Macam-Macam Posisi Bayi Dalam Kandungan dan Kiat Mengatasi Bayi Sungsang

posisi bayi sungsang

Selama menjalani kehamilan, Bunda akan merasakan adanya pergerakan janin atau si kecil saat berada di dalam kandungan. Ini merupakan salah satu tanda bahwa kehamilan yang Bunda alami dalam kondisi yang sehat. Tak hanya itu saja, posisi bayi dalam kandungan pun bisa berubah setiap saat sehingga Bunda bisa merasakan pergerakan yang terjadi di Rahim Bunda.

Walaupun tak semua bayi melakukan perubahan pada posisinya tersebut. Umumnya, posisi ini lebih sering dialami di usia trimester ketiga kehamilan atau menjelang waktu persalinan. Adapun diantara posisi-posisi tersebut, beberapa diantaranya adalah posisi melintang/horizontal atau posisi sungsang. Apabila bayi di dalam kandungan dalam posisi sungsang, dikhawatirkan akan mengalami cacat atau mengalami kesulitan saat persalinan.

Posisi Bayi Dalam Kandungan yang Paling Ideal

bayi dalam kandungan

Biasanya dokter langsung menyarankan Bunda untuk melahirkan secara normal, apabila posisi kepala si kecil saat di dalam kandungan terletak di bagian bawah dan paling dekat posisinya dengan jalur kelahiran, lalu posisi wajah menghadap arah punggung ibu serta dagu menempel pada dada.

Biasanya posisi bayi dalam kandungan ini disebut sebagai presentasi kepala, serta memungkinkan bayi menyembul keluar sehingga kepala bayi keluar lebih dulu. Di samping posisi mainstream tersebut, terdapat sejumlah variasi posisi bayi lainnya yang juga biasa ditemukan.

Adapun posisi lain bisa terjadi dikarenakan oleh beberapa faktor, seperti bentuk kepala, bantuk panggul, kemampuan kepala si kecil untuk bisa menyesuaikan bentuknya sesuai panggul ibu, serta kemampuan dari otot-otot panggul Bunda untuk berelaksasi dan berkontraksi.

Berbagai Macam Posisi Bayi Dalam Kandungan

posisi bayi dalam kandungan

Ada beberapa macam posisi bayi dalam kandungan yang wajib Bunda ketahui, berikut ini :

1. Posisi Kepala Bayi Dibawah

Posisi bayi ini adalah posisi paling umum terjadi pada proses kehamilan normal. Biasanya perubahan pada posisi ini dapat terjadi saat menjelang persalinan. Pada posisi ini, kepala bayi mengarah ke bawah tepat kea rah jalan lahir, di usia kehamilan sekitar 8-9 bulan. Akan tetapi, jika posisi ini terjadi di usia ke 8 kehamilan akan rentan mengalami kekurangan ruang dalam Rahim.

2. Posisi Melintang

Posisi bayi dalam kandungan ini bisa dijumpai pada beberapa kondisi kehamilan. Kaki dan kepala bayi ada di bagian samping kiri dan kananĀ  tubuh Bunda atau bisa sebaliknya. Posisi tersebut memang sangat langka, bahkan kemungkinan terjadi sangat kecil. Umumnya posisi melintang dapat menyebabkan bayi merasa kesulitan memutar arah, dengan begitu sangat rentan mengalami cacat structural.

3. Posisi Posterior

Biasanya bayi lahir normal, maka posisi bayi dalam kandungan menghadap ke arah punggung ibunya. Namun bayi yang mengalami posisi postererior ini justru mengalami hal sebaliknya, yaitu posisi wajah pada bayi menghadap perut Bunda. Posisi ini umumnya dapat menyebabkan munculnya gejala sakit punggung saat proses persalinan.

4. Posisi Bayi Sungsang

Posisi bayi dalam kandungan ini merupakan hal yang paling ditakuti kebanyakan wanita hamil. Berdasarkan survey, mengungkapkan jika di setiap kelahiran 100 bayi, ada 4-5 bayi yang mengalami posisi sungsang.

Disebut sungsang sebab posisi kepala si kecil tak berada di bawah, melainkan berada di atas, dengan begitu bokong dan kaki ada di jalan lahir. Kondisi ini sangat rentan memicu kelahiran cacat pada bayi. Jika Bunda mengalami posisi bayi sungsang saat mendekati persalinan, sebaiknya periksakan kandungan dengan rutin untuk mendeteksi adanya gangguan saat kehamilan.



Apabila diketahui janin dalam posisi yang sungsang, bisa segera dilakukan berbagai pilihan prosedur medis untuk mengubah posisi sungsang sebelum persalinan. Apabila tak memungkinkan, biasanya dokter segera mengambil tindakan untuk melakukan operasi Caesar.

Cara Mengatasi Sungsang

posisi bayi sungsang

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, kondisi bayi sungsang dapat membuat proses persalinan menjadi sulit, dengan begitu harus melalui jalan operasi Caesar. Adapun untuk mengatasinya, dokter biasanya membalikkan posisi bayi. Namun, Bunda juga dapat melakukan beberapa hal agar posisi bayi dalam kandungan kembali normal, seperti cara-cara berikut ini :

1. Posisi Telentang

Berbaring di atas lantai yang sudah dialasi oleh matras yoga atau karpet. Kemudian letakkan bantal tepat di bawah punggung supaya posisi perut Bunda lebih tinggi dibandingkan posisi kepala. Jika kepala Bunda merasa tidak nyaman, Bunda juga bisa memakai bantal untuk menahan kepala, asalkan menambah bantal lagi di bawah pinggul supaya posisinya lebih tinggi dibandingkan kepala.

Lalu ambil nafas secara perlahan, lalu usahakan tubuh Bunda serileks mungkin. Bunda bisa tetap berada pada posisi ini hingga 15 menit. Untuk mengembalikan posisi bayi dalam kandungan agar normal, Bunda bisa melakukannya hingga 3 kali sehari.

2. Posisi Berlutut Memakai Kedua Tangan

Letakkan kedua telapak tangan dan lutut Bunda di lantai, lalu dorong pangul ke bagian atas sampai Rahim berada dalam posisi yang lebih tinggi dibandingkan posisi kepala. Pada posisi ini, Bunda bergoyang ke arah depan dan belakang perlahan.

Cara ini bisa dilakukan selama 5 sampai 15 menit. Usahakan menggunakan alas atau matras yang nyaman supaya lutut dan tangan tak secara langsung bersentuhan pada lantai. Bisa juga menggunakan penyangga supaya lebih nyaman. Bunda bisa melakukan cara untuk mengembalikan posisi bayi dalam kandungan sungsang ini sebanyak 2 kali sehari.

3. Push Up

Posisi latihan ini memang sulit dilakukan saat hamil, untuk itu Bunda bisa meminta bantuan asisten rumah tangga atau suami untuk melakukannya. Adapun caranya, cukup meluruskan badan Bunda menghadap ke arah lantai. Lalu letakkan posisi kaki dalam posisi yang lebih tinggi dibandingkan kepala, menggunakan bantal atau kursi. Bunda bisa meminta bantuan orang terdekat untuk memegangi supaya tidak terjatuh.

Selain itu, letakkan pula bantalan tepat di bawah perut supaya perut Bunda tak menyentuh lantai secara langsung ketika Bunda lelah menahan gerakan atau posisi tersebut. Tahan posisi push up sampai 30 detik, kemudian ulangi hingga 3 kali.

4. Memanfaatkan Suara Ayah atau Musik

Untuk menormalkan posisi bayi dalam kandungan agar tidak sungsang yaitu dengan memakai suara ayah atau suara musik. Ketika bayi Bunda sudah siap dilahirkan, maka bayi akan merespon berbagai suara yang ia dengar di dalam Rahim. Baca juga musik klasik untuk ibu hamil.

Bunda bisa menggunakan musik klasik agar merangsang si kecil bergerak menuju arah suara. Selain itu, Bunda juga bisa meminta suami berbicara pada bayi di dalam kandungan. Pastikan ayahnya berbicara dekat di bawah Rahim sehingga kepala janin pun akan berangsur bergerak untuk mendekatinya.

5. Posisi Duduk

Posisi tegak sembari memegang kedua lutut Bunda dapat membuka pelvis, sehingga mempermudah bayi agar mendekati arah jalan lahir.

6. Senam Hamil

Gerakan senam hamil secara khusus untuk posisi bayi sungsang mempunyai peranan besar mengatasi janin yang tak ingin berputar untuk kembali ke posisi bayi dalam kandungan normalnya. Salah satu jenis olahraga paling dianjurkan yaitu berenang.

Hal tersebut dikarenakan berenang dapat membuat tubuh dan panggul ibu lebih longgar serta santai, sehingga bayi bisa bergerak serta menghindari posisi yang sungsang. Selain itu, Bunda juga bisa melakukan gerakan senam hamil lainnya, baik dengan mengikuti kelas senam hamil ataupun di rumah sendiri.



Itulah beberapa cara yang bisa Bunda lakukan agar posisi bayi dalam kandungan tidak sungsang. Semoga bermanfaat!

 

 

1,701 kali dilihat, 39 kali dilihat hari ini


Pencarian Terkait :

  • posisi bayi dalam kandungan
  • macam macam letak janin
  • jenis jenis letak janin
  • macam macam posisi bayi dalam kandungan
  • posisi kepala bayi dibawah dan punggung di depan amankah
  • macam macam posisi janin
  • posisi janin dalam kandungan
  • posisi bayi dlm kandungan
  • Posisi janin dlm kandungan
  • macam letak janin dalam kandungan

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!