Berbagai Jenis Gangguan Pada Janin

jenis jenis gangguan pada ibu hamil

Setiap ibu hamil menyimpan kekhawatiran tentang janinnya.

Secara umum ada tiga penyebab terjadinya gangguan tumbuh kembang janin, yaitu;

  1. Pengaruh bahan-bahan berbahaya dari lingkungan di luar tubuh ibu selama periode awal perkembangan janin.
  2. Bawaan abnormalitas dari genetik bunda dan/atau ayah.
  3. Abrasi -hilangnya salah satu kromosom pembawa sifat- pada salah satu garnet, atau pada pembelahan pertama.

berbagai jenis gangguan pada ibu hamil

Berbagai Jenis Gangguan Pada Janin

Sindroma Down

Sindroma Down, merupakan kelainan fisik janin dengan ciri khas retardasi mental, kelainan jantung bawaan, otot-otot melemah (hypotonia), leukemia, gangguan penglihatan dan pendengaran. Terjadi akibat adanya kelebihan jumlah kromosom pada kromosom nomor 21. Jumlah kromosom nomor 21 seharusnya 2, pada kasus down syndrome adalah 3.

Sindroma Edward

Sindroma Edward. Mirip dengan sindroma Down, yaitu gangguan yang menyebabkan retardasi mental, gangguan pertumbuhan, ukuran kepala dan pinggul kecil, gangguan pada celah bibir atau celah langit-langit, dan kelainan tangan/kaki. Terjadi akibat kelebihan jumlah kromosom nomor 18, hingga 3 buah.

Sindroma Patau

 

Sindroma Patau. Juga merupakan gangguan kelainan kromosom mirip sindroma Down dan sindroma Edward. Ciri-cirinya: bibir sumbing, gangguan perkembangan otak, jantung, ginjal, tangan, dan kaki. Bila gejalanya sangat berat, kemungkinan besar janin meninggal beberapa saat setelah dilahirkan. Terjadi akibat kelainan kromosom nomor 13, yaitu memiliki 3 untai kromosom.

Walaupun sejumiah kecemasan ternyata tidak terbukti, lakukan pemeriksaan diagnosa pra-lahir jika
Anda memiliki faktor risiko, salah satunya hamil pertama kali di usia lebih dari 35 tahun.

Talasemia

Talasemia. Salah satu gangguan jenis anemia hemolitik (kekurangan darah akibat penghancuran sel darah merah yang disebabkan reaksi auto imun) yang disebabkan faktor keturunan. Tubuh janin mengalami kekurangan salah satu zat pembentuk hemoglobin (Hb) sehingga saat dilahirkan mengalami anemia berat dan harus menjalani transfusi darah seumur hidupnya.



Teratoma.

Teratoma. Saat pembelahan, terjadi pembelahan awal jaringan tri germinal (jaringan awal sel), yang akhirnya tumbuh bersama embrio sehat di dalam indung telur, tubuh janin, atau tulang bokong. Jaringan itu lepas dari kontrol pembentukan embrio. Jika dikeluarkan, jaringan atau tumor itu dapat berisi bagian tubuh seperti rambut, gigi, lemak, dan organ tak sempurna, sehingga disebut fetus in fetu.

Fenilketinoria.

Fenilketinoria. Gangguan metabolisme salah satu jenis asam amino pembentuk protein, yaitu fenilalanin. Gangguan ini menyebabkan hambatan atau radiasi mental. Bila terdeteksi sejak dini, dapat diminimalkan dengan pemberian asupan fenilalanin yang banyak terdapat di keju, susu, telur, ikan, daging, atau suplemen.

Hipotiroid Kongenital.

Hipotiroid Kongenital. Gangguan pertumbuhan struktur bayi, berupa gangguan pertumbuhan tulang, yang timbul sejak konsepsi sel telur. Dapat menyebabkan keguguran, janin lahir meninggal, atau kematian segera setelah lahir. Terjadi akibat tubuh tidak mampu atau hanya sedikit memroduksi hormon tiroid. Mengingat hormon tiroid adalah hormon petumbuhan, maka kekurangan hormon ini mengganggu pertumbuhan fisik dan mental, seperti bayi mini atau cebol (cretinism). Pencegahan dapat dilakukan dengan memberi suplemen tiroid sejak dini.

Fokomelia.

Fokomelia. Gangguan pertumbuhan tubuh janin, biasanya lengan, disebabkan Thalidomide (sejenis obat). Sebanyak 10% ibu hamil yang mengonsumsi Thalidomide pada periode rawan kehamilan (trimester pertama) akan melahirkan bayi yang cacat anggota tubuhnya.

Selosomi.

Selosomi. Gangguan proses menutupnya dinding perut janin, akibatnya organ-organ visceral (usus, hati, dan organ cerna) berada di luar tubuh janin.

Kraniorakiskisis



Kraniorakiskisis. Kegagalan bumbung neural (bakal otak) menutup sempurna, akibatnya sebagian atau seluruh otak dan calvaria (bagian utama dari tengkorak yang bentuknya mirip kubah) tidak terbentuk, janin tidak memiliki rongga kepala dan tidak memiliki lengkung tulang belakang.

23 kali dilihat, 4 kali dilihat hari ini


Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!