Berbagai Mitos Kehamilan Di Masyarakat | Ibu Hamil Wajib Tahu

Fakta dan Mitos Ibu Hamil

Banyak sekali mitos tentang kehamilan yang berkembang di masyarakat dan pada umumnya hal-hal seperti itu sangat menarik perhatian para ibu yang sedang menjalani kehamilan. Hal ini karena pada saat sedang hamil, biasanya wanita selalu mencari tahu apa saja yang boleh atau tidak boleh dilakukan karena takut akan berpengaruh kepada si jabang bayi. Dan yang lucu, banyak cerita atau mitos-mitos yang tidak masuk akal dan sudah ada sejak dari jaman dulu namun sampai sekarang di jaman yang sudah modern ini, masih juga dipercaya oleh beberapa calon ibu.

Lantas bagaimana prosesnya sehingga mitos-mitos kehamilan tersebut bisa terus beredar di masyarakat luas dari waktu ke waktu? Mungkin penjelasan berikut ini bisa membawa pencerahan bagi kita semua;

Astma pada ibu hamil

Janin berada dalam kandungan, jadi tidak bisa dilihat secara kasat mata. Mat yang memungkinkan kita untuk mengamati pertumbuhan kesehatan dan jenis kelamin bayi hanyalah USG (Ultrasonography). Sedangkan jaman dahulu ilmu kebidanan masih belum berkembang. Calon ibu lebih sering memeriksakan kandungannya ke dukun beranak. Dan yang pasti, di masa itu tidak ada alat USG yang bisa membantu memeriksa keadaan janinnya. Padahal seorang calon ibu sudah pasti memiliki begitu banyak pertanyaan berkaitan dengan kandungannya. Apakah bayi saya sehat-sehat saja? Apakah bayi saya laki-laki atau perempuan? Nah, untuk menjawab semua pertanyaan tersebut, maka oleh para dukun munculah mitos-mitos seputar kehamilan. Karena mitos-mitos kehamilan tersebut diceritakan secara turun-temurun, dari buyut ke nenek, dari nenek ke ibu, dan dari ibu ke anak, sehingga sampai sekarang mitos-mitos tersebut malah tetap terpelihara dan masih terus beredar di kalangan masyarakat luas. Padahai, sebagian besar mitos tersebut adalah keliru, walau ada satu atau dua yang sesuai dengan fakta, tetapi sebagian besar bertentangan dengan fakta ilmiahnya.

Nah, apakah mitos-mitos kehamilan tersebut bisa dipercaya dan sesuai dengan kenyataannya?

Menurut Dr. Caroline Tirtajasa, Sp.OG, seorang dokter spesialis di bidang kebidanan dan penyakit kandungan, sebagian besar mitos tentang kehamilan yang berkembang di masyarakat adalah keliru dan tidak bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Mitos seperti kebiasaan makan, kebiasaan tidur ataupun kebiasaan bersolek wanita yang sedang hamil, itu semua adalah tidak benar, tidak ada dasar ilmiah sama sekali. Begitu juga dengan mitos bahwa seusai melahirkan, seorang wanita tidak boleh keramas selama 40 hari, serta mitos tentang buah nanas yang dapat meluruhkan kandungan, itu semua adalah keliru. Namun demikian, tidak ada salahnya mengetahui mitos-mitos kehamilan tersebut, bukan untuk mempercayainya, namun sekedar mengetahuinya secara sekilas, siapa tahu ada yang lucu dan membuat kita tertawa dan bikin awet muda.

Dan berikut ini adalah beberapa mitos tentang kehamilan yang berhasil dirangkum dari beberapa sumber;

MITOS YANG BERKAITAN DENGAN JENIS KELAMIN BAYI

Perut Condong ke Bawah = Mengandung Anak Laki-laki

berbagai mitos kehamilan tentang anak laki-laki

Tidak jarang orang-orang di sekitar kita, terutama wanita yang pernah hamil, akan memberikan komentar bahwa Anda hamil anak laki-laki ketika melihat perut yang condong ke arah bawah. Memang selama ini banyak wanita yang mempercayai bahwa perut yang membesar ke arah bawah, berarti janin yang dikandung adaiah berjenis kelamin laki-laki. Namun anggapan itu tidak benar. Yang benar adaiah tidak semua wanita memiliki bentuk kandungan yang sama, termasuk hamil dengan perut condong ke arah bawah. Posisi bayi dalam kandungan tidak menentukan jenis kelaminnya.

Bentuk perut saat hamil bisa dipengaruhi oleh berat badan, tinggi badan dan faktor genetika Anda. Jika ingin mengetahui jenis kelamin bayi, Anda dapat meminta bantuan dokter untuk memeriksa kandungan dengan USG. Hanya saja memang beberapa pasangan ada yang lebih senang menebak-nebak jenis kelamin sang janin karena lebih membuat penasaran.

Denyut Jantung Cepat = Mengandung Bayi Perempuan

Mitos kedua ini juga tidak benar. Ketika janin mulai memiliki denyut jantung, ia akan berdetak dengan sangat cepat. Mitos tersebut lahir dari fakta bahwa wanita memang memiliki detak jantung yang lebih tinggi daripada pria. Namun, denyut jantung yang cepat bukan merupakan pertanda bahwa bayi yang dikandung adaiah bayi perempuan. Jadi, mitos ini bukan merupakan hal yang tepat untuk dijadikan prediksi jenis kelamin bayi.

Hubungan Antara Rasa Mual dan Jenis Kelamin Bayi

Beberapa dari kita ada yang beranggapan bahwa mengalami mual-mual parah selama trimester pertama kehamilan itu pertanda akan mendapat bayi perempuan. Sebaliknya jika tidak mengalami mual-mual parah atau tingkat mualnya rendah, itu merupakan pertanda bahwa bayi yang dikandung adaiah berjenis kelamin laki-laki. Hal itu sepenuhnya tidak benar, karena tidak ada korelasi antara rasa mual yang dialami selama hamil dengan jenis kelamin bayi yang dikandung. Baca juga ketahui penyebab morning sickness saat hamil.

Berat Badan Berpengaruh Terhadap Jenis Kelamin Bayi

Pada beberapa ibu hamil ada yang mengalami tubuh terasa lebih bengkak terutama pada paha dan pinggul. Dan hal ini dipercaya sebagai per tanda bahwa sang ibu sedang mengandung bayi perempuan dan sedang mengambil kecantikan ibunya. Tapi jika kelebihan berat badan cenderung ke depan itu pertanda bahwa sang ibu sedang mengandung bayi lelaki. Mitos ini adalah keliru, karena setiap wanita memiliki postur tubuh dan lokasi kelebihan lemak yang berbeda-beda, dan hal itu tidak ada kaitannya sama sekali dengan jenis kelamin bayi yang sedang di kandungnya. Baca juga cara menghitung berat badan ideal saat hamil

Posisi Tidur Menentukan Jenis Kelamin Bayi

posisi tidur ibu hamil

Banyak tetua yang menganjurkan posisi tidur tertentu agar bisa mendapatkan bayi dengan jenis kelamin seperti yang diharapkan. Misalnya, jika posisi tidurnya lebih suka ke arah utara maka itu pertanda bahwa sang ibu sedang mengandung bayi laki-laki, tapi sebaliknya jika lebih senang tidur ke arah selatan, itu pertanda bahwa sang ibu sedang hamil bayi perempuan. Namun sebenarnya mitos ini tidak bisa dibuktikan secara ilmiah.

Jadi apapun posisi tidur Anda, selama itu aman dan nyaman, boleh saja Anda lakukan. Dan hal itu tidak berkaitan sama sekali dengan jenis kelamin bayi yang Anda kandung. Namun ketika usia kandungan memasuki trimester akhir, disarankan untuk tidur dengan posisi miring ke kiri sedikitnya selama 10 menit setiap, 2 kali sehari. Tujuannya adalah agar pembuluh darah utama tidak tertekan oleh janin yang sudah membesar, karena jika ini terjadi akan mengganggu peredaran darah, yang pada akhirnya akan berpengaruh pula terhadap proses persalinan nantinya.

MITOS YANG BERKAITAN DENGAN MAKANAN YANG DIKONSUMSI IBU HAMIL

Makanan Pedas Mempercepat Kelahiran Bayi

mitos ibu hamil tentang makanan pedas



Mitos yang juga cukup sering kita dengar adalah, jika menginginkan kelahiran bayi supaya cepat, maka sang ibu disarankan untuk mengkonsumsi makanan-makanan yang pedas. Hai ini tentu saja sangat lucu dan keiiru, karena saluran pencernaan sangat berbeda dengan saluran untuk melahirkan. Terlalu banyak mengkonsumsi makanan pedas akan membuat perut menjadi terasa mulas. Namun mulas yang dirasakan adalah karena dorongan ingin buang air besar akibat terlalu banyak makan yang pedas-pedas, dan bukan rasa mulas yang timbul menjelang melahirkan.

