Bahayakah Mengkonsumsi Paracetamol Untuk Ibu Hamil?

paracetamol

Dosis Tepat Paracetamol Untuk Ibu Hamil

Kehamilan menjadi masa-masa paling membahagiakan bagi para wanita. Mendapati diri mereka tengah mengandung seorang anak tak ayal membuat beberapa wanita ekstra hati-hati. Selama masa kehamilan, tak hanya perubahan fisik yang dialami, namun perubahan hormonal pula. Kondisi tubuh yang rentan menurun dan mengakibatkan mereka jatuh sakit. Sayangnya selama masa kehamilan paracetamol untuk ibu hamil bukanlah pilihan yang paling tepat.

Mengkonsumsi obat sembarangan dapat berdampak buruk bagi buah hati. Baca juga berbagai jenis antibiotik yang aman untuk ibu hamil. Paracetamol sendiri termasuk obat kategori B, dimana konsumsinya harus dibawah pengawasan dokter. Walaupun paracetamol untuk ibu hamil tidak dilarang keras untuk dikonsumsi. Hanya saja para ibu hamil harus tahu dosis yang tepat sebelum benar-benar mengkonsumsinya. Oleh karena itu, berkonsultasi pada dokter adalah pilihan paling tepat untuk para ibu hamil.

paracetamol untuk ibu hamil

Secara medis, paracetamol seringkali digunakan untuk menurunkan suhu tubuh yang meningkat serta menghilangkan rasa nyeri. Dosisnya pun tak lebih dari 500 mg untuk sekali konsumsi dengan rentang waktu 4 – 6 jam. Konsumsinya pun dianjurkan tatkala panas tubuh disertai nyeri yang tak tertahankan. Jika ibu hamil masih merasa mampu melakukan aktivitas, paracetamol untuk ibu hamil sebaiknya sangat dihindari. Dengan memperbanyak gerakan atau olah raga untuk ibu hamil yang mengeluarkan keringat, diharapkan panasnya pun akan turun.

Bagi Bunda yang baru saja mengalami kehamilan, tak perlu terlalu khawatir dengan demam disertai nyeri. Kondisi ini memang lumrah dialami tanpa perlu  paracetamol untuk ibu hamil. Dalam banyak kasus, demam pada trimester awal menjadi salah satu adaptasi tubuh akan perubahan yang terjadi. Memasuki bulan berikutnya, biasanya sistem imunitas tubuh pun akan kian meningkat. Sehingga ibu akan lebih kebal dengan serangan virus penyebab demam.

Selain paracetamol untuk ibu hamil, Bunda pun harus berhati-hati dalam memilih obat. Semua jenis obat yang mengandung paracetamol sebaiknya dihindari sementara waktu. Bila dirasa tidak terlalu perlu, sudah seharusnya tidak dikonsumsi dan mencari alternatif lainnya. Terutama dengan memperbanyak istirahat serta mengkonsumsi air putih yang cukup. Mengkonsumsi buah-buahan serta sayur-sayuran pun sangat dianjurkan daripada makanan cepat saji.

Dampak Buruk Paracetamol Untuk Ibu Hamil

Hasil penelitian menunjukkan bahwa mengkonsumsi paracetamol secara bebas dapat memberi dampak buruk pada kesehatan ibu dan janin. Paracetamol untuk ibu hamil diketahui berdampak panjang pada kesehatan bayi setelah lahir. Banyak bayi terlahir dengan riwayat penyakit asma ataupun gangguan pernapasan lain. Hal ini dikarenakan adanya alergi selama masa kehamilan yang diakibatkan oleh paracetamol sendiri. Tentu saja para ibu harus lebih berhati-hati agar tak benar-benar memberikan dampak tersebut.

dampak buruk paracetamol bagi ibu hamil

Tak hanya asma sebenarnya, ibu pun harus mewaspadai ADHD yang menyerang anak. ADHD adalah Attention Deficit Hyperactive Disorder, dimana seorang anak terlalu aktif. Untuk kasus terakhir ini, memang dibutuhkan penelitian lebih lanjut yang dapat benar-benar menunjang. Meskipun demikian, para ibu tentu tak boleh lalai memastikan kondisi buah hatinya tetap sehat selama di dalam kandungan. Ibu tetap harus berkonsultasi secara rutin pada dokter guna menghindari hal-hal yang tak diinginkan saat mengkonsumsi paracetamol untuk ibu hamil.

Walaupun paracetamol untuk ibu hamil masih banyak dijual bebas dan terkesan bukan obat keras untuk ibu hamil, Bunda pun harus bersikap bijak. Memilih obat yang mengandung paracetamol pun harus dalam dosis yang tepat, artinya tidak terlalu berlebihan. Selama dosisnya pas, mungkin dampak terburuk masih bisa diminimalisir pada ibu dan janin. Tetapi sebisa mungkin tetap konsultasikan pemilihan obat dengan dokter spesialis kandungan Anda.



Pengganti Paracetamol Untuk Ibu Hamil

Mengatasi demam dan nyeri tak selamanya harus mengkonsumsi obat-obatan. Ibu hamil misalnya, bisa memilih cara paling alami dan aman untuk sehat kembali. Beberapa cara yang dapat menggantikan fungsi paracetamol untuk ibu hamil adalah.

1. Cukupi Kebutuhan Cairan

kebutuhan air putih ibu hamil

Suhu tubuh meningkat seringkali dipicu oleh dehidrasi akibat kekurangan cairan. Guna menyiasatinya, Bunda bisa rajin mengkonsumsi air putih dalam jumlah yang cukup. Dalam kondisi normal, manusia membutuhkan sekitar 1,5 – 2 liter per hari. Selama masa kehamilan, jumlah tersebut tentu bertambah agar tak tergantung pada paracetamol untuk ibu hamil. Dengan memenuhi asupan cairan, Bunda berarti menjaga sistem metabolisme di dalam tubuh tetap normal.

2. Penuhi Kebutuhan Gizi Seimbang

Nutrisi Ibu Hamil

Ingat, ibu hamil tak hanya memenuhi kebutuhan gizi dirinya sendiri, tetapi ada janin di dalam kandungan. Ibu harus mulai lebih peduli dengan makanan yang dikonsumsi, termasuk menghindari makanan cepat saji. Mengolah sendiri makanan sehari-hari dengan kandungan gizi seimbang akan turut menyehatkan tubuh. Bunda pun tak harus memilih paracetamol untuk ibu hamil terlalu sering, sebab semua sistem serta jaringan tubuh akan tetap terjaga. Baca juga nutrisi seimbang ibu hamil.

Perbanyak mengkonsumsi sayur dan buah-buahan yang kaya akan serat. Ini untuk mencegah terjadinya sembelit atau susah buang air besar selama hamil. Serat pun berperan aktif menjaga sistem metabolisme serta pencernaan di dalam tubuh. Layaknya paracetamol untuk ibu hamil, sistem tubuh yang sehat akan membuat Anda lebih aktif beraktivitas. Di samping itu, tentunya membantu asupan makanan dari tubuh ibu ke janin di dalam kandungan.

3. Hindari keluar rumah

Saat Anda demam, jangan buru-buru mengkonsumsi paracetamol untuk ibu hamil. Tetapi istirahatkan tubuh sebanyak mungkin dan kurangi intensitas keluar rumah. Sinar matahari yang terik hanya akan memperparah suhu tubuh meningkat tajam. Oleh sebab itu, jangan terlalu sering keluar rumah tanpa kepentingan yang mendesak. Sebisa mungkin lakukan semua aktivitas dari rumah dan masih dalam pengawasan orang-orang terdekat Bunda.

4. Duduklah Saat Pusing

Jika Bunda benar-benar tak tahan saat pusing melanda, segeralah duduk. Jangan berdiri terlalu lama ataupun melanjutkan aktivitas yang sebelumnya. Pasalnya pusing menjadi pertanda atau alarm awal bahwa tubuh Bunda tengah kelelahan. Duduklah dan minum segelas air putih sembari memijat bagian kepala yang sakit. Menggunakan minyak gosok sebagai pengganti paracetamol untuk ibu hamil tentu jauh lebih baik daripada obat-obatan warung kebanyakan.

5. Kelola Stres Bunda

HINDARI STRESS SAAT HAMIL

Wanita hamil pun riskan mengalami stres tanpa disadari. Bahkan wanita hamil jauh lebih mudah stres daripada wanita lainnya, di luar masa menstruasi. Bunda harus sadar betul akan hal itu dan mulai mengelola stres dengan benar. Salah satunya dengan meminta orang terdekat mendukung Bunda selama masa kehamilan. Mintalah mereka mengurangi intensitas perdebatan yang bisa memicu stres pada Bunda. Stres pun diketahui menjadi penyebab pusing serta demam pada ibu hamil. Agar tak berlarut-larut dengan paracetamol untuk ibu hamil, cobalah cara-cara termudah untuk menghilangkan stres.



Cara-cara diatas tentu lebih mudah dilakukan selama masa kehamilan. Tak hanya baik bagi kesehatan ibu dan janin, tentunya Bunda tak harus selalu mengkonsumsi paracetamol untuk ibu hamil. Bunda bisa lebih rileks pula dalam menjalani masa kehamilan serta memastikan bayi bertumbuh kembang dengan baik. Dukungan orang-orang tercinta memang menjadi syarat mutlak semua tahapan kehamilan bisa dilalui dengan membahagiakan.

 

 

134 kali dilihat, 3 kali dilihat hari ini


Pencarian Terkait :

  • bahayakah bayi sering gumoh loc:ID
  • Paracetamol untuk ibu hamil

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!