Cara Benar merawat kesehatan kulit bayi

Merawat Kulit Bayi & Balita Secara Benar


Cara merawat kulit bayi /balita balita tidaklah sesulit yang bunda pikirkan. Sangatlah penting untuk menjaga serta merawat kesehatan kulit bayi agar bayi tidak mudah terkena iritasi kulit, seperti biang keringat misalnya. Kulit bayi juga sangat sensitif dan rentan terhadap berbagai hal, misalnya paparan sinar matahari, polusi udara, dan hal-hal lainnya yang membuat kulit bayi menjadi bermasalah.

Kulit juga berfungsi sebagai pertahanan tubuh, maka harus dijaga dengan baik dan benar agar kulit bayi tetap sehat. Berikut tips aman untuk merawat kesehatan kulit bayi dan balita.

Merawat Kulit Bayi



PH Kulit Bayi

Apakah pH itu? pH adalah singkatan dari potential hydrogen atau hidrogen potensial yang menunjukkan seberapa asam atau basa suatu zat. pH yang lebih rendah menunjukkan bahwa zat tersebut bersifat asam dan pH yang lebih tinggi mengindikasikan bahwa zat tersebut bersifat basa. Skala pH berkisar antara 0-14, dengan asam rendah dan basa tinggi. Keseimbangan pH kulit bayi sekitar 5,5.

Tahukan Bunda bahwa  pH kulit bayi mendekati netral, yaitu berkisar 6,6 -7,5. Jenis Kulit bayi berbeda dengan jenis kulit dewasa dan harus ada perawatan khusus untuk menghindari masalah kulit. Kulit pada bayi lebih tipis, dan lebih rentan terhadap kekeringan dan sangat sensitif. Sejak baru lahir bayi sudah membutuhkan perlindungan ekstra untuk menjaga kelembaban kulitnya, karena pada satu tahun pertama kulit bayi masih dalam proses adaptasi dan perkembangan. Kulit bayi prematur lebih kering dibandingkan bayi cukup bulan.

Bayi prematur dan cukup bulan akan mengalami penurunan pH secara cepat dalam minggu pertama, kemudian perlahan sampai minggu keempat. Keasaman mempengaruhi pematangan kulit dan menjaga sawar kulit tetap utuh.

Perawatan Kulit Bayi

Gunakan Sabun Bayi yang Lembut.

  • Gunakan sabun bayi yang lembut. “Hindari sabun yang terlalu keras. Pilih sabun khusus untuk balita dan bayi yang memiliki pH 4.5 – 5 dan agak berminyak untuk menghindari iritasi. Teliti informasi produk, cara pemakaian, tanggal produksi, kedaluwarsa serta izin dari badan POM untuk memastikan bahwa sabun bayi tsb sesuai untuk bayi/ balita bunda.
  • Segera bersihkan kulit bayi bila terkena sisa makanan, air seni, dan tinja dengan air. Mandi dua kali sehari juga akan membantu membersihkan kulit. Jika kegiatan dan gerak anak sangat tinggi, mandi dapat dilakukan sampai 3 kali sehari.Gunakan pula pelembab berupa lotion dan krim khusus bayi dan balita. Fungsinya mempertahankan atau menambah kandungan air dalam kulit terutama bagian terluar kulit ari (epidermis). Berikan setelah mandi.
  • Hindari paparan sinar ultraviolet/ matahari secara langsung pada kulit bayi. Pukul 09.00 ke atas, intensitas ultraviolet sangat tinggi. Bila bunda menjemur bayi/ balita sebaiknya pada pagi hari sebelum jam 9 pagi. Gunakan pelembab atau body lotion khusus untuk bayi, yang mempunyai komposisi alami yang tidak berbahaya. Bunda bisa gunakan salah satunya yaitu, Soft And Smooth Baby Lotion, selain mengandung Almond Oil untuk melembabkan kulit, dan Rose Oil untuk keharuman dan rasa nyaman pada kulit, lotion ini juga mempunyai pH yang seimbang. Pelembab ini juga berfungsi melindungi kulit bayi yang terlalu kering. Agar kulit anak Bunda tampak halus dan lembut.

Merawat kulit bayi

Perawatan pada Popok Bayi

  • Untuk popok yang terbuat dari kain segera ganti popok yang basah, jika popok sekali pakai sebaiknya segera diganti jika air seni atau tinja yang diserap sudah melebihi daya tampung.
  • Untuk mencegah eksim popok jagalah kebersihan area kulit bayi sekitar popok. Setelah buang air kecil dan besar, bersihkan kulit secara lembut dengan air hangat, lalu bilas bersih.
  • Setelah bayi buang air besar segera bersihkan dengan sabun, lalu keringkan dengan handuk atau kain lembut, dan tunggu beberapa saat sebelum dipakaikan popok baru. Hal Ini bertujuan agar kulit tidak lembab.
    Kemudian bubuhkan bedak bayi untuk mengurangi gesekan antara kulit dengan popoknya, juga untuk menjaga kelembaban kulit bayi. Pemakain bedak bayi sebaiknya dalam keadaan kulit kering dan bersih. Jangan saat lembab karena malah bisa memicu timbulnya jamur dan kuman. Juga jangan berlebihan karena bisa terhisap dan mengganggu pernapasaan.

Menghilangkan Biang Keringat pada Kulit Bayi

Biang keringat pada bayi biasanya timbul akibat saluran keringat tersumbat sel yang sudah berganti. Akibatnya, rasa gatal terpicu. Berikut tips menghindari biang keringat pada bayi dan balita.

  • Mandi yang teratur merupakan salah satu cara agar keringat bayi dapat keluar dengan baik dan lancar. Bayi atau anak dianjurkan sedikitnya dua kali sehari menggunakan air dingin dan sabun.
  • Basuh dengan handuk atau kain lembut bila bayi dan balita Anda banyak dan sering mengeluarkan keringat,. Setelah itu taburi dengan bedak, tapi jangan pada saat kulit dalam kondisi lembab.
    Gunakan pakaian yang terbuat dari cotton atau katun agar lebih maksimal menyerap keringat bayi. Segera ganti pakain bayi atau balita bunda kalau pakaiannya sudah basah oleh keringat. Sebaiknya bawa beberapa potong baju jika sedang bepergian untuk mempermudah mengganti pakaian.

Nah, demikianlah cara aman merawat kulit bayi atau balita bunda. Banyak macam-macam jenis kulit pada bayi, bunda harus lebih pintar merawat bayi kesehatan kulit bayi dan balita. Kesehatan kulit bayi memang butuh perhatian lebih dari Bunda. Kenyamanan si kecil menjadi prioritas utama Anda sebagai orang tua.

Tips Ibu Hamil Tags:

  • ph kulit bayi

Tinggalkan komentar

%d blogger menyukai ini: