Penyebab dan Cara Mengatasi Bayi Sering Gumoh

Mengatasi Bayi Sering Gumoh

Bayi sering gumoh merupakan hal yang paling sering terjadi, terlebih lagi di usia kurang dari satu tahun. Pengertian gumoh yaitu keluarnya cairan berupa makanan atau susu yang baru ditelan. Kondisi tersebut sebenarnya tak berbahaya dan tak usah dikhawatirkan para orang tua. Meskipun begitu, alangkah baiknya jika Bunda memahami bagaimana kondisi gumoh tersebut, apakah normal ataukah tidak normal. 

Bayi Gumoh adalah kondisi yang normal dan biasanya disebabkan oleh kerongkongan pada bayi yang masih belum berkembang sempurna, dan ukuran lambung bayi yang masih begitu kecil. Umumnya gumoh bisa menghilang saat bayi sudah berusia 1 tahun. Di usia 1 tahun, cincin otot pada dasar kerongkongan sudah bisa berfungsi baik, sehingga asupan makanan yang memasuki perut bayi tak akan mudah keluar.

KenapaBayi Sering Gumoh?

Kenapa Bayi Gumoh

Gumoh pada bayi sebenarnya bukan termasuk permasalahan serius dan tak perlu dikhawatirkan. Di usia 0 sampai 3 bulan, si kecil mungkin akan sering mengalami gumoh, akan tetapi kondisi ini akan membaik secara berangsur sampai bayi menginjak umur 7-8 bulan.

Ada beberapa penyebab bayi sering gumoh khususnya setelah beberapa saat disusui atau setelah mereka diberi makan. Adapun penyebab utama kenapa terjadi gumoh pada bayi, yaitu dikarenakan system pencernaan pada bayi masih belum bisa bekerja secara maksimal saat mencerna makanan. Klep pada penutup lambung sebagai batas antara tenggorokan dan lambung bayi sekaligus gerakan peristaltik pada lambung bayi masih belum bekerja secara sempurna. Karena hal itulah di usia mereka yang masih sangat muda bisa menyebabkan terjadinya gumoh.

Faktor Penyebab Bayi Sering Gumoh

Penyebab Bayi Muntah Saat Menyusui

Ada beberapa faktor penyebab bayi sering gumoh lainnya, diantaranya :

1. Memberikan ASI secara Berlebihan

Salah satu faktor penyebab bayi sering gumoh adalah ASI yang diberikan melebihi kapasitas pada lambung si kecil. Gumoh yang terjadi pada bayi dikarenakan makanan atau ASI yang terlebih dulu masuk belum mengalir ke bagian usus halus, namun sudah diisi lagi. Saat kapasitas pada lambung bayi terpenuhi, maka kelebihan makanan atau ASI secara biologis langsung dibuang oleh tubuhnya, baik lewat hidung ataupun lewat mulut.

2. Kondisi Dot

Penyebab bayi gumoh

Apabila bayi disusui lewat dot bayi, sebaiknya usahakan agar lubang dotnya tak terlalu kecil dan tak terlalu besar bagi si kecil. Ukuran lubang dot terlalu kecil bisa membuat bayi merasa malas menyusu sebab ia akan kesulitan menyedotnya, sedangkan jika lubang dot berukuran terlalu besar bisa membuat aliran pada air susu sangat kencang sehingga membuat bayi mudah tersedak akibat menyusu tanpa jeda waktu.

3. Posisi Menyusui yang Salah

Penyebab bayi sering gumoh lainnya adalah dikarenakan posisi menyusui bayi yang salah atau tidak tempat. Maka dari itu, pastikan untuk mencegah posisi bayi telentang ketika sedang disusui. Hal ini dikarenakan posisi bayi tidur terlentang cenderung membuat ASI akan masuk pada saluran pernafasan. Itulah yang bisa menyebabkan si kecil sering mengalami gumoh.

4. Bayi Terlalu Aktif

bayi sering gumoh



Selain kesalahan-kesalahan posisi dan kondisi menyusui bayi, bayi yang terlau aktif saat disusui juga bisa menyebabkan gumoh. Gerakan pada bayi yang sering menangis atau menggeliat secara terus menerus dapat menekan perutnya sehingga membuat air susu ibu atau ASI yang telah diberikan akan dikeluarkan kembali.

5. Kepekaan Terhadap Makanan Tertentu

Kepekaan terhadap jenis makanan tertentu bisa menyebabkan bayi sering gumoh. Misalnya saja, bayi mengalami alergi susu formula maupun makanan yang dikonsumsi oleh Bunda. Jadi, Bunda harus memperhatikan setiap obat atau makanan yang dikonsumsi, sebab hal tersebut bisa menyebabkan terjadinya gumoh.

Bagaimana Cara Mengatasi Bayi Sering Gumoh?

Walaupun gumoh pada si kecil termasuk kondisi yang umum terjadi dan tak perlu dikhawatirkan, akan tetapi jika gumoh pada bayi sampai masuk ke saluran pernafasan, tentu Bunda akan merasa risau. Maka dari itu, Bunda bisa mengatasi bayi sering gumoh dengan beberapa cara berikut ini :

1. Cara Menyusui yang Benar

Cara Menyusui Bayi Yang Benar

Aplikasikan cara menyusui bayi dengan benar, terutama ketika bayi Bunda berusia kurang dari 1 tahun. Inimerupakan upaya pencegahan paling utama untuk mengatasi gumoh yang terjadi pada bayi. Berikut beberapa cara mengatasi bayi sering gumoh dengan cara menyusui yang tepat :

  • Hindari pemberian ASI pada bayi dengan posisi si kecil yang berbaring. Usahakan bayi Bunda tetap dengan posisi yang tegak setidaknya 30 menit sesudah mereka disusui.
  • Ketika menyusu, sebaiknya miringkan posisi si kecil sehingga bagian kepalanya diletakkan lebih tinggi dibandingkan posisi kakinya. Tingkat kemiringan yang dianjurkan sebaiknya sekitar 30-40 derajat. Hal tersebut bertujuan supaya cairan ASI bisa langsung menuju lambungnya.
  • Mengontrol jumlah atau frekuensi pemberian ASI apabila bayi Bunda sering mengalami gumoh. Sebaiknya berikan ASI dalam jumlah yang sedikit namun sering agar ASI yang Bunda berikan bisa dicerna dengan sempurna.
  • Hindari pemberian ASI ketika bayi Bunda sudah dalam kondisi sangat lapar. Hal tersebut dapat membuat bayi sering gumoh karena menyusu secara tergesa-gesa.

2. Menghindari Aktivitas Berlebihan

Seperti sudah dijelaskan sebelumnya, bahwa salah satu penyebab bayi mengalami gumoh adalah karena gerakannya yang berlebihan. Karena itu, untuk mengatasi terjadinya gumoh pada bayi, diharuskan untuk tetap menjaga gerakan bayi sesudah si kecil disusui. Ada beberapa cara yang bisa Bunda lakukan, misalnya dengan cara tidak meletakkan si kecil pada kursi bayi, bisa juga dengan  tidakmengangkat bayi ketika sedang muntah atau gumoh.

3. Cek Lubang Dot

Apabila si kecil menyusu menggunakan dot, usahakan untuk selalu melakukan pengecekan lubang dotnya supaya tak terlalu besar dan tak terlalu kecil. Pilih juga jenis dot dengan membrane supaya ASI atau udara yang memasuki lambung bisa diatur ketika si kecil menyusui

4. Biarkan Gumoh Keluar Lewat Hidungnya

Apabila gumoh yang terjadi langsung keluar lewat hidungnya, hindari mengangkat si kecil dan menggendongnya. Hal tersebut dikarenakan sangat berbahaya serta bisa menyebabkan cairan memasuki paru-paru. Dampaknya bisa membuat si kecil mengalami radang atau infeksi paru-paru.

Diamkan gumoh terjadi lewat hidungnya, Bunda cukup membersihkan dan mengelap cairan yang telah keluar supaya tak mengotori wajah si kecil.

Kapan Harus Berkonsultasi ke Dokter?

Bunda bisa langsung menghubungi dokter dengan segera, jika si kecil mulai mengalami muntah proyektil. Maksud muntah proyektil di sini adalah saat  muntah menyembur dari mulut dalam jumlah yang banyak. Sebab hal tersebut bisa menjadi pertanda kondisi tertentu yang dinamakan Stenosis pylorus, yakni otot-otot pada bawah lambung mengalami penebalan serta mencegah jalannya asupan makanan dari bagian lambung menuju usus kecil. Umumnya hal tersebut diketahui ketika bayi berusia 1 bulan pertama.



Semua tindakan untuk mengatasi bayi sering gumoh di atas, bisa menjadi referensi Bunda. Bunda bisa berkonsultasi jika bayi sering gumoh sudah mulai mengkhawatirkan. Dengan treatment-treatment tertentu yang disarankan oleh dokter mungkin bisa membantu Anda mengatasi terjadinya gumoh pada si kecil.

 

156 kali dilihat, 6 kali dilihat hari ini


Pencarian Terkait :

  • penyebab bayi gumoh terus menerus ibu hamil com
  • bagaimana cara agar asi banyak loc:ID
  • cara supaya bayi tidak muntah sesudah menyusui
  • cata menyambuhkan bayi yg mudah gumoh metode orang tua dahulu
  • kenapa ya orang hamil sering gumoh
  • penyebab infeksi lambung

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!