LENGKAP | Tanda Tanda Kehamilan dan Cara Mengatasinya

tanda tanda kehamilan

Banyak tanda tanda atau gejala kehamilan yang bisa dilihat maupun tidak bisa dilihat saat seorang wanita mengalami kondisi hamil. Ada beberapa ibu yang harus beristirahat total saat hamil karena kondisi tubuhnya yang menjadi sangat lemah. Ibu hamil bisa saja merasa sangat kepayahan. Tetapi ada juga yang sebaliknya, tetap fit dan bahkan bisa beraktivitas seperti biasa, tanpa merasakan apa pun yang memberatkan. Bersyukurlah jika Bunda termasuk golongan yang terakhir, anggap saja ini sebagai hadiah yang menyenangkan.

Walapun ada beberapa tanda-tanda kehamilan yang sangat mencolok, tetapi terkadang ada beberapa wanita yang tidak menyadari bahwa dirinya tengah hamil, hingga beberapa bulan setelah dia berhenti haid dan merasa ada yang berbeda dengan tubuhnya. Kondisi bukan hanya dialami wanita ketika hamil pertama namun juga biasa terjadi pada kehamilan kedua, atau pada kehamilan ketika sang ibu tetap fit dan tidak merasakan ada sesuatu yang tidak biasa di tubuhnya.

Di artikel ini kita akan membahas tentang beberapa tanda- tanda kehamilan. Tanda-tanda kehamilan ini sering kali menjadi keluhan yang membuat banyak ibu hamil yang merasa kurang atau tidak nyaman saat menjalani kehamilannya.

Tanda- Tanda Kehamilan Terlihat dan Tidak Terlihat

Apa saja tanda tanda kehamilan dan keluhan kehamilan itu? Berikut Ulasanya

1. Terlambat Haid

Cara Cepat Hamil

Tanda kehamilan yang satu ini pasti terjadi pada semua ibu hamil. Tidak mungkin ibu hamil mengalami menstruasi atau haid. Karena hormon yang bekerja dalam tubuh Bunda telah berganti dengan hormon lain yang berfungsi untuk melindungi dan mendukung pertumbuhan bayi dalam rahim Bunda. Kalaupun ada bercak darah yang keluar di awal kehamilan, itu bukan darah haid melainkan hanya flek. Justru bercak darah itu pertanda bahwa ada penempelan janin di dinding rahim Bunda.

2. Flek/bercak Darah dan Kram Perut

Mengatasi Anemia Pada Ibu Hamil

Banyak yang mengira bahwa bercak darah ini adalah darah haid, padahal justru ini dalah tanda awal kehamilan. Flek ini terjadi karena ada embrio yang sedang ber-implantasi (implantation bleeding) di dinding rahim. Banyak atau sedikitnya bercak darah, lama atau tidaknya terjadi flek, sangat tergantung pada kondisi tubuh sang ibu. Solusinya jika terjadi flek ringan adalah berhenti melakukan aktivitas, lalu berbaringlah di tempat tidur.

Tetapi jika terjadi flek serius (banyak darah yang keluar), pergilah ke dokter untuk mendapatkan pertolongan medis sesegera mungkin. Selain itu, keluarnya bercak darah biasanya diikuti oleh kram perut. Kram perut pada kondisi terjadinya kehamilan akan terjadi secara teratur, dan kondisi kram perut ini akan terus berlanjut sampai kehamilan trimester kedua, sampai letak uterus posisinya herada di tengah dan disangga oleh panggul.

3. Morning Sickness

Morning Sickness atau Mual Saat Hamil

Banyak wanita yang tidak tahu bahwa dirinya tengah hamil, hingga mereka mengalami apa yang disebut morning sickness, yaitu suatu keadaan mual dan muntah yang biasanya terjadi pada pagi hari. Terkadang rasa mual itu bukan dorongan ingin mengeluarkan sesuatu, tetapi hanya ada rasa mual dan rasa akan muntah.

Jika ingin dimuntahkan, kadang yang keluar hanya air, atau bahkan tidak mengeluarkan sesuatu sedikit pun. Dorongan mual dan muntah ini kadang tidak hisa terhindarkan Bunda mencium aroma tertentu, entah sabun cuci, wewangian, bahkan bawang merah atau aroma melati juga bisa memicu adanya mual pada ibu hamil. Walaupun istilahnya morning sickness, namun kenyataannya, rasa mual dan ingin muntah ini tidak hanya terjadi di pagi hari, tetapi pada siang dan malam hari juga. Bahkan ada yang merasa sangat mual setiap saat dan di mana pun ketika ibu hamil mencium aroma atau wewangian tertentu, maka dorongan mual dan muntah terjadi begitu saja.

Morning sickness disebabkan oleh peningkatan hormon kehamilan (hCG) secara tiba-tiba dalam aliran darah. Peningkatan hormon ini akan mengakibatkan efek pedih pada lapisan perut dan menimbulkan rasa mual. Rasa mual ini biasanya akan menghilang memasuki kehamilan trimester kedua. Tetapi jika rasa mual dan muntah masih terjadi pada usia kehamilan trimester kedua, sebaiknya periksakan dan konsultasikan pada dokter mengenai hal ini.

Tips Untuk Menyiasati Morning Sickness

Tip-tip untuk menyiasati morning sickness antara lain:

  • Minumlah air hangat yang manis sebelum Bunda beranjak ke kamar mandi saat pagi hari.
  • Makanlah heherapa biskuit atau camilan sehat agar lambung Bunda tidak kososng. Seperti Bunda tahu, lambung yang kosong akan mengeluarkan asam lebih banyak yang akan mendorong rasa mual dan ingin muntah.
  • Ciumlah aroma jeruk atau wewangian yang dapat menghindarkan Bunda dari mual, dan jauhi sumber bau yang memicu rasa mual Bunda. Selain itu, makan permen rasa buah yang segar juga bisa menjadi cara efektif untuk menghindari rasa mual dan muntah.

4. Pusing dan Sakit Kepala

sakit kepala saat hamil

Pusing dan sakit kepala adalah keluhan yang mungkin akan dijumpai di sepanjang usia kehamilan. Ada beberapa hal yang menyebabkan Bunda mengalami pusing atau sakit kepala. Aktivitas yang membuat Bunda lelah, kekurangan asupan kalori, peredaran darah yang kurang lancar, atau pikiran yang tegang dan kurang rileks dapat menyebabkan metabolisme tubuh tidak stabil sebingga Bunda akan mudah sekali terserang pusing atau sakit kepala.

Tip yang bisa dilakukan:

  • Jika rasa pusing datang, segera rebahkan tubuh, posisikan kaki lebih tinggi dari kepala.
  • Minumlah segelas air manis, bisa teh hangat atau jus yang menyegarkan atau makanlah beberapa kue atau makanan yang mengandung kalori.
  • Istirahat yang berkualitas atau tidur yang cukup. Sebaiknya menghindari aktivitas yang menguras energi dan pikiran.

5. Mudah Lelah, Lesu, dan Tidak Bersemangat

aktivitas donor darah ibu hamil

Tubuh Bunda harus menyesuaikan dengan kondisi dan metabolisme yang berbeda dengan sebelum Bunda hamil. Sekarang ada makhluk kecil yang tumbuh di dalam rahim Bunda dan hidupnya sangat tergantung kepada Bunda. Hal ini menyebabkan penurunan kadar gula darah di tubuh Bunda sehingga energi Bunda untuk melakukan aktivitas pun akan berkurang.

Selain itu, meningkatnya hormon progesteron adalah penyebab mengapa Bunda sering merasa lelah, terutama di saat awal-awal kehamilan. Hormon ini berfungsi untuk memperkuat rahim. Selain itu, hormon ini juga memengaruhi sistem saraf pusat untuk membuat badan mudah mengantuk, berkesinambungan dengan turunnya gula darah, sehingga badan terasa lelah walaupun sepertinya tidak melakukan kegiatan serat.

Tetapi Bunda tidak perlu khawatir, karena kondisi ini biasa terjadi di trimester pertama kehamilan. Seiring dengan bertambahnya usia kehamilan, maka tubuh Bunda juga sudah bisa menyesuaikan dengan keadaan baru ini (hamil).

Tipnya hampir sama dengan tip-tip untuk mengatasi beberapa keluhan kehamilan di atas. Makanlah sedikit namun sering, untuk menjaga kadar gula darah tetap stabil, sehingga membantu badan Bunda tetap fit. Perbanyaklah makan buah dan sayur untuk mencukupi kebutuhan vitamin yang dapat melindungi Bunda dari virus penyebab penyakit.

6. Perasaan Sensitif dan Tidak Terkontrol

bahaya stress ibu hamil

Mungkin banyak ibu hamil yang merasa emosinya tak keruan. Terkadang kemarahan muncul hegitu saja untuk hal-hal kecil. Ini wajar dialami oleh ibu hamil, dan akan hanyak orang yang maklum atas kemarahannya. Penyebahnya? Lagi-lagi disebabkan karena perubahan kadar hormon dan penyesuaian tuhuh dan pikiran Bunda untuk mendukung kehamilan. Peralihan peran dari seorang gadis ke seorang ibu membutuhkan proses untuk mempersiapkan mental. Jadi dalam masa kehamilan, pikiran Bunda sedang mempersiapkan itu.

Emosi yang tidak stabil juga dapat disebabkan karena kurangnya perhatian dari suami atau keluarga. Hal inilah yang bisasanya mendasari adanya istilah “ngidam”.

Tipnya sederhana saja, cobalah lebih terbuka kepada suami atau keluarga tentang apa yang Bunda inginkan dan apa yang Bunda rasakan. Dengan begitu, rasa empati akan terjalin untuk Bunda, sehingga setiap waktu akan selalu ada perhatian yang lebih untuk Bunda.

7. Sering Buang Air Kecil

ibu hamil sering buang air kecil

Apakah Bunda merasa volume air seni Bunda bertambah sejak kehamilan? Yap! Proses metabolisme tubuh Bunda meningkat saat hamil, volume darah bertambah, dan tubuh Bunda juga mengalami peningkatan hormon kehamilan. Hal-hal itu yang menyebabkan peningkatan volume urine. Pertumbuhan janin yang semakin besar akan menekan kandung kemih sehingga keinginan buang air kecil juga meningkat.

