Tanda Bayi Menangis

Mengenali Bayi Menangis dari Jenis Tangisannya


Tangisan bayi pada saat dilahirkan merupakan bagian dari proses fisiologis dalam kehidupan bayi. Tanda awal kehidupannya adalah tangisan. Begitu juga untuk hari-hari kedepanya. Sebab dengan hanya menangislah, bayi menyampaikan apa yang ia inginkan. Di awal kelahirannya, tangisan bayi merupakan cara untuk berkomunikasi kepada orang-orang terdekatnya untuk menyampaikan keinginanya.

Tangisan Bayi

Ketika bayi dilahirkan dari rahim Ibunya hal pertama yang dilakukannya adalah menangis keras. Bersamaan dengan tangisan pertama bayi itulah,  bayi belajar bernapas di luar rahim untuk pertama kalinya dalam hidupnya.



Tangisan bayi sebenarnya dapat dikenali jenisnya. Dengan demikian ibu bisa menyesuaikan apa yang harus dilakukan untuk menenangkanya. Bayi Menangis merupakan pekerjaan bayi selain tidur.  Ada beberapa tangisan bayi sesuai penyebabnya, apa saja jenis nya, yuk kenali jenis-jenis tangisanya;

Kenali Jenis Tangisan Bayi

Beda jenis tangisan beda juga bahasa tubuh bayi, untuk mengenalinya berikut tanda-tanda Bayi Menangis;

Bayi Menangis Karena Lelah
Pada saat bayi merasa lelah ia akan merengek secara terus menerus, pada saat itu Bunda sebaiknya segera mengajaknya si kecil untuk tidur. Ciri tangisan bayi yang lelah biasanya diawali dengan rewel, marah, rengekan, jeritan pendek, tangisan keras, jeda pendek, tangisan lebih panjang dan keras, terus menangis sampai tertidur.
Bahasa tubuh: Menguap, punggung meregang ke  belakang, kaki menendang, menggapai kemana-mana, mengusap wajah, menggeliat, wajah merah padam.

Terlalu Banyak Rangsangan
Pada kondisi ini, ciri tangisan bayi biasanya panjang dan keras.
Bahasa tubuh: Lengan dan tungkai bergerak kemana-mana, kepala menjauh dari cahaya, berpaling dari ajakan bermain.

 

Bayi Menangis
Bayi Menangis Karena Bosan
Bayi menangis karena merasa bosan biasanya karena keinginan bayi untuk berpindah dikarenakan berada pada ruangan yang lama hingga membuatnya monoton. Hal ini bisa dilihat pada kaki dan tangan bayi yang meronta-ronta seolah-olah memberikan isyarat pada Bunda bahwa bayi membutuhkan kondisi yang nyaman. Ketika bayi bosan, tangisanya tidak langsung, biasanya rewel atau marah.
Bahasa tubuh: Berpaling, menjauh, bermain dengan jari.

Bayi Menangis Karena Sakit
Bayi Menangis Karena Sakit atau Nyeri 
Hal ini yang harus diwaspadai ketika si kecil merasakan sakit atau nyeri, ciri tangisanya berupa jeritan tinggi tiba-tiba, menahan sesuatu diantara jeritan.
Bahasa tubuh: Tubuh menegang, menarik lutut kearah dada, wajah mengernyit, lidah menggulung keatas.

Bayi Menangis Karena Lapar 
Bayi menangis karena Lapar merupakan sebab bayi menangis dan rewel yang paling umum terutama pada bulan-bulan awal kehidupannya. Ia tidak akan berhenti menangis sebelum diberikan susu. Tangisan karena lapar biasanya diawali batuk kecil, lalu tangisan pendek, menetap dan berirama.
Bahasa tubuh: Menjilat bibir, lidah menjulur, kepala berpaling kesamping, menarik genggaman tangan ke arah mulut.

Bayi Menangis Karena Kedinginan / Kepanasan
Meski hanya bisa menangis, si kecil yang sedang kedinginan juga bisa mengungkapkan ketidaknyamannya. Ia akan menangis kencang dengan bibir bawah gemetar.
Bahasa tubuh: Timbul bintil merinding, mungkin menggigil, anggota tubuh terasa dingin, kulit kebiruan.
Ketika kepanasan, bayi akan gelisah kemudian seperti terengah-engah, awalnya suara rendah, lalu menangis.
Bahasa tubuh: Berkeringat, nafas tak teratur, bercak merah pada kulit.

Ingin Dipeluk atau Digendong
Bayi yang sedang merajuk karena ingin digendong atau dipeluk, akan mengeluarkan bunyi “uuu” berubah “waa” pendek.
Bahasa tubuh: memandang ke sekeliling.

Menangis Karena Kekenyangan 
Hal ini yang harus diwaspadai ketika si kecil merasakan sakit atau nyeri, ciri tangisanya berupa jeritan tinggi tiba-tiba, menahan sesuatu diantara jeritan.
Bahasa tubuh: Tubuh menegang, menarik lutut kearah dada, wajah mengernyit, lidah menggulung keatas.

Ingin Buang Air Besar
Begitu juga ketika bayi ingin buang air besar, tandanya ia akan mengguman atau menangis ketika sedang makan atau menyusui.
Bahasa tubuh: Menggeliat, menekan tubuh kebawah, berhenti berharap menyusu, pup.

Bayi Menangis Karena merasa tidak Nyaman

Bayi menangis karena tidak nyaman biasanya penyebabnya karena Popok basah, bayi pipis atau buang air sehingga membuat ketidaknyamanan bayi dan menangis terus. Segera ganti popok bayi, dan segera bersihkan bila bayi selesai pipis atau buang air besar.  Karet pakaian yang terlalu ketat juga menyebabkan rasa sakit di area pinggang.  Ketidaknyamanan ini akan membuat bayi sering menangis.

Biasanya Bayi akan merasa nyaman di dalam ruangan dengan ventilasi yang bagus.

Bayi Menangis Terus, Jangan Panik..

Untuk menghadapi tangisan bayi sekencang atau selama apapapun, Bunda harus tetap tenang. Kegelisan ibu dalam menangani bayinya yang menangis akan “menular” pada si bayi. Alih-alih tenang, bayi akan semakin rewel dan tak berhenti menangis. Jika sulit untuk tetap tenang, sebaiknya Bunda minta bantu orang disekitarnya seperti suami, nenek, atau pengasuh.

Sementara bayi ditangani orang lain, ibu bisa menenangkan diri terlebih dahulu. Buatlah bayi nyaman dalam dekapan. Perdengarkan suara berirama dari suara kita sendiri atau dari media lainya, bisa berupa nyayian lembut, musik klasik atau lantunan dzikir. Lalu ayun bayi secara perlahan sambil memijit lembut bayi. Beri sesuatu untuk dihisap, jika masih menyusu biarkan ia tetap menyusu.

Jangan Abaikan Bayi yang Menangis

Ada mitos yang berkembang di masyarakat, ketika bayi menangis sebaiknya dibiarkan saja agar tidak manja dan fisiknya kuat. Hal ini tidaklah benar. Jangan biarkan bayi yang menangis terlalu lama tanpa usaha orang tua untuk mengetahui penyebabnya. “Tentu saja jangan langsung menggendongnya setiap kali menangis. Namun, berikanlah respon positif untuk setiap tangisanya, misalnya dengan menyentuh atau mengajaknya bicara”. Dari sini akan terbentuk trust  (kepercayaan) bayi pada orang-orang disekitarnya yang menjadi dasar perkembangan selanjutnya.


Tanda Bayi Menangis
Dengan diberi respons bayi akan merasa nyaman, dimengerti, disayang, dan diinginkan kehadiranya di dunia ini. Sebaliknya, bila si kecil terlalu sering dibiarkan saat menangis, hail ini akan berdampak pada perkembanganya. Diantaranya sebagai berikut;

  • Merusak Perkembangan Otak
    Menurut Penelope Leach otak anak yang dibiarkan menangis dalam jangka waktu yang lama, beresiko mengalami kerusakan dalam perkembanganya sampai 15 % yang dapat mengurangi kapasitas untuk belajar.
  • Merusak Mental Anak dan Hubungan Jangka Panjang
    Membiarkan bayi menangis cukup lama dapat membuatnya tertekan dan itu menyebabkan hormon kortisol dilepaskan secara berlebihan yang akan merusakn neuron. Sehingga pembiaran itu dapat merusak kemampuan mereka untuk berelasi dengan orang-orang sekitar dalam jangka waktu panjang. Hal ini akan membuatnya menjadi tidak sehat, kurang cerdas, lebih mudah cemas, dan tidak kooperatif terhadap orang lain.
  • Menyebabkan Ketidakstabilan Hormon dan Bahan Kimia dalam Otak
    Anak yang sering dibiarkan sendiri dalam suasana yang tertekan (menangis) mengalami  pertumbuhan hormon Kortisol (stress related hormone) yang abnormal dan dapat memusnakan hubungan antara saraf dibagian penting otak bayi yang sedang berkembang. Lebih lanjut hal tersebut berpotensi meningkatkan 10 kali lipat mereka menjadi anak-anak ADHD (Attention Deficit and Hyper Activity Disorder).
  • Menyebabkan Kemunduran Perkembangan Emosi dan Kecerdasan Sosial
    Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Dr Rao dari National Institutes of Health USA anak yang sering dibiarkan menangis berkepanjangan pada tiga bulan pertama hidupnya mempunyai tahap IQ rendah menjelang usia lima tahun dibandingkan anak usia lainya. Mereka juga menunjukan kelambanan perkembangan fungsi motorik.

Tinggalkan komentar

%d blogger menyukai ini: