Menghitung usia kehamilan HPHT

Cara Menghitung Usia Kehamilan dan Hari Perkiraan Lahir (HPL)


Banyak ibu hamil yang tidak tahu secara pasti berapa usia kehamilanya. Hal ini disebabkan karen si ibu tidak mengetahui secara pasti kapan pembuahan terjadi. Pengetahuan tentang cara menghitung usia kehamilan  merupakan hal penting untuk dapat mengetahui usia kehamilan yang sedang dijalani. Dengan mengetahui usia kehamilan, diharapkan kehamilan yang sedang dijalani menjadi sehat dan menghasilkan buah hati yang berkualitas.

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan oleh ibu hamil untuk menghitung usia kehamilanya. Beberapa metode yang memiliki tingkat akurat yang baik diantaranya adalah sebagai berikut;

Menghitung usia kehamilan HPHT



  • Metode HPHT (Hari Pertama Haid Terakhir)
    Metode ini membutuhkan pengetahuan anda tentang siklus menstruasi. Untuk taksiran usia kehamilan berdasarkan HPHT dapat menggunakan rumus Neagele, selain dapat menghitung usia kehamilan, rumus ini juga dapat digunakan untuk menghitung hari perkiraan lahir (HPL).
    Penggunaan rumus ini adalah dengan menambahkan 7 pada tanggal pertama dari haid terakhir, kemudian mengurangi bulan dengan 3 dan menambahkan 1 pada tahunnya, sedangkan untuk bulan yang tidak bisa dikurangi 3, misalnya januari, febuari, dan maret, maka bulannya ditambah 9, tapi tahunnya tetap tidak ditambah atau dikurangi.
    Contoh;
    Jika HPHT adalah 1 Mei 2005, maka;
    Cara Menghitung Usia Kehamilan dan HPL
    Jadi, hari perkiraan lahir adalah tanggal 8 Februari 2006. Sedangkan untuk taksiran usia kehamilan tinggal menghitung setiap tanggal 8. Jadi pada saat tanggal 8 Juni 2005 berarti usia kehamilan adalah 1 bulan, tanggal 8 Juli 2005 usia kehamilan 2 bulan, demikian seterusnya.
    Kelemahan dari metode ini adalah hanya bisa diterapkan pada perempuan yang memiliki siklus menstruasi teratur, yakni antara 28 – 30 hari. Selain itu, hanya sekitar 5% bayi yang akan lahir sesuai perhitungan ini. Sebab perkiraan tanggal persalinan seringkali meleset antara tujuh hari sebelum atau sesudah tanggal yang dihitung. Oleh karena itu, untuk Hari Perkiraan Lahir (HPT) sebaiknya ditambah tenggang waktu plus atau minus 7 hari.
  • Metode Tinggi Puncak Rahim
    Pada metode ini, biasanya dokter akan meraba puncak rahim ( Fundus uteri ) yang menonjol di dinding perut dan penghitungan dimulai dari tulang belakang kemaluan. Jika jarak dari tulang kemaluan sampai puncak rahim sekitar 28 cm, ini berarti usia kehamilan sudah mencapai 28 minggu. Tinggi maksimal puncak rahim adalah 36 cm, ini menunjukan usia kehamilan sudah mencapai 36 minggu. Perlu diketahui bahwa ukuran maksimal adalah 36 cm tidak akan bertambah lagi meskipun usia kehamilan mencapai 40 minggu. Apabila tingginya bertambah, kemungkinan yang akan dialami adalah janin bunda besar, kembar, atau cairan tubu bunda berlebih.
  • Menggunakan 2 jari tangan
    Menghitung Usia kehamilan dengan 2 jari
    Pengukuran menggunakan 2  jari tangan dilakukan bila ibu hamil tidak memiliki berat badan yang berlebih.     Yaitu dengan cara meletakkan dua jari Anda diantara tulang kemaluan dan perut.              Jika jarak antara tulang kemaluan dengan puncak rahim masih dibawah pusar, maka setiap penambahan 2 jari berarti penambahan usia kehamilan sebanyak 2 minggu.
  • Menggunakan Ultrasonografi (USG)
    Menghitung usia kehamilan dapat juga dilakukan dengan menggunakan USG. Metode ini memiliki tingkat akurasi yang lebih tinggi dengan mengukur tingkat ukuran tengkorak, panjang janin, ukuran jantung, ginjal, dan sebagainya. Metode ini paling mudah dan paling sering dilakukan dokter. Tingkat akurasinya tinggi, yakni sekitar 95%. Dengan USG maka usia kehamilan dan perkiraan waktu kelahiran si kecil bisa dilihat dengan jelas melalui “gambar” janin yang muncul pada monitor.

Mengetahui Umur Kehamilan dengan USG

Tips Ibu Hamil Tags:

  • Cara menghitung perkiraan lahir

Tinggalkan komentar

%d blogger menyukai ini: