Masalah seputar Persalinan

Pertanyaan Seputar Persalinan


Persalinan adalah puncak kehamilan. Bunda harus bisa mengenali tanda-tanda ibu hamil akan melahirkan, tanda apa saja yang menunjukan persalinan sudah dimulai. Hal ini diperlukan agar pertolongan dapat segera dilakukan.

Masalah seputar Persalinan

Apa saja tanda-tanda Persalinan telah dimulai?

Tanda persalinan telah dimulai antara lain sebagai berikut;



  • Keluar lendir dan nanah. Keluarnya lendir dan nanah dari kemaluan ibu merupakan salah satu tanda akan adanya persalinan.
  • Mual dan Mulas. Tanda persalinan akan segera dimulai yaitu dengan datangnya rasa mual dan mulas. Rasa mulas juga dapat timbul jauh hari sebelum kehamilan cukup bulan. Bukan pada hari persalinanya. Mulas seperti ini dikenal dengan “mulas palsu“, yang biasanya hanya timbul satu-dua kali saja. Mulasnya sebentar kemudian menghilang. Sedangkan, mulas sejati sekali timbul akan tetap ada. Mulas sejati dikenal dengan istilah his.  Mulas sejati berlangsung sebentar, dan makin lama makin panjang dan makin sering.

Apa Saja Yang Diperhatikan Saat Memasuki Persalinan?

Sebagian besar persiapan persalinan bisa dilakukan sejak awal, tetapi Bunda masih harus melakukan beberapa hal pada menit-menit terakhir. Saat Bunda mulai memasuki persalinan, hal-hal yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut;

  • Menghubungi bidan anda.
  • Menghubungi pasangan atau pendamping persalinan bunda.
  • Menghubungi siapa pun yang akan mengasuh anak anda yang lain, jika orang itu bukan pasangan anda.
  • Memastikan bahwa ruang bersalin sudah siap.
  • Memastikan alat penunjang persalinan mudah dijangkau.
  • Membuat minuman hangat yang manis untuk diri sendiri.

Apa saja Faktor-Faktor Yang Menghalangi Persalinan di Rumah?

Melahirkan di rumah sama amannya dengan melahirkan di rumah sakit. Namun, ada sejumlah situasi yang membuat Bunda hanya bisa melahirkan di rumah sakit. Berikut ini faktor faktor yang menghalangi persalinan di rumah:

  • Apabila mempunyai penyakit diabetes sebelum atau selama kehamilan.
  • Apabila panggul terlalu kecil untuk dilewati bayi.
  • Apabila bayi berada dalam posisi sungsang.
  • Apabila mengalami komplikasi pada kehamilan sebelumnya.
  • Apabila mengalami masalah medis yang menempatkan ibu, bayi, atau keduanya dalam bahaya, misalnya tekanan darah tinggi, anemia, kelebihan cairan amnion, herpes aktif, plasenta previa, abrupsi plasenta, preeklampsia, atau eklampsia.
  • Apabila mengalami kehamilan kembar.
  • Apabila bayi prematur.
  • Kehamilan telah berlangsung dan melebihi hari perkiraan lahir (HPL)

Bagaimana Pasangan Dapat Membantu Saat Persalinan?

Pasangan atau suami Anda adalah pendamping persalinan yang ideal. Seorang pendamping persalinan dapat berbuat banyak selama persalinan. Tak hanya memberi rasa aman dan nyaman, tetapi juga berurusan dengan staf rumah sakit. Beberapa hal yang dapat dilakukan oleh pasangan sebagai pendamping persalinan adalah sbb;

  • Menjawab pertanyaan-pertanyaan untuk Bunda yang bisa mencegah konsentrasi Bunda terpecah.
  • Membelai dan memijit Bunda agar merasa aman dan nyaman.
  • Mengubah suasana untuk anda, misalnya dengan meredupkan lampu atau mengubah jenis musik.
  • Mendukung pendirian yang Bunda pilih tentang pereda rasa nyeri atau metode persalinan.
  • Meminta orang untuk keluar jika terdapat terlalu banyak  orang di ruang pribadi untuk persalinan di rumah.
  • Menjadi orang bisa Bunda andalkan untuk menghadapi para staf medis dan untuk memastikan keinginan Bunda mengenai pereda rasa sakit.

Apa Saja Yang terjadi Saat Persalinan?

Persalinan normal berlangsung tiga tahap, sebagai berikut.

  • Tahap 1
    Tahap pertama persalinan dikenal dengan kala I, yaitu masa sejak mulas-mulas sejati (his) timbul sampai janin akan keluar melalui rahim ibu. Pada tahap pertama ini, rata-rata his berlangsung setiap 13 jam untuk persalinan anak pertama dan 7 jam untuk persalinan anak berikutnya.
  • Tahap 2
    Tahap kedua persalinan dikenal dengan kala II, yaitu saat janin mulai keluar dari rahim ibu. Pada tahap kedua ini rata-rata his berlangsung selama 1 jam untuk persalinan anak pertama dan setengah jam untuk persalinan anak berikutnya.
  • Tahap 3
    Tahap ketiga persalinan dikenal dengan kala III, yaitu lahirnya ari-ari setelah bayi dilahirkan. Pada tahap ketiga ini rata-rata his berlangsung selama 15 menit untuk persalinan pertama maupun persalinan berikutnya.

Apa Saja Tanda-Tanda Gangguan Persalinan?

Gangguan persalinan dapat terjadi pada kehamilan normal, dan dapat mempersulit keluarnya janin didalam kandungan. Gangguan persalinan dapat mengancam jiwa janin maupun ibu, oleh karena itu perlu diketahui apa saja tanda-tanda gangguan persalinan. Tanda-tanda gangguan persalinan sebagai berikut;

  • Keluarnya Air ketuban
    Keluarnya air ketuban biasanya tanpa didahului rasa mulas terlebih dahulu. Dalam kondisi yang normal air ketuban berwarna jernih, sedangkan dalam kondisi abnormal air ketuban berwarna putih keruh sampai kehijauan. Air ketuban bukanlah air seni.
  • Banyaknya Perdarahan
    Timbulnya perdarahan yang banyak setelah persalinan merupakan tanda-tanda gawat, oleh karena itu harus segera dibawa kerumah sakit.
  • Timbul Perdarahan sebelum persalinan dimulai
    Munculnya perdarahan sebelum persalinan dimulai merupakan petunjuk bahwa ibu hamil perlu segera dibawa ke rumah sakit.
  • Ari-ari tidak keluar
    Apabila ari-ari tidak juga keluar setelah 15 menit dari persalinan, maka ibu perlu penanganan segera.

Apa saja yang perlu Dibawa ke rumah sakit saat bersalin?

Beberapa minggu sebelum janin lahir, persiapkan tas dengan seluruh barang yang diperlukan untuk menginap dirumah sakit. Beberapa perlengkapan ibu dan bayi yang harus dipersiapkan antara lain sbb:

  • Untuk Ibu
    • 2- 3 pakaian tidur yang memudahkan ibu untuk menyusui.
    • 2- 3 bra untuk menyusui
    • Breast pads
    • Baju panjang/ daster
    • 4 celana panjang
    • Sandal
    • Handuk bersih sebaiknya pilihlah handuk sekali pakai dan mudah menyerap keringat.
    • Tas toilet dan isinya yang berupa sisir, 2 handuk, dan 2 penyeka muka.
    • Tisu toilet
    • Make-up, krim wajah dan tangan serta shampoo.
    • HP
    • Kaca cermin
  • Untuk Bayi
    • 2 nappy
    • Rompi
    • Popok atau pakaian malam
    • Selendang/ syal
    • Topi
    • Jaket atau selimut

Adakah Pengaruh Obat Pereda Sakit Persalinan Terhadap Ibu dan Bayi?


Obat-obatan pereda rasa sakit biasa digunakan saat persalinan mempunyai pengaruh terhadap ibu dan bayi sebagai berikut;

  • Pengaruh Bagi Ibu
    • Rasa Kantuk. adalah efek samping yang umum dari gas, oksigenserta obat antibiotik. Beberapa wanita mengalami rasa melayang yang ditimbulkan, tetapi kadang rasa kantuk bisa membuat ibu kehilangan kendali.
    • Kebingungan, adalah efek dari penggunaan obat pereda rasa sakit dari jenis pethidineSelain mengalami kebingungan, ibu juga mengalami halusinasi.
    • Mual, adalah efek samping yang disebabkan gas gan oksigen. Beberapa wanita mengalami muntah-muntah.
  • Pengaruh Bagi Bayi
    • Rasa Kantuk, disebabkan dari efek pethidine. Pada umumnya bayi merasa mengantuk setelah lahir. Hal ini mempengaruhi kemampuan dalam menghisap dan merespons anda.
    • Kesulitan bernafas pada bayi disebabkan dari efek obat dan bisa menekan pernafasan bayi. Apabila ibu mengkonsumsi pethidine pada tahap-tahap akhir persalinan, zat ini akan lebih lama berada di dalam aliran darah bayi.

Tips Ibu Hamil Tags:

  • pertanyaan untuk diskusi amalan bagi ibu hamil
  • pertanyaan tentang persalinan di rumah

Tinggalkan komentar

%d blogger menyukai ini: