Hal Hal yang Perlu DiHindari Oleh Ibu Hamil

hal yang dihindari saat hamil

Seringkali para wanita yang sedang hamil mendapatkan nasihat-nasihat dari para tetua di lingkungan mereka, terutama mengenai hal-hal apa saja yang sebaiknya dihindari demi kebaikan janin nantinya. Nasihat-nasihat tersebut sebagian ada yang baik dan bisa diterima akal sehat, namun banyak juga yang tidak berdasar dan tidak lebih dari mitos belaka.

Nah, bagi para ibu muda yang belum berpengalaman dan terbatas pengetahuannya tentang kehamilan, hal-hal seperti ini tentu akan sangat membingungkan. Dan karena itu sebaiknya setiap ibu hamil selalu berhati-hati dan tidak langsung percaya begitu saja terhadap berbagai nasihat tentang kehamilan tanpa mencernanya terlebih dulu. Dan sebagai sumbangan pengetahuan bagi ibu hamil agar tidak terombang-ambing oleh berbagai nasihat maupun mitos yang keliru tentang kehamilan, berikut ini kami sajikan beberapa rangkuman tentang apa saja yang perlu dihindari dan larangan bagi ibu hamil, serta bagaimanakah solusi yang terbaik untuk hal-hal tersebut, sehingga dengan mengetahui segala hal tersebut maka diharapkan para ibu ddak perlu mengalami kecemasan sepanjang kehamilannya karena sudah dibekaii dengan pengetahuan tentang kehamilan yang sehat.

Diet Saat Hamil

Diet saat-hamil. hal yang perlu dihindari pada saat hamil

Diet pada masa kehamilan yang dilakukan tanpa pengawasan dokter bisa berpengaruh buruk terhadap ibu hamil dan janin yang dikandungnya, karena bisa saja tubuh menjadi kekurangan vitamin, mineral, maupun zat nutrisi lainnya. Namun, pada kasus tertentu ada juga beberapa ibu hamil yang justru disarankan untuk diet bahan makanan tertentu. Tujuannya tentu saja bukan untuk melangsingkan tubuh, melainkan agar berat badan ibu hamil tidak melebihi batas yang wajar demi keselamatan kehamilannya.

Kenaikan berat badan yang aman semasa hamil adalah tidak lebih dari 2 kg per bulan. Apabila dirasa perlu, bisa mengurangi jenis makanan tertentu seperti cake, tart, serta makanan yang berlemak dan kadar gulanya tinggi, namun tentu saja tetap dengan pengawasan dokter.

Mengkonsumsi Alk0h0l Saat Hamil

hal yang perlu dihindari saat hamil

Ibu hamil yang mengkonsumsi alk0h0l dalam jumlah yang berlebihan, akan menurunkan risiko kepada bayi yang dikandungnya. Di antaranya adalah menghambat pertumbuhan fisik dan otak bayi, sehingga bayi akan lahir cacat, mengalami kerusakan jantung serta kemunduran mental.

Kandungan alk0h0l telah terbukti dapat menyebabkan kecacatan fisik maupun psikis bagi janin dalam kandungan. Hal ini dikarenakan alkohol dapat menembus plasenta dan masuk ke dalam sirkulasi darah pada janin. Karena organ Janin masih sangat muda sehingga tidak berfungsi maksimal, akibatnya alk0h0l akan berada dalam tubuh janin lebih lama dibandingkan orang dewasa sehingga bisa menimbulkan kecacatan. Jadi sebaiknya hindari mengkonsumsi alk0h0l selama masa kehamilan. Apabila si ibu senang minuman beralk0h0l, maka ia harus menghentikan kebiasaannya jauh-jauh hari sebelum kehamilan terjadi, supaya tubuh sudah bersih dari alk0h0l ketika kehamilan dimulai. Perlu untuk selalu diingat bahwa tidak ada tingkat pemakaian alk0h0l yang aman selama masa kehamilan berlangsung.

Mengkonsumsi Teh, dan Kopi Saat Hamil

hal yang dihindari saat hamil

Selama tidak berlebihan, ibu hamil tentu boleh mengkonsumsi minuman kopi maupun teh. Yang perlu diingat adalah kopi mengandung kafein yang merupakan zat yang bisa merangsang dan meningkatkan produksi hormon stress. Meningkatnya hormon stress akan menyebabkan berkurangnya aliran darah ke rahim sehingga berakibat berkurangnya pasokan oksigen kepada janin dalam kandungan. Jadi, mengkonsumsi kopi dalam jumlah berlebihan akan berakibat tidak baik bagi ibu dan janin.

Berbeda dengan kopi, teh relatif iebih aman untuk dikonsumsi asalkan tidak berlebihan. Yang perlu diperhatikan adalah; ketika mengkonsumsi teh sebaiknya tidak berbarengan dengan vitamin atau makanan lain yang mengandung zat besi. Karena teh akan menghambat penyerapan zat besi oleh tubuh.

Mengkonsumsi Gula Sintetis

hal yang perlu dihindari saat hamil

Saat ini banyak makanan dan minuman yang diolah dengan menggunakan bahan pemanis buatan, yaitu gula sintetis yang biasa disebut saccharine. Penggunaan gula sintetis sangat bdak dianjurkan bagi ibu hamil, karena pemanis buatan ini dapat menembus plasenta dan memasuki sirkulasi janin, sehingga janin akan berisiko menderita kanker kandung kemih akibat penimbunan gula sintetis tersebut di dalam kandung kemihnya. Oleh karena itu, ibu hamil sebaiknya selektif terhadap makanan dan minuman yang akan dikonsumsinya. Akan lebih bijaksana jika memasak sendiri makanan dan minuman yang akan dikonsumsi selama hamil, sehingga kebersihan dan kualitasnya terjamin.

Mengkonsumsi Durian Saat Hamil

 

bolehkah ibu hamil makan durian

Buah durian memang sangat menggoda, namun sayang karena buah durian tidak baik bagi ibu hamil. Buah durian mengandung zat yang bisa merangsang terjadinya kontraksi. Jika usia kehamilan masih sangat muda, maka kontraksi yang disebabkan oleh mengkonsumsi buah durian tadi bisa mengakibatkan terjadinya keguguran. 0leh karena itu, ibu hamil sangat tidak dianjurkan mengkonsumsi buah durian. Sebaiknya mengkonsumsi buah-buahan lain sebagai alternatif pengganti buah durian. Karena bukankah Indonesia kaya akan aneka buah yang rasa dan aromanya sangat menggugah selera?

Mengkonsumsi Daging Setengah Matang

hal yang perlu dihindari ibu hamil mengkonsumsi daging setengah matang

Semua bahan makanan yang berasal dari hewan yang diolah setengah matang bisa mengandung bakteri, parasit, protozoa, dan berbagai jenis cacing. Bahkan pada telur yang dimasak setengah matang pun masih bisa ditemukan salmonella yang bisa menyebabkan penyakit typhus. Bahan-bahan makanan yang mengandung kuman tersebut apabila dikonsumsi oleh ibu hamil, dan masuk dalam sirkulasi darah, dapat menyebabkan terjadinya infeksi. Semua infeksi yang terjadi pada ibu hamil bisa menimbulkan gangguan pada bayi yang dikandungnya. Untuk itu diper- lukan pemeriksaan darah agar diketahui infeksi apa yang menyerang, sehingga apabila ibu hamil terkena infeksi maka dokter bisa memberikan pengobatan yang diperlukan.

Penggunaan Obat-obatan Pereda Rasa Sakit

Dalam keadaan tidak sedang hamil, ketika kita sakit, entah itu flu ringan, batuk, dan sebagainya, kita terbiasa membeli obat bebas yang dijual di toko obat, warung, maupun supermarket. Namun ketika sedang hamil, setiap ibu harus berhati-hati dalam menggunakan obat-obatan pereda rasa sakit, Jangan asal membeli obat. Selalu konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter kandungan Anda, karena meskipun obat yang Anda beli manjur untuk mengobati sakit Anda, namun bisa saja menimbulkan efek yang tidak baik bagi janin dalam kandungan Anda.

Penggunaan Pil KB

Beberapa dari para ibu hamil mungkin masih mengkonsumsi pil KB di awal kehamilannya karena belum menyadari kalau sedang hamil. Hal tersebut tidak perlu terlalu dicemaskan. Pil KB tidak secara langsung mengakibatkan efek buruk pada janin dalam kandungan. Karena hormon-hormon sintetis yang terdapat dalam pil KB sebenarnya hampir sama dengan hormon-hormon alami yang diproduksi oleh tubuh, namun demikian Anda harus segera menghentikan penggunaan pil KB begitu Anda mengetahui bahwa Anda sedang hamil.

Penggunaan Obat Anti Nyamuk

hindari penggunaan obat nyamuk saat hamil

Obat anti nyamuk mengandung bahan kimia aktif yang termasuk dalam golongan pestisida yang cukup berbahaya karena dapat memicu kerusakan syaraf. Penggunaan obat anti nyamuk, baik dalam bentuk obat nyamuk bakar, spray, elektrik, maupun lotion, tidak ada yang 100% aman bagi kesehatan, terutama bagi janin dalam kandungan. Sebagai ilustrasi, obat nyamuk lotion mengandung bahan yang korosif dan bisa terserap oleh kulit sehingga bisa menjadi racun bagi tubuh. Sedangkan obat nyamuk spray mengandung karosene yang bisa berakibat pada kerusakan ginjal janin.

Oleh karena itu penggunaan obat nyamuk dalam berbagai bentuk sangat bdak dianjurkan bagi ibu hamil. Jika ingin terhindar dari gigitan nyamuk, lebih baik gunakan bahan yang lebih alami, misalnya dengan mengoleskan minyak kayu pubh, atau dengan memelihara tanaman pengusir nyamuk di sekitar rumah seperti zodia, serai, lavender, kayu putih, dan sebagainya. Selain itu agar lebih efektif, juga harus dibarengi dengan mencegah berkembangbiaknya nyamuk, misalnya dengan rajin menguras bak mandi, mengubur dan menutup tempat-tempat yang bisa menjadi sarang nyamuk.

Mer0k*k

Meskipun seorang ibu hamil tidak pernah mer0k*k, namun karena di lingkungannya banyak orang yang mer0k*k, maka ia pun terpapar asap r0k0k, sehingga disebut sebagai perokok pasif. Asap r0k0k sangat berbahaya bagi janin dalam kandungan. Efek buruk asap r0k0k bagi janin diantaranya adalah; keguguran, pertumbuhan janin menjadi terhambat, janin lahir cacat, dan masih banyak lagi. Asap r0k0k dapat menyebabkan asupan darah bagi janin melalui plasenta terhambat, sehingga zat asam dalam darahnya menjadi sedikit. Akibatnya berat badan bayi menjadi rendah.

Oleh karena itu, bagi ibu hamil disarankan untuk tidak mer*kok karena efek buruk dapat menimpa janin dalam kandungan meskipun sang ibu hanya mer*kok dengan dosis yang sangat minim, sedangkan ibu hamil yang bukan per0k0k disarankan untuk selalu menghindari tempat-tempat yang banyak asap rok*knya agar janin yang dikandung terhindar dari bahaya asap r0k*k.

Bepergian dengan Menggunakan Pesawat Terbang

Bolehkah ibu Hamil naik pesawat

Wanita hamil tidak dilarang bepergian dengan menggunakan pesawat terbang asalkan kondisi fisiknya sehat dan tidak ada kelainan pada kehamilannya, misalnya yang berkaitan dengan riwayat kontraksi, maupun riwayat perdarahan. Namun jika bepergian dengan naik pesawat terbang, sebaiknya dilakukan sebelum usia kandungan menginjak 7 bulan walaupun sebenarnya bayi dalam kandungan tidak bermasalah dengan ketinggian maupun perbedaan tekanan udara di pesawat. Baca Juga Bolehkah Ibu Hamil naik pesawat terbang.

Agar perjalanan dengan pesawat menjadi lebih nyaman bagi ibu hamil, sebaiknya pilih tempat duduk yang mudah untuk akses ke kamar kecil, karena di masa hamil biasanya seorang ibu akan sering buang air kecil akibat tekanan pada kandung kemih yang disebabkan oleh semakin membesarnya ukuran janin yang dikandungnya. Selain itu gunakan pula penyangga kaki dan bantal kecil di punggung agar nyaman.



Mengemudi dan Penggunaan Seat-belt

Pada dasarnya, wanita hamil tidak dilarang mengemudikan mobil sendiri, asalkan kehamilannya di trimester pertama dan kedua tidak mengalami permasalahan. Namun biasanya di trimester akhir, dimana kehamilannya sudah semakin membesar dengan sendirinya akan menyulitkan bagi seorang ibu hamil untuk mengemudikan mobil sendiri. Untuk hal sepeiti ini sebaiknya tidak perlu memaksakan diri, lebih baik meminta bantuan kepada suami atau saudara atau sopir jika punya, untuk mengantar ke tempat tujuan.

Hal terpenting yang harus selalu diingat oleh ibu hamil ketika mengemudi mobil adalah jangan pernah lupa mengenakan seat-belt/sabuk pengaman. Seat-belt tidak akan mengganggu kehamilan karena posisi tali bisa di atur sedemikian rupa sehingga sama sekali tidak akan menekan perut.

Hal lain yang harus diperhatikan adalah, jarak dan lama mengemudi. Usahakan tidak mengemudikan mobil terlalu lama atau menempuh jarak yang cukup jauh, karena ibu hamil harus banyak istirahat dan tidak boleh terlalu lelah demi menjaga keselamatan bayi yang dikandungnya. Sering-seringlah mengubah posisi agar bisa mengendorkan otot-otot kaki. Selain itu jangan menunda keinginan untuk buang air kecil karena asyik mengemudi, karena ini bisa menyebabkan kelelahan dan kram perut.

Melewati Jalanan/Lalu lintas yang Buruk

Ketika bepergian melewati keadaan jalan yang buruk, tidak rata dan berlubang-lubang, dapat mengakibatkan otot punggung, otot pinggang, otot perut, dan otot paha menjadi tegang, terutama pada wanita hamil rasa tegang pada otot-otot tersebut bisa sangat menyusahkan karena ia sekaligus harus membawa beban berat yaitu bayi dalam kandungannya, sehingga sang ibu menjadi sangat kelelahan. Padahal seorang ibu hamil harus menjaga kondisi tubuhnya dengan beristirahat yang cukup agar tidak mudah lelah.

Oleh karena itu, jika melakukan perjalanan dengan kendaraan sebaiknya pilih jalur alternatif yang kondisinya cukup baik, rata, dan tidak berlubang-lubang agar kehamilan tetap aman. Namun seandainya tidak ada pilihan lain dan harus melewati jalanan yang kondisinya buruk, usahakan agar kecepatan kendaraan diperlambat, dengan demikian goncangan-goncangan yang terjadi bisa diminimalkan.

Bekerja di Depan Komputer

Dari berbagai penelitian yang dilakukan oleh para ahli, sampai saat ini memang belum ada hasil yang pasti tentang bahaya radiasi dari layar komputer terhadap janin dalam kandungan. Boleh jadi karena radiasi dari layar komputer tergolong sangat kecil sehingga sulit untuk mendeteksi bahaya yang mengancam kehamilan. Dengan demikian ibu hamil tentu saja masih diperbolehkan bekerja menggunakan komputer. Yang penting untuk diperhatikan mungkin bukan radiasinya melainkan posisi atau sikap tubuh ketika bekerja menggunakan komputer. Karena tidak bisa dipungkiri bahwa ketika seseorang bekerja di depan komputer, bisa saja menjadi terlalu asyik sehingga lupa istirahat, lupa makan, enggan ke kamar kecil. Itu semua tentu berdampak kurang baik bagi kesehatan.

Solusi terbaik ketika bekerja di depan komputer adalah; jaga sikap tubuh Anda agar tidak terpaku di posisi yang sama dalam waktu lama, karena hal ini bisa menyebabkan otot kaku (terutama otot leher dan punggung), dan pusing kepala. Sebaiknya lakukan kegiatan lain sebagai selingan setiap periode waktu tertentu, misalnya berjalan keliling ruangan, melihat pemandangan di luar jendela, atau sekedar berjalan ke kamar kecil untuk menyegarkan diri.

Sinar Radiasi

Apabila Anda seorang ibu hamil yang sedang menjalani pengobatan dan memerlukan terapi penyinaran atau radiasi, sebaiknya beritahukan kepada dokter bahwa Anda sedang hamil. Dengan demikian dokter akan mencarikan alternatif pengobatan lain yang tidak berbahaya bagi janin dalam kandungan. Karena semua bentuk radiasi berpotensi membahayakan perkembangan janin. Semua jenis radiasi dapat mengacaukan pertumbuhan sel pada janin Anda sehingga terjadi mutasi sel yang bisa berkembang ke arah terbentuknya kanker, terjadi kecacatan fisik, dan lain sebagainya. Oleh karenanya, ibu hamil harus menghindari terapi pengobatan yang memerlukan penyinaran/radiasi. Biia diperlukan penyinaran seperti untuk mengetahui patah tulang atau rontgen gigi, mintalah kepada dokter agar dicarikan alternatif lain untuk menghindari radiasi. Jangan sungkan untuk memberitahukan kepada dokter bahwa Anda sedang hamil.

Mandi Malam, Sauna, Hot Tubs

Pada masa kehamilan, seorang ibu hamil menjadi mudah lelah, merasa sering kepanasan dan lebih sering berkeringat. Sehingga tidak mengherankan jika seorang ibu hamii lebih sering mandi bahkan di malam hari sekalipun, untuk mengurangi rasa lelah tersebut dan juga untuk menyegarkan diri. Hal tersebut boleh saja dilakukan asalkan jangan sampai menyebabkan kedinginan. Karena bukankah di masa kehamilan, seorang ibu harus menjaga diri agar selalu higienis, dan salah satu caranya adalah dengan mandi. Jika malas dan jarang mandi, tubuh akan lebih mudah ditumbuhi jamur, karena ketika sedang mengandung, seorang ibu hamil lebih sering berkeringat. Apabila dalam situasi dan kondisi tertentu menyebabkan Anda bdak bisa mandi, minimal usahakan membasuh tubuh dengan washlap atau tisu basah higienis, utamakan menyeka bagian-bagian tubuh yang rentan akan kelembaban agarterjaga kebersihannya.

Sedangkan untuk hot tubs dan sauna, maupun berendam dalam air panas bentuk lain sangat tidak dianjurkan karena dapat meningkatkan suhu inti tubuh yang pada akhirnya akan mempengaruhi perkembangan janin dalam kandungan dan bahkan bisa mengakibatkan keguguran, terutama pada trimester pertama kehamilan. Selain itu berendam dalam air panas dapat memicu terjadinya dehidrasi yang disertai dengan meningkatnya denyut jantung.

Oleh karena itu bagi ibu hamil sebaiknya menghindari berendam dalam air panas. Selain itu apabila tinggal di iklim panas, jagalah diri Anda agar tidak terlalu kepanasan dengan cara beristirahat di dalam rumah, atau boleh juga menggunakan AC sebentar saja agar tidak kedinginan.

 

Aktivitas Donor Darah

aktivitas donor darah ibu hamil

Pada masa kehamilan, ibu hamil cenderung mengalami anemia karena harus berbagi nutrisi dengan janin yang dikandungnya. Oleh karena itu selama mengandung, ibu hamil bdak dianjurkan untuk melakukan donor darah. Bila menghendaki, donor darah bisa dilakukan setelah masa nifas terlampaui.

Namun, ibu hamil bisa melakukan donor darah untuk diri sendiri (auto-transfusi) terutama pada kasus dimana seorang ibu hamil mengalami suatu permasalahan dengan kehamilannya sehingga kelak menjelang persalinan harus melalui prosedur operasi, maka beberapa hari sebelum operasi dijalankan, ibu hamil dapat mendonorkan darahnya untuk diri sendiri dengan cara disimpan di bank darah untuk digunakan saat operasi berlangsung.

Aktivitas S3ks Saat Hamil

Banyak keraguan yang ada di benak para ibu hamil tentang aktivitas s3ks di masa kehamilan. Apakah s3ks tidak akan melukai bayi dalam kandungan? Apakah orgasme akan membahayakan kehamilannya? Dan berbagai pertanyaan lain mengenai hal tersebut yang bisa menimbulkan kebingungan dan keragu-raguan untuk melakukan akbvitas s3ks.

Akbvitas s3ks bdak akan melukai bayi karena posisi bayi terlindungi secara alamiah oleh selaput lendir yang menutupi jalan lahir yang sekaligus melindunginya dari berbagai kuman yang masuk melalui pintu rahim. Disamping itu bayi juga berada dalam kantung rahim yang berisi cairan ketuban yang juga melindunginya.

Akbvitas s3ks pada masa kehamilan akan menimbulkan masalah apabila kehamilan sang ibu tergolong dalam kehamilan berisiko tinggi atau ada indikasi akan terjadinya komplikasi. Oleh karena itu berhubungan s3ks di masa kehamilan sangat tidak dianjurkan apabila ada indikasi akan mengakibatkan bahaya bagi kehamilan.

Agar terbebas dari kebingungan dan keraguraguan mengenai aktivitas s3ks di masa kehamilan, sebaiknya pasangan suami istri berkonsultasi kepada dokter kandungan agar bisa mendapatkan informasi yang lengkap dan akurat mengenai kondisi kehamilannya, sekaligus untuk mendapatkan jawaban dan informasi yang komprehensif atas berbagai pertanyaan mengenai aktivitas s3ks di masa kehamilan.

Penggunaan Sepatu dan Stoking

Pada saat sedang mengandung, ibu hamil disarankan untuk menggunakan sepatu yang datar dan empuk supaya kaki terasa nyaman dan tidak mudah lelah. Hindari penggunaan sepatu hak tinggi. Penggunaan sepatu hak tinggi akan menyebabkan keseimbangan tubuh terganggu, karena posisi tubuh akan cenderung condong ke depan, dan sebagai kompensasinya ibu hamil akan berusaha menegakkan tubuh dengan cara meregangkan otot pinggang dan punggung. Padahal di masa hamil, beban tubuh di bagian depan cukup besar, begitu pula regangan otot di area pinggang dan punggung, sehingga bagian pinggang dan punggung pun menjadi terasa sakit.

Kondisi yang lebih serius bisa terjadi apabila ibu hamil mengenakan sepatu hak tinggi di usia kehamilan yang semakin tua, karena kehamilannya juga semakin membesar. Dengan demikian ketika memakai sepatu hak tinggi, peregangan otot di sekitar pinggang dan punggung pun semakin kencang sehingga ibu hamil akan mengalami rasa sakit dan pegal yang teramat sangat di area tersebut, atau sering dinamakan sebagai low-back pain. Oleh karena itu, ibu hamil sangat dianjurkan untuk menghindari penggunaan sepatu hak tinggi yang bisa membawa kesengsaraan. Lebih baik manjakan diri dengan memakai sepatu datar yang empuk, yang akan memberi kenyamanan bagi diri sendiri sekaligus menjaga keselamatan kehamilan Anda.

Sedangkan untuk penggunaan stoking, walaupun tidak terlalu penting, namun demi alasan keindahan dan untuk menjaga kehangatan terutama ketika berada di ruangan ber-AC, hal ini tidak begitu menjadi masalah asalkan tepat dalam memilih stoking yang tidak mengganggu kesehatan. Hindari memakai stoking yang membungkus kaki dengan sangat ketat. Hal ini akan mengganggu peredaran darah di kaki, sehingga bisa mengakibatkan pembengkakan. Lebih baik pilihlah stoking dari bahan yang iunak dan tidak terlalu ketat membungkus kaki, selain nyaman juga sekaligus aman bagi kehamilan Anda, bahkan penderita varises pun bisa menggunakan stoking (yang di desain khusus untuk penderita varises).

Penggunaan Kosmetik dan Pewarna Rambut

Di dalam kosmetik terkandung bahan kimia walaupun jumlahnya mungkin hanya sedikit, diantara bahan kimia tersebut yang berbahaya bagi manusia adalah mercury, sehingga penggunaan mercury dalam industri kosmetik dilarang di berbagai negara. Namun ada beberapa pihak yang tidak bertanggung jawab, yang secara sembunyi-sembunyi memproduksi kosmetik dengan menggunakan mercury dan memasarkannya secara ilegal. Ibu hamil yang tanpa sadar menggunakan kosmetik yang mengandung mercury tentu sangat dirugikan, karena tidak hanya membahayakan dirinya sendiri melainkan Juga janin yang dikandungnya. Karena mercury dapat terserap dalam tubuh sang ibu dan akhirnya masuk dalam sirkulasi janin dan mengendap di Sana, dan pada akhirnya akan menyebabkan terganggunya perkembangan janin, bahkan bisa mengakibatkan kanker, kecacatan pada bayi, serta keguguran.

Oleh karena itu setiap wanita terutama ibu hamil harus bijaksana dalam memilih kosmetik, jangan mudah tergoda dengan harga yang murah tapi legalitas dan kwalitasnya meragukan. Konsultasikan kepada ahli kosmetik Anda agar tidak tertipu dalam memilih kosmetik yang aman bagi kesehatan ibu dan janin. Namun sebenarnya akan lebih baik jika ibu hamil tampil alami tanpa kosmetik, karena sebenarnya wanita selalu terlihat sangat cantik dalam tampilan yang alami tanpa kosmetik, apalagi ketika sedang hamil.

Bahan kimia lain yang juga tidak aman, ditemukan dalam cat/pewarna rambut. Jadi, untuk sementara waktu tundalah ke- inginan untuk mengecat rambut, lebih baik menunggu hingga saat persalinan terlampaui. Karena meskipun hanya sedikit, bahan kimia yang ada dalam cat/pewarna rambut bisa meresap melalui kulit kepala dan masuk dalam peredaran darah yang akhirnya akan diserap juga oleh janin. Hal ini tentu saja harus dihindari agar kehamilan Anda terjaga keselamatannya.

Kontak dengan Bahan Kimia Lain

Beberapa produk lain yang mengandung bahan kimia yang sebaiknya dihindari oleh ibu hamil diantaranya adalah; cat, bahan-bahan pembersih dan pengkilap, serta bahan-bahan pemutih.

Cat mengandung thinner yang sangat mudah menguap. Dap tlii.iner ini cukup keras dan bila terhirup bisa mengiritasi saluran pernapasan. Tidak mengherankan Jika mereka yang tidak cukup kuat akan langsung merasa pusing dan muai setelah menghirup uap thinner, apalagi jika ibu hamil yang menghirup uap thinner yang berbahaya bagi kesehatan ini. Karena itu jika berada di ruangan yang sedang dicat temboknya, selalu gunakan masker untuk menghambat terhirupnya uap thinner ke dalam saluran pernapasan sehingga akan mengurangi efek buruk yang ditimbulkannya.

Dalam berbagai produk pembersih dan pengkilap juga terkandung bahan-bahan kimia yang tidak baik bagi kesehatan ibu hamil. Bahan-bahan kimia tersebut dapat terserap oleh kulit dan masuk dalam sirkulasi darah ibu hamil dan akhirnya sebagian terserap juga ke dalam sirkulasi janin. Hal ini akan berakibat pada terhambatnya perkembangan janin.

Oleh karena itu, usahakan untuk selalu menghindari kontak langsung dengan produk-produk berbahaya tersebut. Apabila terpaksa harus menggunakannya, pakailah pelindung agar tidak terjadi kontak langsung dengan kulit, misalnya memakai sarung tangan piastik.



Sedangkan pada bahan-bahan pemutih (bleaching products), entah itu pemutih baju, pemutih gigi, pemutih kulit, dan sebagainya, terkandung bahan kimia berbahaya, diantaranya adalah amonia dan mercury. Bahan-bahan kimia tersebut berpengaruh buruk bagi kesehatan ibu hamil dan janin yang dikandungnya. Oleh karena itu sebisa mungkin ibu hamil menghindari kontak langsung dengan bahan-bahan pemutih tersebut demi keselamatan kehamilannya.

 

37 kali dilihat, 3 kali dilihat hari ini


Pencarian Terkait :

  • hal apa saja yang baik untuk ibu hamil
  • hal yang harus di hindari selama kehamilan
  • hal yang harus dijauhi ibu hamil
  • makanan yang perlu dihindari saat hamil loc:ID
  • Mengantarkan foto rontgen dalam kondisi hamil bolehkah
  • tips agar bayi ketika lahir kulitnya bersih dan larangan yg harus dijauhi

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!