Gangguan Saluran Nafas pada Anak

Penyakit Pada Balita di Musim Pancaroba


Peyakit pada anak yang biasanya muncul pada musim pancaroba, antara lain, gangguan saluran nafas, masuk angin, influenza, gangguan pencernaan seperti diare, dan tifus abdominalis. Udara yang sebelumnya panas menjadi dingin dan lembab. Kondisi tersebut membuat tubuh kurang nyaman dan mudah terserang penyakit.

Penyakit pada Balita pada Musim Pancaroba

Gangguan Saluran Nafas pada Anak

Pengaruh perubahan cuaca sangat berpotensi mengganggu saluran pernafasan anak. Gejela awal gangguan saluran pernafasan anak yaitu batuk, bronkhitis, pilek atau influenza disertai bersin-bersin dan peningkatan suhu tubuh/ demam. Demam bukan merupakan penyakit tersendiri, melainkan gejala dari penyakit lain misalnya influenza.



Deman ditandai dengan suhu tubuh diatas 37° C.  Pada influenza biasanya terjadi peningkatan suhu tubuh sekitar 38°C – 40°C, selain itu kepala terasa sakit, juga otot-otot dan sendi-sendi, terasa lelah, kurang nafsu makan, suara parau, batuk-batuk dengan langit-langit dihulu tampak memerah, radang mata, dan kongesti hidung.  Panas tubuh biasanya lebih tinggi pada anak-anak dibandingkan pada orang dewasa. Gejala-gejala tersebut berangsur-angsur berkurang dari biasanya akan hilang sesudah 3-5 hari, namun batuk dan rasa lemah serta keletihan tetap.

Batuk merupakan gejala awal penyakit saluran nafas, kadang ditandai dengan bersin-bersin, sesak nafas, dan demam ringan sampai sedang. Penyakit saluran nafas anak diantaranya bronkhitis. Penyakit ini memang lebih sering terjadi pada udara yang lembab dan berhawa dingin. Bronkhitis diantaranya disebabkan oleh infeksi bakteri atau virus, dimulai saat bakteri atau virus mengiritasi bronkhus sampai akhirnya terjadi pembengkakan.

Gangguan Saluran Nafas pada Anak

Gangguan Saluran Pencernaan Pada Anak

Salah satu gangguan pencernaan yang biasanya muncul pada musim pancaroba dan awal musim hujan adalah diare. Diare ditandai dengan dengan keluarnya buang air besar pada anak yang sangat encer dan berlangsung terus menerus. Penyakit pada anak ini sebenarnya dapat digolongkan penyakit ringan, tetapi jika terjadi secara mendadak dan kurang mendapat perawatan maka diare juga dapat berakibat fatal, terutama apabila diare tersebut terjadi pada anak balita.

Penyakit pencernaan lain yang sering timbul pada musim pancaroba adalah demam tifoid atau penyakit tifus abdominalis. Merupakan suatu penyakit peradangan pada usus yang disebabkan oleh infeksi bakteria. Penyakit pada anak ini dapat terjadi melalui pengkonsumsian makanan dan minuman yang terinfeksi bakteri Salmonella typhosa.

Tanda atau gejala penyakit typhus diawali dengan demam panas yang makin lama makin tinggi, selama panas tinggi penderita sering mengigau. Selain itu kepala terasa sakit, menggigil, berkeringat, tidak nafsu makan dan berat badan berkurang, peradangan pada cabang tenggorokan, mual, mutah, dan sakit perut yang mendadak.

Untuk perawatanya diusahakan untuk menurunkan panasnya dengan obat yang mempunyai efek antibiotik dan antipiretik. Istirahat di tempat tidur sampai semua tanda penyakit pada anak hilang. Makan makanan yang mengandung banyak cairan seperti sop, bubur, cair dan lain-lain.

Penyakit pada anak pada musim pancaroba dapat menyerang siapa saja, namun biasanya lebih sering pada anak yang daya tahan tubuhnya lemah, mobilitas tinggi. Kemunculan penyakit pada anak pada musim pancaroba tersebut kasusnya menjadi tinggi pada awal perubahan musim/ pancaroba karena banyaknya kotoran yang menjadi faktor bagi bakteri dan virus penyebab penyakit, juga tak lepas dari pola pengkonsumsian makanan.

Penyakit pada anak pada musim pancaroba tersebut akan terus berulang seiring dengan perubahan musim, namun setidaknya kita bisa mencegah atau mengantisipasinya, yaitu antara lain;

  • Menjaga kebersihan makanan dan minuman, membersihkan tangan secara baik sesudah buang air besar dan menjelang makan.
  • Berhati-hati mengkonsumsi makanan, jangan jajan sembarangan.
  • Minum air yang bersih dan matang.
  • Menjaga kebersihan lingkungan, memberantas lalat, nyamuk, kecoa, semut.
  • Makan makanan yang bergizi dan seimbang, istirahat yang cukup untuk meningkatkan daya tahan tubuh.
  • Bila terjadi keluhan serius, segera pergi ke dokter.

Berikut beberapa resep tumbuhan obat yang dapat digunakan untuk membantu mengatasi beberapa penyakit anak pada musim pancaroba.

RESEP 1 (Digunakan untuk Diare)

30 gram daun jambu biji + 20 gram kunyit, dicuci dan dipotong-potong, direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, disaring, airnya diminum 2 kali sehari (digunakan untuk diare).

RESEP 2 (Digunakan untuk typhus abdominalis, diare, dan disentri)

10 – 15 gram sambiloto kering atau 20 – 30 gram yang masih segar + 30 gram patikan kebo + 30 gram temulawak + 20 gram kunyit, dicuci, dipotong-potong, dan direbus dengan 800 cc air hingga tersisa 400 cc, disaring airnya diminum 2 kali sehari (untuk typhus abdominalis, diare, dan disentri).

RESEP 3 (Digunakan untuk bronkhitis, batuk influenza)

25 gram jahe + 25 gram kencur + 5 – 7 lembar daun sirih + 10 gram kulit jeruk mandarin, dicuci dan direbus dengan  600 cc air hingga tersisa 300 cc, disaring, airnya diminum 2 kali sehari (untuk bronkhitis, batuk influenza).

RESEP 4 ( untuk influenza, radang saluran nafas/ bronkhitis, batuk rejan, radang paru)

30 gram pegagang + 10 gram sambiloto, dicuci dan direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, disaring , tambahkan 1 sendok madu, airnya diminum 2 kali sehari (untuk influenza, radang saluran nafas/ bronkhitis, batuk rejan, radang paru).


Catatan:

  • Untuk perebusan sebaiknya gunakan periuk tanah, panci enamel, atau panci kaca.
  • Lakukan secara teratur dan tetap konsultasi ke dokter.

Tips Ibu Hamil Tags:

  • badan anak panas

Tinggalkan komentar

%d blogger menyukai ini: