Suami Tidak Boleh Berkata Kasar Saat Istri Hamil


Banyak mitos ibu hamil yang berkembang dikalangan masyarakat seputar kehamilan. Salah satunya yaitu larangan bagi suami untuk tidak melakukan hal-hal tertentu selama istri hamil. Sebagian masyarakat percaya apabila larangan tersebut dilanggar maka akan berdampak buruk terhadap janin di dalam kandungan ketika nanti dilahirkan.

Apabila dikaji lebih dalam, mitos tersebut tentunya sangat bertentangan dengan ilmu modern. Hal ini karena ilmu modern lebih mengedepankan aspek rasionalitas dan logika sehingga bertentangan dengan hal-hal yang bersifat mistis. Namun meskipun demikian mitos yang beredar di masyarakat seputar hal-hal yang tidak boleh dilakukan pada waktu hamil mengandung pesan moral yang bijak. Hanya saja cara perumpamaannya yang kurang tepat.

mitos suami kasar pada istri hamil

Salah satu mitos yang mengandung pesan moral ketika hamil yaitu suami dilarang untuk berkata kasar saat istri hamil. Pada dasarnya ini bukanlah sebuah mitos tapi lebih menitikberatkan terhadap larangan yang bersifat positif. Apabila ditinjau dari aspek positif, larangan seperti itu tentunya mengandung pesan moral dan pelajaran yang berharga.



Berkata kasar merupakan salah satu perbuatan yang tercela dan perbuatan yang tidak pantas untuk dilakukan oleh siapapun apalagi seorang suami terhadap istrinya sendiri yang dicintai. Perbuatan yang tidak terpuji ini tidak hanya dilarang saat istri hamil saja akan tetapi sangat dilarang dalam kondisi apapun. Perkataan kasar mencerminkan kepribadian seseorang yang tidak beretika dan tidak berpendidikan.

Larangan berkata kasar ketika hamil lebih tepatnya karena sikap dari pasangan suami istri dalam kehidupan sehari-hari akan mencerminkan sikap anak yang ada di dalam kandungan. Hal ini erat kaitannya dengan kajian ilmu pengetahuan sains yang menjelaskan bahwa janin yang ada di dalam kandungan akan mendengar serta mengetahui semua aktivitas yang dilakukan oleh orangtuanya terutama ibu.

Selain itu, janin juga akan mendengar suara-suara dari luar rahim sehingga semua yang didenggarnya cenderung akan direkam dan ditiru dikemudian hari setelah tumbuh besar. Maka dari itu berkata kasar pada waktu hamil sangat dilarang bagi Anda dan suami karena bisa jadi akan ditiru oleh janin di kemudian hari.

Kita sering mendengar pepatah yang mengatakan bahwa buah jatuh tidak akan jauh dari pohonnya. Nah, peribahasa tersebut sangat berkaitan dengan perilaku orangtua yang secara pasti akan menurun kepada anak. Perilaku baik dan buruk senantiasa akan melekat pada anak karena anak adalah peniru yang baik.



Maka dari itu, alangkah lebih baiknya apabila Anda sebagai orangtua membiasakan dan mengedepankan perilaku sopan supaya anak-anak tumbuh dengan kepribadian yang baik. Secara tidak langsung orangtua telah mengajarkan kebiasaan dan perilaku baik atau buruk pada anak sejak masih di dalam kandungan. Hal ini sebagi pesan moral yang bisa kita ambil dari mitos yang melarang suami untuk berkata kasar pada waktu istri hamil.

3,162 kali dilihat, 3 kali dilihat hari ini


Pencarian Terkait :

  • suami berkata kasar saat istri hamil
  • suami kasar saat istri hamil
  • suami memarahi istri saat hamil
  • yang tidak boleh dilakukan suami saat istri hamil
  • suami kasar pada istri hamil
  • suami kasar
  • suami kasar ketika istri hamil
  • kata kata dilarang memarahi istri sedang hamil
  • pengaruh suami berkata kasar kepada istri yang hamil
  • Suami berkata kasar

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!