menyangkut si kecil. Sebenarnya secara naluri Anda pasti bisa melakukannya tanpa mengalami kesulitan yang berarti. Anda adalah ibunya. Anda dan si kecil telah memiliki ikatan batin yang sangat kuat. Jadi jangan pernah khawatir tentang ini. Tetapi agar Anda lebih mantap dan merasa tenang, Anda bisa mencoba tip di bawah ini:

Bacalah buku-buku perawatan bayi, lihatlah video-video bagaimana cara yang benar memandikan bayi, menyusui yang benar, bahkan cara memijat bayi setelah mandi. Bekerjasamalah dengan suami dalam mengasuh si kecil. Jangan sungkan untuk meminta tolong kepada suami jika memang keadaan memungkinkan. Suami bisa menemani si kecil saat ibu menyiapkan keperluan untuk memandikan si kecil.

Kenali Penyebab Bayi Menangis

Ingat, biasanya si kecil memang menangis jika merasa tak nyaman. Mungkin dia haus atau lapar, mungkin bajunya basah, mungkin dia ingin tidur dan dininabobokkan, mungkin udara terlalu panas atau terlalu dingin. Kenali sebab-sebab mengapa si kecil menangis, lalu segera temukan solusinya dan lakukan.



Jika perlu, mintalah ibu Anda untuk mendampingi Anda selama beberapa hari hingga kesehatan Anda pulih. Atau Anda bisa mengangkat asisten rumah tangga yang membantu Anda mengerjakan perkerjaan rumah dan menyiapkan makanan sehingga Anda bisa fokus kepada bayi mungil Anda.

213 kali dilihat, 3 kali dilihat hari ini


Pencarian Terkait :

  • cara merawat rambut dengan baik dan benar
  • penyebab rambut rontok setelah melahirkan

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!