Tip untuk Mengatasi Buang Air Kecil:

  • Jika Bunda akan bepergian, pastikan ada toilet di tempat Bunda bepergian, jadi Bunda tidak kesulitan saat tiba-tiba ingin buang air kecil.
  • Tisu adalah hal utama untuk menjaga kebersihan daerah kewanitaan Bunda. Jika daerah kewanitaan bersih, maka Bunda akan terhindar dari infeksi saluran kencing.
  • Jangan pernah membatasi konsumsi air putih untuk menjaga kestabilan metabolisme tubuh Bunda. Jangan sampai Bunda terkena dehidrasi, karena akan sangat berbahaya jika Bunda sampai mengalaminya.
  • Jangan menunda untuk buang air kecil. Menunda buang air kecil akan berpengaruh buruk terhadap kesehatan organ reproduksi Bunda.

8. Peningkatan Suhu Basal Tubuh

Suhu tubuh Bunda akan mengalami peningkatan selama masa kehamilan. Metabolisme yang meningkat menyebabkan suhu tubuh ikut meningkat. Apalagi berat badan Bunda juga meningkat. Hal ini tentu saja berpengaruh terhadap peningkatan suhu tubuh.

9. Sering Meludah

Ibu hamil memang tidak dapat dipisahkan dari rasa mual. Padahal saat kita mual maka hal yang paling sering dilakukan adalah meludah. Rasanya air ludah terasa lebih pahit dan tidak enak dibandingkan sebelum hamil. Ini sangat diperngaruhi oleh perubahan hormon dan metabolisme tubuh ibu hamil. Oleh karena itu, ibu hamil akan sering meludah.

Tip untuk Bunda:

  • Jika keinginan meludah semakin sering, cobalah minum segelas sirup atau jus yang menyegarkan.
  • Selalu sediakan permen mint atau permen gulas (gula asem). Keduajenis permen tersebutbisamenghindarkan kita dari mual dan muntah.

10. Sembelit

Wasir Pada Ibu hamil

Sembelit adalah keluhan yang mengganggu ibu hamil, apalagi di usia kandungan yang telah menginjak 7 bulan ke atas. Bunda bisa dibayangkan betapa tak nyaman rasanya saat perut ibu hamil sudah begah oleh membesarnya kandungan, dan masih ditambah oleh timbunan feses yang memenuhi usus karena sistem ekskresi pencernaan yang tidak lancar.

Keluhan ini memang sering dialami oleh ibu hamil yang kekurangan serat. Mengendurnya otot dinding rahim dan dinding usus karena meningkatnya hormon progresteron menyebabkan ibu hamil susah buang air besar, atau dikenal dengan istilah sembelit. Walaupun ada keuntungan dari kendurnya otot dinding usus yaitu penyerapan nutrisi menjadi lebih baik, tetapi tetap saja terasa sangat tidak nyaman bagi ibu hamil.

Tip untuk Bunda:

  • Minum air putih sebanyak dan sesering mungkin. Makanlah makanan yang mengandung serat, seperti sayur dan buah-buahan. Sayuran tinggi serat antara lain; bayam, brokoli, jagung, labu, wortel, dan masih banyak lagi. Untuk buah, kandungan serat dan vitamin yang tinggi dapat ditemukan dalam buah apel, Jambu biji, avokad, manggis, pisang, semangka, dan pepaya. Di samping baik untuk menghindarkan Bunda dari masalah sembelit, buah dan sayur sangat bermanfaat bagi tumbuh kembang janin yang ada di rahim Bunda. Olahraga yang teratur untuk memperlancar sistem ekskresi tubuh.

11. Perubahan Bentuk Tubuh

Mungkin di awal kehamilan, Bunda belum menyadari bahwa tubuh Bunda sedikit demi sedikit telah mengalami perubahan. Bagian yang paling dapat dirasakan perubahannya adalah payudara yang semakin kenyal, berisi, dan tampak lebih tegang dari biasanya (terutama bagian puting). Seiring dengan bertambahnya usia janin, tubuh Bunda juga akan mengalami pertambahan berat badan. Saat hamil, tubuh Bunda akan mempersiapkan diri untuk menyesuaikan dengan berat janin yang semakin besar, sehingga bisa dipastikan bagian bokong, paha, dan lengan Bunda akan membesar juga.

Tip untuk Bunda:

  • Cobalah gaya baru untuk memperbarui susasana. Bunda bisa mencoba potongan rambut baru atau membeli baju dengan model berbeda dari yang biasa Bunda pakai. Mencoba penampilan baru dapat meningkatkan rasa percaya diri dan menambah semangat Bunda. Sebab Bunda akan lebih siap untuk menghadapi perubahan tubuh Bunda jika suasana hati Bunda kondusif.

12. Sensitif Terhadap Bau

ibu hamil ngidam dan cara mengatasinya

Sejak awal kehamilan atau mungkin saja selama kehamilan berlangsung, Bunda terasa sangat mual saat menghirup bau parfum suami, padahal biasanya Bunda sangat suka dengan bau parfumnya. Ini sangat normal. Setiap ibu hamil memiliki kadar sensitivitas yang berbeda-beda, pun kepada jenis bau yang terhirup. Ada yang sensitif terhadap bau parfum tertentu, ada yang sensitif terhadap bau sabun, bau bunga, bau makanan atau bahan makanan seperti bawang misalnya, dan bau-bau yang lain.

Tip untuk Bunda:

  • Jika memungkinkan, hindari sumber bau yang membuat Bunda semakin mual.
  • Pakailah masker atau bawalah tisu untuk menutupi hidung Bunda jika terpaksa berdekatan dengan sumber bau yang membuat Bunda tidak nyaman.
  • Kondisi fisik memengaruhi sensitivas indra pembau ibu hamil. Jika Bunda merasa lebih sensitif terhadap bau dari hari biasanya, mungkin Bunda sedang tidak fit. Segeralah beristirahat.

13. Anemia

manfaat daun pepaya untuk mencegah anemia ibu hamil

Anemia adalah kondisi kekurangan darah, ketika konsentrasi hemoglobin kurang dari normal, yaitu kurang dari 11,5 gr/dL atau Hct kurang dari 36% pada wanita. Penyebabnya bermacam- macam, antara lain: kekurangan zat gizi pada makanan yang Bunda konsumsi maupun kurangnya zat besi dalam bahan makanan.

Keluhan dari anemia yang paling sering berupa lemas dan pusing, mudah lelah bila melakukan aktivitas, napas pendek, dan pucat.

Tip Mengatasi Anemia untuk Bunda:

Untuk mencukupi kebutuhan zat gizi agar dapat mencegah anemia, ibu hamil harus banyak mengonsumsi beberapa makanan di bawah ini:

  • Sayuran hijau. Jenis sayuran yang sangat dianjurkan untuk para penderita anemia yaitu seledri, bayam, kentang, kangkung, dan kembang kol. Selain bisa mengatasi anemia, sayuran hijau ini juga bisa membantu mengontrol berat badan Bunda.
  • Telur. Kandungan protein yang ada di dalam telur sangat baik untuk membantu memproduksi sel darah merah dalam tubuh. Bunda bisa mengonsumsi telur rebus untuk meningkatkan kadar sel darah merah.
  • Hati ayam. Hati ayam sangat baik untuk mengatasi anemia dan memberikan stamina yang lebih. Selain direbus dan digoreng, hati ayam juga bisa diolah dengan cara ditim. Konsumsilah hati ayam dua kali sehari untuk mengatasi anemia yang diderita.
  • Daging. Daging segar banyak sekali mengandung protein yang bisa meningkatkan produksi hemoglobin dalam darah. Jenis daging yang sangat dianjurkan adalah daging kambing. Dibandingkan daging sapi, daging kambing lebih kaya protein. Tetapi ingat, hatasi konsumsi daging kambing untuk karena rawan menyebabkan kolesterol dan sakit pada jantung.
  • Daun bawang merah. Daun bawang merah selain dapat dicampur dengan telur, juga bisa dijadikan ramuan tersendiri untuk mengatasi anemia. Caranya, yaitu rebuslah daun bawang merah seberat 60 gram yang dicampur dengan 1 butir kuning telur. Kemudian minum ramuan tersebut setiap hari dua kali.
  • Kacang almond. Kacang almond kaya zat besi yang baik untuk meningkatkan produksi sel darah dan memperlancar aliran darah dalam pembuluh sehingga oksigen dan nutrisi yang dibawa oleh sel-sel darah merah dapat didistribusikan ke tubuh dengan cepat. Buah-buahan yang mengandung banyak vitamin C, seperti jeruk, stroberi, pepaya, tomat.

Selain beberapa bahan makan di atas, Bunda sangat disarankan untuk melakukan beberapa tip di bawah ini;

  • Mengurangi konsumsi teh dan kopi atau minuman yang mengandung kafein.
  • Isitirahat yang cukup.

14. Heartburn

heartburn

Heartburn adalah kondisi di mana ibu hamil akan merasakan panas atau terbakar di daerah sekitar dadanya. Biasanya keluhan ini terjadi pada terimester kedua dan semakin sering pada trimester ketiga. Apalagi ibu hamil yang mempunyai penyakit mag, semakin besar risiko terserang heartburn saat hamil.0

Heartburn tidak berpengaruh secara langsung pada janin, tetapi saat mengalami heartburn, sang ibu menjadi enggan untuk makan. Hal inilah yang akan memengaruhi asupan nutrisi pada janin yang akan berdampak pada tumbuh kembangnya.



Heartburn disebabkan karena naiknya asam lambung ke arah kerongkongan akibat semakin membesarnya rahim. Asam lambung tersebut akan mengakibatkan iritasi pada dinding kerongkongan karena makanan bercampur dengan asam lambung.

Tip untuk mengurangi atau menghindari heartburn

Hindari makanan dan minuman yang dapat memicu heartburn, seperti:

  • Al*0h0l.
  • Makanan pedas.
  • Makanan yang memiliki tingkat keasaman yang tinggi seperti jeruk dan tomat.
  • Makanan yang bersifat panas dan mengandung banyak lemak, seperti makanan-makanan yang digoreng.
  • Minuman yang mengandung kafein seperti kopi, teh, dan juga minuman bersoda.
  • Cokelat. Cokelat memiliki sifat yang menenangkan otot-otot tubuh manusia. Namun dalam hal ini, kemampuan tersebut justru akan memengaruhi meningkatnya asam lambung ke kerongkongan.
  • Menjaga pola makan. Sangat disarankan agar ibu hamil makan dalam porsi kecil namun sering. Kebiasaan ini dapat mencegah perut kosong lebih lama sehingga asam lambung bisa dinetralisasi. Makan 6 kali sehari dalam porsi yang kecil lebih dianjurkan daripada makan 3 kali sehari dalam porsi yang besar.
  • Hindari makan sebelum tidur. Tunggulah 2 hingga 3 jam setelah makan, barn berbaring atau tidur. Berbaring setelah makan akan menyebabkan makanan naik ke kerongkongan dan memicu heartburn saat hamil.
  • Banyak mengonsumsi sayur dan buah Untuk mengatasi heartburn saat hamil, Bunda harus banyak mengonsumsi sayur dan buah, termasuk buah pepaya, dan juga air kelapa muda. Usahakan untuk menghindari buah pepaya yang masih mengkal. Gunakan pakaian yang longgar dan menyerap keringat Pakaian yang ketat dan panas dengan bahan yang tidak menyerap keringat akan membuat Bunda semakin tersiksa saat mengalami heartburn. Selain itu, pakaian ketat juga dapat memberikan tekanan yang besar kepada perut sehingga dapat mengganggu janin yang ada di dalamnya, serta mengganggu kenyamanan Bunda. Perbanyak minum air putih, minimal 2 liter sehari.
  • Air putih sangat bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Terutama untuk ibu hamil. Air putih dapat melancarkan metabolisme tubuh, mengeluarkan racun-racun dari tubuh melalui keringat dan urine, dan juga menjaga kadar air dalam sel-sel tubuh, sehingga terhindar dari dehidrasi.

15. Pendarahan

Pendarahan saat hamil selalu dihubungkan dengan keguguran, padahal ada banyak kondisi yang menyebabkan pendarahan pada ibu hamil, dan tidak selamanya merupakan pertanda keguguran.

Beberapa hal penyebab pendarahan antara lain:

1. Kehamilan di Luar Kandungan

Kehamilan di luar kandungan disebabkan oleh janin yang tumbuh, selain pada rahim. Bisa pada ovarium, tuba falopi, leher rahim atau serviks. Sel telur yang telah dibuahi tidak akan bisa tumbuh dengan normal jika tidak di dalam rahim. Karena itu, jaringan ektopik harus diangkat untuk menghindari komplikasi yang dapat berakibat fatal.

Jika kehamilan ektopik menyebabkan tuba falopi sobek, maka akan terjadi pendarahan hebat yang dapat memicu hilangnya kesadaran. Ini adalah salah satu bahayanya kehamilan ektopik. Kasusnya, 1 dari 60 kehamilan mengalami kondisi kehamilan di luar kandungan/kehamilan ektopik.

Kehamilan ektopik termasuk kondisi medis yang membutuhkan penanganan darurat. Karena itu, sebaiknya Bunda segera ke rumah sakit jika mengalami gejala-gejala seperti di atas.

2. Hamil Anggur

Hamil anggur adalah kehamilan yang disebabkan karena sel telur yang dibuahi tidak mengandung DNA (informasi genetik) yang jelas atau jika satu sel telur normal dibuahi oleh dua sperma secara bersamaan. Sehingga dalam perkembangannya, sel yang telah dibuahi ini dan plasenta tidak berkembang, tetapi membentuk sekumpulan massa yang disebut kista.

Pada awalnya, hamil anggur ini menunjukkan tanda-tanda yang sama seperti kehamilan umumnya, akan tetapi lambat laun akan mulai menunjukkan beberapa gejala antara lain: pendarahan yang keluar dari vagina khususnya pada trimester pertama, keluarnya jaringan seperti anggur dari v4gina, rahim yang tampak lebih besar dari usia kandungan yang sebenarnya, mual, dan muntah yang parah.

3. Pemisahan Plasenta

Pendarahan yang terjadi pada ibu hamil pada trimester kedua kehamilan dapat disebabkan oleh terjadinya pelepasan plasenta dari dinding rahim sebelum melahirkan. Bahkan ini sering terjadi pada ibu hamil yang mengalami usia kehamilan memasuki 12 minggu sebelum kelahiran.

Meskipun demikian, wanita yang mengalami kondisi ini hanya sejumlah 1% dari wanita yang sedang hamil. Hingga saat ini belum ada penyebab pasti mengapa terjadi pemisahan plasenta sebelum kelahiran ini.

4. Placenta Previa

Placenta previa adalah terjadinya kondisi plasenta menempel di bagian bawah rahim sehingga menutupi sebagian atau seluruh jalan lahir. Penyebab pasti placenta previa belum diketahui secara pasti, akan tetapi ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan placenta previa pada ibu hamil, antara lain: mengalami placenta previa sebelumnya, pernah melakukan kuratasi, dan pengangkatan miom, pernah operasi caesar sebelumnya, pernah menggunakan kokain.

Gejala placenta previa adalah terjadinya pendarahan vagina setelah 20 minggu kehamilan yang disertai dengan sakit dan kram.

Placenta previa dapat menyebabkan komplikasi serius dan berakibat fatal bagi ibu dan bayi, jika tidak ditangani dengan baik, misalnya pendarahan hebat pada saat melahirkan dan bahkan setelahnya.

  1. Kelahiran prematur

Ibu hamil yang mengalami pendarahan dapat menjadi pertanda terjadinya kelahiran prematur. Jika terjadi pendarahan pada ibu hamil beberapa minggu sebelum memasuki usia persalinan, maka harus segera dilakukan tindakan medis agar tidak membahayakan janin dan kesehatan ibu.

16. Keputihan

Bahaya Keputihan Pada Ibu Hamil

Keputihan adalah keluarnya cairan berwarna putih kekuningan, agak kental atau cair, dan biasanya muncul menjelang datang bulan. Kondisi tersebut adalah keputihan yang normal dan sehat. Tetapi ada kalanya pada ibu hamil, cairan tersebut akan bertambah banyak karena perubahan hormon kehamilan.

Nah, keputihan disebut berbahaya jika telah berubah menjadi kental, berbau menyengat dan berwarna kekuningan atau bahkan kehijauan, vagina terasa gatal dan panas, terutama saat buang air kecil. Jika Bunda merasakan hal seperti ini, segeralah ke dokter untuk melakukan pemeriksaan.

Penyebab keputihan bermacam-macam, salah satunya adalah keadaan lembap di seputar organ kewanitaan, sehingga menyebabkan tumbuhnya bakteri dan jamur seperti Candida, Bacil, atau protozoa.

Keputihan yang parah akan mengakibatkan ketidaknyamanan bagi ibu hamil, serta dapat mengakibatkan janin lahir prematur dengan berat badan rendah.

Tip menghindari keputihan:

Menghindari makanan pemicu keputihan seperti buah nanas, telur, udang, manisan kaleng, mentimun, dan makanan fermentasi. Hindari juga konsumsi obat antibiotik dalam jangka waktu yang panjang, karena bisa menyebabkan keputihan. Jadi sebaiknya, selama kehamilan berlangsung, selalu konsultasikanlah segala obat yang Bunda minum ke dokter untuk memastikan obat itu aman dan tidak menimbulkan efek samping bagi Bunda. Hindari pakaian yang ketat dan tidak menyerap keringat, terutama untuk celana dalam. Bunda bisa memilih yang berbahan katun, karena sifatnya yang mudah menyerap keringat, sehingga bagian vagina tidak lembap.

Hindari pemakaian panty liner sepanjang hari, atau bahkan setiap hari. Walaupun terkesan menyerap cairan yang keluar dari vag*na, tetapi dasar Tpanty yang terbuat dari plastik membuat sirkulasi udara tidak bagus, sehingga daerah itu justru menjadi lembap.

Jagalah kebersihan area kewanitaan, baik selesai buang air kecil maupun buang air besar. Bersihkan area dari depan ke belakang (dari vulva/bibir vag*na ke belakang, setelah itu baru bersihkan anus) untuk menghindari masuknya mikroorganisme patogen yang menyebabkan keputihan.

Pastikan area kewanitaan Bunda kering dan bersih. Keringkan dengan tissu untuk membuat daerah itu tetap kering. Hindari penggunaan sabun untuk membersihkan organ kewanitaan. Perbedaan pH antara sabun dan daerah kewanitaan menjadi lebih lembap dan membuat kuman-kuman berkembang dengan baik. Untuk sabun khusus wanita, pakailah hanya jika dirasa perlu saja.

 

17. Sakit dan Nyeri Punggung

Banyak wanita yang mengalami nyeri punggung di sepanjang kehamilannya. Hal ini disebabkan oleh hormon kehamilan yang mengendurkan sendi ikatan tulang dan otot di pinggul sebagai persiapan proses persalinan. Selain itu, berat badan janin pun naik. Keadaan ini sering kali membuat Bunda mencondongkan perut sehingga menambah lengkungan pada bagian bawah punggung Bunda dan mengakibatkan rasa nyeri.

Tip untuk menghindari sakit atau nyeri punggung: Biasakanlah untuk berdiri dan duduk dengan posisi yang benar. Luruskan punggung, jagalah agar punggung tidak melengkung.

Kenakanlah sepatu yang nyaman, bertumit lebar, dan sebaiknya Bunda menghindari sepatu berhak tinggi. Berat badan Bunda yang semakin naik, dengan tumpuan berat badan berada di perut akan sangat menyulitkan Bunda jika memakai sepatu hak tinggi. Bunda akan mudah terkena nyeri punggung, kram betis, atau kesulitan mengatur keseimbangan tubuh.

Hindari pekerjaan kantor ataupun rumah tangga yang terlalu berat. Minta tolonglah kepada orang lain untuk melakukan pekerjaan yang terlalu berat untuk Bunda. Namun, Bunda harus mengomunikasikan terlebih dahulu kehamilan Bunda pada atasan di tempat kerja. Di rumah, jika memungkinkan, Bunda dapat mempekerjakan asisten rumah tangga yang memhantu Bunda dalam

mengerjakan pekerjaan-pekerjaan rumah. Pilih posisi tidur yang nyaman. Jika Bunda berbaring ke samping, pastikan paha kaki yang ada di posisi atas sejajar dengan kaki yang di bawah. Tempatkan bantal di sela paha dan satu batal lagi di depan lutut agar tidur Bunda terasa lebih nyaman. Sebaiknya ibu hamil tidur dengan posisi miring ke sebelah kiri, karena posisi ini memungkinkan bayi Bunda mendapatkan aliran darah dan nutrisi yang maksimal ke plasenta. Tetapi, sesekali miring ke kanan juga tidak masalah, yang penting Bunda merasa nyaman untuk beristirahat.

Bengkak dan kram Kaki

Pada umumnya, keluhan kaki bengkak dan kram kaki akan terasa saat kehamilan memasuki trimester ketiga. Kram kaki biasa terjadi saat bangun tidur di pagi hari, atau saat kita duduk terlalu lama.

Beberapa penyebab kram dan bengkak kaki antara lain:

  • Rasa tegang di bagian otot betis ini umumnya muncul saat kehamilan memasuki trimester kedua.
  • Perut yang semakin besar membuat pembuluh darah balik di sekitar wilayah pangkal panggul tertekan sehingga menyumbat peredaran darah yang menuju ke kaki. Ini pula yang menyebabkan sirkulasi darah menjadi lebih lambat pada wilayah kaki sehingga menyebabkan terjadinya kram.
  • Rendahnya kadar kalsium dan kalium, serta kelebihan fosfor juga dapat menjadi penyebab ketidaknyamanan ini.
  • Kelelahan otot di daerah kaki yang harus menahan berat badan tubuh yang bertambah. Hal ini diperberat lagi oleh aliran darah di kaki yang tidak lancar akibat terbendung oleh perbesaran rahim.

Tetapi Bunda tidak perlu khawatir. Bunda bisa melakukan beberapa hal di bawah ini untuk menghindari kram dan bengkak kaki:

  • Hindari berdiri atau duduk terlalu lama dengan kaki menyilang. Posisi tidur yang disarankan adalah telentang dengan kaki sedikit lebih tinggi daripada kepala. Bunda dapat mengganjal kaki dengan bantal. Hal ini bertujuan untuk melancarkan peredaran darah ke kaki. Saat Bunda sudah lebih merasa nyaman, miringkan tubuh agar perut tidak terlalu lama menekan dan membuat Bunda tidak nyaman.
  • Minumlah air putih 8 – 10 gelas per hari. Air putih berfungsi layaknya pelumas bagi sendi otot, dan menjadi suplai air ketuban.
  • Lakukan pijatan lembut di sekitar betis ketika kram menyerang.
  • Relaksasi dengan merendam kaki ke dalam air hangat- hangat kuku akan meredakan ketegangan otot yang terjadi.
  • Usahakan Bunda tidak terlalu lelah dalam beraktivitas. Istirahatlah bila memang tubuh Bunda memerlukannya. Bunda juga dapat mengonsumsi suplemen magnesium karena magnesium dapat menurunkan kekejangan otot kaki. Sumber magnesium alami juga bisa Bunda dapatkan di dalam kacang-kacangan, biji-bijian, sayuran hijau, tomat, ikan, avokad, dan susu.
  • Asupan kalsium sangat disarankan untuk mengurangi keluhan kram. Ibu hamil membutuhkan sekitar 1.000 mg kalsium per hari. Asupan kalsium yang cukup selain dapat memperkuat tulang dan otot tubuh, juga diperlukan untuk pembentukan dan perkembangan tulang bayi. Sumber kalsium alami bisa Bunda dapatkan di susu, yogurt, bayam, lobak, brokoli, kangkung, kacang- kacangan, biji-bijian, buah avokad, pisang, jeruk, ikan salmon, sarden, udang, tabu, tempe, dan crackers. Berolahragalah secara teratur, walaupun itu olahraga yang sederhana seperti jalan pagi dan senam hamil. Olahraga sangat bermanfaat untuk melancarkan sirkulasi darah dan melenturkan otot-otot tubuh yang tegang.
  • Berbaringlah dengan posisi miring ke kiri guna memperlancar aliran darah. Posisi ini akan membantu ginjal untuk membuang sisa produk dan cairan dari tubuh ibu sehingga mengurangi pembengkakan pada kaki. Baca juga posisi tidur miring ibu hamil yang tepat.

19. Perubahan Kulit dan Rambut

Perubahan hormon pada kehamilan membuat beberapa perubahan pada kulit dan rambut. Jangan kaget jika Bunda mendapati bagian leher Bunda menghitam karena pigmentasi, atau wajah Bunda cenderung lebih berminyak. Yang paling jelas terlihat adalah adanya strechmark pada perut, kaki, hingga pantat. Strechmark adalah guratan-guratan yang muncul akibat membesarnya rahim dan kurangnya elastisitas kulit perut.

Sama halnya dengan rambut Bunda, rambut susah diatur dan rontok adalah keluhan yang paling sering muncul saat kehamilan.

Tip untuk Bunda:

  • Jagalah kebersiahan rambut dan kulit Bunda. Jangan sampai rambut sudah lepek baru keramas.
  • Selalu memakai body lotion setelah mandi agar kelembapan kulit terjaga.
  • Makanlah buah dan sayur agar tubuh mendapat vitamin untuk memperbaiki sel-sel kulit dan rambut yang rusak. Perbanyaklah minum air putih, karena air putih sangat membantu menjaga kelembapan kulit Bunda.
  • Jika perlu, oleskan baby oil secara teratur di daerah perut dan sekitarnya untuk membantu agar kulit lebih elastis, sehingga stretchmark bisa dihindari.

 

20. Wasir (Ambeien)

Manfaat Bawang Putih Bagi Kesehatan

Wasir atau juga ambeien adalah pembengkakan dan peradangan yang terjadi pada pembuluh darah balik (vena) di daerah sekitar anus. Penyakit ini dapat dialami oleh siapa saja, tak terkecuali oleh ibu hamil. Jangan anggap sepele tentang penyakit ini, karena jika tidak ditangani akan menganggu kenyamanan Bunda. Ada beberapa penyebab wasir, antara lain:

Perkembangan janin menekan vena hemmoroid dan vena di sekitar panggul.

Peningkatan kadar hormon pada saat hamil yang mengakibatkan dinding vena di bagian anus melemah. Sering menunda buang air besar, yang akhirnya menyebabkan sembelit.

Adanya pergerakan feses yang keras membuat dinding anus terluka dan terjadilah peradangan. Selain radang, wasir dapat juga terjadi karena pelebaran pembuluh darah vena di anus (rectum).

Tip untuk menghindari wasir Pada Ibu Hamil:

  • Hindari mengangkat benda-benda yang berat saat hamil.
  • Perbanyak mengonsumsi makanan berserat, seperti buah-buahan dan sayuran.
  • Minumlah air putih minimal 2 liter per hari atau sekitar 8 gelas per hari.
  • Biasakan untuk tidak menahan buang air besar. Buang air besar secara rutin dan teratur pada waktu-waktu tertentu, seperti di pagi hari.
  • Minumlah yogurt atau susu fermentasi yang dapat merangsang kerja usus agar lebih aktif. Jumlah konsumsi yogurt saat hamil dapat Bunda konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi.
  • Lakukan aktivitas untuk ibu hamil yang dianjurkan seperti; jalan santai, renang, atau olahraga ringan lainya yang sesuai dengan ibu hamil. Gerakan yang Bunda lakukan ini diharapkan dapat membantu otot-otot di saluran pencernaan untuk bergerak mendorong sisa makanan ke saluran pembuangan.
  • Hindari mengejan ketika buang air besar saat hamil. Dengan tidak mengejan, berarti menghindari kemungkinan terjadinya pembengkakan maupun peradangan pada pembuluh-pembuluh darah di daerah anus.
  • Untuk cara alami, Bunda bisa mencoba khasiat lidah buaya. Potonglah beberapa lidah buaya, kemudian oleskan lendirnya pada dubur Bunda.
  • Cara alami yang lain adalah dengan berendam di dalam air hangat. Air panas memiliki manfaat untuk mencairkan penggumpalan darah yang beku. Cukup menyiapkan sebuah baskom atau ember yang bisa Bunda duduki selama 10 – 15 menit, kemudian tuangkan air dengan suhu 40 – 60 derajat Celsius atau yang Bunda rasa cukup hangat namun tidak terlalu panas. Lakukan secara rutin setelah buang air besar.

21. Gusi Berdarah atau Bengkak

Pada wanita hamil, kadar hormon estrogen dan progesteron lebih tinggi dibanding wanita yang tidak hamil. Nab, meningkatnya kedua hormon ini berakibat pada kenaikan suplai darah pada gusi, sehingga ketika gusi mendapatkan respon penekanan yang sedikit kuat maka gusi akan menjadi lebih sensitif. Hal ini menyebabkan terjadinya peradangan pada gusi. Salah satu ciri terjadinya radang gusi adalah gusi berdarah dan bengkak. Selain itu, akumulasi bakteri pada plak atau gusi juga dapat menyebabkan peradangan gusi.

Ibu hamil yang gusinya terinfeksi atau giginya berlubang, dapat menularkan infeksi pada janin melalui sirkulasi peredaran darah. Hal ini, menurut Nurwansyah, dapat berisiko pada kelahiran prematur dan terserang preeklamsia alias keracunan pada masa kehamilan.

Tip untuk menghindari masalah gigi saat hamil:

Menjaga kesehatan mulut

Untuk menjaga kesehatan mulut bukan hanya dengan rajin menggosok gigi, tetapi juga dengan menjaga kebersihan lidah dan wilayah sekitar mulut. Pembersihan Karang Gigi

Karang gigi adalah tempat yang nyaman untuk bakteri berkumpul. Ditambah lagi sisa-sisa makanan yang menumpuk di karang gigi akan sangat memungkinkan terjadinya peradangan.

Kontrol plak dengan menggunakan sikat gigi dan rutin melakukan flossing . Flossing adalah kegiatan membersihkan sela-sela gigi menggunakan benang atau dental floss. Hal ini bertujuan untuk membersihkan gigi dari bakteri dan sisa makanan yang terselip di sela-sela gigi yang dapat menimbulkan plak atau karang gigi. Tumpukan plak dan karang gigi adalah sumber utama timbulnya masalah pada gigi seperti gusi berdarah. Hindari makanan manis seperti gula, permen, dan cokelat. Makanan manis sangat disukai bakteri yang menyebabkan radanggusi.

Banyak mengonsumsi vitamin C.

Kekurangan vitamin, terutama vitamin C merupakan hal yangbisamengakibatkansariawBundanjugagusibengkak. Oleh karena itu banyak-banyaklah mengonsumsi makanan dan minuman yang mengandung vitamin C. Buah jeruk baik dimakan langsung atau diolah menjadi miuman jus sangat disarankan untuk Bunda.

Varises

Perubahan hormon selama proses hamil membuat dinding pembuluh darah mengendur, sehingga menyebabkan urat kaku dan katup pembuluh darah vena tidak efisien (rusak, melemah, atau renggang). Selain pada kaki, varises juga dapat terjadi pada daerah sekitar vagina. Urat ini sering berdenyut-denyut,  khususnya saat berat janin yang bertambah dan menekan ke arah bawah.

Pada sebagian ibu hamil, varises akan menghilang dalam waktu 6-8 minggu setelah melahirkan. Tetapi jika varises belum meghilang saat bayi Bunda berusia 6 minggu, mungkin Bunda akan dirujuk ke dokter bedah.



Perawatan untuk menghindari varises saat hamil:

  • Banyak minum air putih untuk melancarkan metabolisme tubuh.
  • Beristirahat dengan meluruskan dan menaikkan kaki Bunda lebih tinggi dari kepala.

Pencarian Terkait :

  • ciri penyakit lambung
  • senam jongkok ibu hamil loc:ID

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!