Makanan Bisa Menentukan Warna Kulit Bayi

Merawat Kulit Bayi/ Anak

Ada sebuah mitos yang menyebutkan bahwa ibu hamil yang mengkonsumsi makanan yang mengandung zat besi, maka ketika lahir nanti bayinya akan berkulit gelap. Hal ini tentu saja sangat keliru. Karena warna kulit bayi ditentukan oleh faktorgenetik yang diwariskan oleh kedua orang tuanya bukan ditentukan oleh makanan yang dikonsumsi oleh sang ibu ketika mengandung bayi tersebut. Sedangkan zat besi itu sendiri Justru sangat dibutuhkan oleh manusia terutama oleh ibu hamil untuk meningkatkan produksi sel-sel darah.

Selama Hamil Harus Makan dengan Porsi untuk 2 Orang

Banyak yang beranggapan bahwa ibu hamil harus banyak makan, karena ia harus menyediakan nutrisi yang cukup bagi bayi yang dikandungnya. Paling tidak ia harus mengkonsumsi makanan dengan porsi untuk dua orang.

Memang benar bahwa seorang ibu yang hamil harus berbagi nutrisi dengan bayi yang dikandungnya, namun bukan berarti ia harus melipatgandakan porsi makannya. Untuk tetap sehat dan mampu memenuhi kebutuhan nutrisi janin, tubuh Anda hanya butuh tambahan sekitar 300 kaiori setiap hari. Atau tambahan makanan sebanyak seperempat porsi dari yang biasa Anda makan sehari-harinya dalam keadaan normal.

Konsumsi Makanan Mempengaruhi Jenis Kelamin Bayi

Ada lagi mitos yang cukup banyak orang mempercayainya, yaitu, apabila ibu hamil lebih suka mengkonsumsi makanan yang mengandung protein seperti daging serta suka makanan yang asin dan asam, itu merupakan pertanda bahwa ia sedang mengandung bayi laki-laki. Sebaliknya jika suka makanan manis dan buah-buahan, itu merupakan pertanda bahwa ia mengandung bayi perempuan. Hal tersebut adalah keliru belaka, karena jenis kelamin bayi yang dikandung tidak ada kaitannya dengan makanan yang dikonsumsi oleh sang ibu ketika sedang hamil.

 

MITOS YANG BERKAITAN DENGAN BENTUK FISIK BAYI

Sering Merasakan Heartburn = Bayi Punya Rambut yang Tebal

Heartburn merupakan suatu keadaan ketika asam lambung meningkat. Baru-baru ini. New York Times melakukan studi untuk membuktikan benar atau tidaknya mitos tersebut. Hasilnya ternyata, hanya ada 28 saja peserta responden dalam studi tersebut yang memang merasakan heartburn dan kemudian melahirkan bayi dengan rambut yang lebat.

Meski begitu, tetap saja banyak orang percaya bahwa jika Anda merasakan heartburn saat sedang hamil, artinya Anda akan melahirkan bayi dengan rambut cukup tebal. 71% dari semua wanita mengalami heartburn saat hamil karena keluarnya hormon-hormon yang mengendurkan otot sfingter. Dan fakta yang ada adalah, banyak dari wanita tersebut melahirkan bayi dengan rambut yang tidak terlalu tebal.

Hubungan antara Bentuk Perut dan Warna Kulit

mitos ibu hamil

Ada lagi mitos mengenai jenis kelamin bayi yang bisa dilihat melalui bentuk perut sang ibu yang sedang mengandung bayi tersebut, yaitu jika perut sang ibu membuncit dan kulitnya kusam, maka janin yang dikandungnya adalah laki-laki, dan jika perut sang ibu melebar dan kulitnya bersih, maka janin yang dikandungnya adalah perempuan.

Namun sekali lagi, mitos seperti itu terbantahkan dan tak terbukti kebenarannya, karena fakta menunjukkan bahwa banyak ibu hamil yang memiliki ciri kehamilan seperti yang disebutkan di atas, namun ketika melahirkan, jenis kelamin bayi tidak sesuai dengan yang diprediksi dalam mitos tersebut.

MITOS LAINNYA TENTANG  KEHAMILAN

Lengan Lebih Tinggi dari Kepala Bisa Menyebabkan Keguguran

Ada yang beranggapan bahwa mengangkat lengan lebih tinggi dari kepala akan menyebabkan bayi terlilit tali pusar dan akan terjadi keguguran. Mitos seperti ini tentu saja tidak benar. Tidak ada korelasi antara mengangkat atau meletakkan sesuatu yang lebih tinggi dari kepala akan menyebabkan bayi terlilit tali pusar. Memang benar, sekitar 20-25% bayi dalam kandungan memiliki kemungkinan lahirterlilit tali pusar. Namun sebenarnya tali pusar yang kusut tersebut terjadi karena gerakan janin, bukan karena gerakan sang ibu. Hal tersebut sudah umum terjadi pada bayi, apalagi kalau janin tersebut tergolong aktif dalam bergerak, jungkir-balik di dalam kantung ketuban. Selama kandungan belum mendekati tanggal perkiraan kelahiran, pergerakan bayi yang menyebabkan tali pusar melilit ini masih bisa berubah.

Hanya saja ketika sedang hamil memang sebaiknya lebih berhati-hati saat bergerak terutama jika kondisi kehamilan sudah memasuki trimester akhir. Apabila Anda harus mengambil atau meletakkan sesuatu di tempat yang lebih tinggi dari kepala, mintalah bantuan seseorang untuk melakukannya.

S3ks Ketika Hamil Akan Menyakiti Bayi

Mitos ini tidak benar! Alasannya adalah, pertama, p3nis tidak akan menembus rongga rahim tempat bayi berada. Kedua, hubungan suami istri dapat dilakukan apabila memang kehamilan yang dijalani tidak bermasalah. Beberapa wanita tidak bisa merasakan s3ks ketika sedang hamil, namun beberapa wanita lainnya justru merasa lebih mesra karena terjadi lonjakan yang sangat tinggi pada hormon dan sensasi di area Miss V mereka. Banyak wanita mengaku mengalami 0rg4sm3 untuk pertama kalinya saat sedang hamil. Untuk s3ks saat hamil ini, jangan malu untuk mengkonsultasikannya pada dokter kandungan Anda.

Sebelum Kehamilan Berusia 3 Bulan, Jangan Diceritakan kepada Siapapun

Mitos kehamilan tersebut dilandasi oleh alasan bahwa dalam rentang waktu tiga bulan pertama usia kehamilan, kemungkinan untuk terjadi keguguran masih cukup besar. Namun di era modern dimana pengetahuan dan teknologi di bidang kesehatan sudah semakin maju, hal yang sebaiknya dilakukan justru sebaliknya, segera kabarkan berita gembira ini kepada keluarga, sahabat, tetangga, maupun rekan kerja. Tidak ada yang perlu disembunyikan. Dengan terkabarnya berita gembira tersebut memungkinkan orang-orang di sekitar Anda untuk memberikan segala dukungan termasuk moral maupun spiritual demi keselamatan kehamilan Anda.

Ibu Hamil Tidak Boleh Berolahraga



Karena percaya dengan mitos tersebut, maka banyak ibu hamil yang tidak berani melakukan akbvitas olahraga. Mereka khawatir bahwa aktivitas olahraga akan membahayakan keselamatan bayi yang dikandungnya. Baca juga olahraga yang baik pada saat hamil. Padahal sebenarnya olahraga sangat penting bagi para ibu hamil dan bayi yang dikandungnya. Karena aktivitas olahraga akan memperkuat seluruh organ tubuh dan memperlancar peredaran darah, dan hal itu akan sangat membantu tidak hanya bagi ibu dan janin selama kehamilan berlangsung, melainkan juga pada saat persalinan dan pasca persalinan. Oleh karena itu, sebaiknya jangan mudah percaya begitu saja terhadap mitos mitos kehamilan yang beredar di masyarakat tanpa mencari pandangan lain yang lebih masuk akal dan bisa dipertanggungjawabkan.

479 kali dilihat, 3 kali dilihat hari ini


Pencarian Terkait :

  • macam macam bentuk perut ibu hamil
  • bentuk perut ibu hamil
  • emang iya dukun bayi bisa tau jenis kelamin anak kita
  • makanan untuk ibu hamil 3 bulan pertama
  • miring keliru atau kelainan hubungan intim untuk anak cewek
  • mitos dukun beranak tentang jenis kelamin bayi
  • mitos ibu hamil
  • Mitos tanda hamil secara fisik menurut jaman dahulu
  • mitos yang berkembang dan sering dilakukan oleh ibu hamil
  • posisi tidur menentukan jenis kelamin

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!