Bagaimanakah Posisi Menyusui yang Benar Tanpa Harus Lecet?

Cara Menyusui Bayi Yang Benar

Bahagia, itulah hal yang pertama kali dirasakan oleh ibu pasca melahirkan. Melihat buah hati terlahir ke dunia setelah 9 bulan dalam masa kandungan tak pelak mengundang haru tersendiri. Mengingat perjuangan sepanjang kehamilan dan melahirkan tidaklah mudah.

Menjadi ibu baru tentu menuntut Bunda lebih terampil, terutama mengetahui posisi menyusui yang benar. Pada bulan pertama kelahiran, kebutuhan asupan gizi bayi bergantung pada ibu sendiri.

ASI atau air susu ibu menjadi menu wajib yang diterima bayi pada usia 0 – 6 bulan. Selama 6 bulan tersebut, bayi tak dianjurkan mengkonsumsi makanan pendamping apapun. Kandungan gizi pada ASI yang didapat melalui posisi menyusui yang benar sudah dirasa sangat cukup. Pasalnya ASI kaya akan vitamin dan mineral yang diketahui membantu pertumbuhan buah hati. Terutama kolostrum, cairan kekuningan di awal menyusui yang kaya akan membentuk sistem imunitas bayi ke depannya.

Cara Menyusui Ibu Hamil

Banyak jurnal kesehatan menjelaskan kandungan pada ASI tersebut. Setidaknya ada sekitar 400 vitamin dan mineral yang didapat bayi selama posisi menyusui yang benar dilakukan. Seiring pertumbuhan bayi, kandungan tersebut juga akan menyusaikan kebutuhan bayi. Hanya saja ada yang khasiat paling utama didapatkan bayi dan ibu selama proses menyusui. Untuk ibu sendiri, menyusui menjadi program diet paling alami dan efektif menurunkan berat badan pasca kehamilan.

Sedangkan pada bayi, ASI membantu mereka terhindar dari infeksi paru-paru atau pneumonia. Di samping itu, kecerdasan bayi pun akan lebih baik di masa balita. Sudah banyak penelitian yang membuktikan hal tersebut, terutama pada kemampuan bersosialisasi anak sendiri. ASI pun nyatanya akan menghindarkan anak dari infeksi saluran pencernaan dan telinga. Posisi menyusui yang benar memang terkesan sepele, tetapi ternyata mempengaruhi keberhasilan program ASI ekslusif.

 

Posisi Menyusui Yang Benar untuk Bunda

Ibu Hamil Menyusui

Posisi menyusui yang benar seharusnya sudah dipelajari oleh ibu hamil sejak trimester ketiga. Dengan berkonsultasi pada dokter dan mengikuti program iniasiasi menyusui dini, ibu dan ayah akan sama-sama membantu di tahap awal. Setidaknya artikel-artikel tentang kesehatan pun akan kian mengukuhkan keinginan Bunda untuk menuntaskan program ASI ekslusif. Agar tak salah saat masa menyusui, Bunda bisa menerapkan beberapa posisi dibawah ini.

1. Dekatkan Mulut Bayi

Cara Menyusui yg benar

Bayi memberikan alarm tersendiri saat mereka merasa lapar dan ingin menyusui. Bunda bisa melihatnya dari posisi lidah di dalam mulut wanita, dimana lidah akan berada di bawah. Jika lidah bayi masih berada di atas, Bunda bisa merangsangnya dengan mengusap bagian bibir. Setelah itu, mulailah posisi menyusui yang benar dengan bibir bayi mendekat ke arah payudara. Hindari meletakkan wajah bayi ke arah dalam, sebab mampu menutup jalur napas bayi sendiri.

2. Kenali Rasa Nyeri Payudara

Posisi menyusui yang benar ditandai dengan pelekatan lidah pada payudara Bunda. Selama proses pelekatan tersebut tak menimbulkan rasa nyeri yang mengganggu, berarti bayi sudah mendapatkan asupan ASI. Perhatikan pula apakah mereka bisa menelan dengan baik, dengan melihat pergerakan pada tenggorokan bayi. Bunda pun bisa memastikan apakah asupan ASI sudah terpenuhi secara sempurna atau belum dengan merasakan daya kenyot bayi.



3. Intensitas Menyusui

Normalnya bayi menyusui dengan rentang waktu sekitar 5 – 40 menit, tergantung pada produksi ASI ibu sendiri. Selama produksi ASI lancar, biasanya bayi tak membutuhkan waktu terlalu lama untuk menyusui. Pada awal menyusui umumnya bayi dan ibu membutuhkan waktu untuk beradaptasi agar terbentuk bonding yang kuat. Barulah posisi menyusui yang benar dimulai, dengan melihat kemampuan bayi dalam mengenyot puting payudara Bunda.

4. Nyamankan diri Bunda dan bayi

Menyusui saat hamil

Proses menyusui takkan berjalan lancar bila Bunda dan bayi merasa tidak rileks. Bunda merasa tertekan atau menyiksa saat menyusui, bayi akan kian rewel dan enggan menyusu. Oleh karena itu, pastikan posisi menyusui yang benar telah nyaman buat Bunda dan bayi.

Tak sulit sebenarnya mengatur posisi menyusui yang baik, cukup memastikan posisi bayi tidak tertindih badan Bunda. Pastikan pula posisi hidung sejajar dengan payudara, agar bayi membuka mulut untuk menyusu.

Gunakan pula bantal atau penyangga lainnya saat menyusui. Jika tak ada penyangga yang dirasa nyaman untuk bayi, Bunda bisa mengganjalnya dengan tangan. Selalu pastikan posisi kepala bayi lebih tinggi dari bagian tubuh lainnya. Hal ini guna memastikan bayi dapat menelan ASI dengan baik.

Posisi tersebut juga memastikan bayi tidak mengalami tersedak saat menyusui pada Bunda. Bayi kenyang, Bunda pun tentunya senang dan nyaman selama posisi menyusui yang benar dilakukan.

5. Hentikan Menyusui Ketika Terasa Nyeri

Tak perlu ragu menghentikan proses menyusui saat dirasa nyeri pada payudara. Dengan memasukkan kelingking di antara gusi dan payudara, Bunda bisa memperbaiki posisi menyusui yang benar. Lakukan ulang pelekatan lidah pada payudara Bunda sampai didapati kenyamanan. Jika belum juga dirasa nyaman, jangan paksakan untuk menyusui buah hati. Tetap temukan posisi yang dirasa nyaman tanpa memberatkan Bunda ataupun bayi sama sekali.

6. Melekat Secara Asimetris

Menilik beberapa literatur kesehatan, disebutkan posisi menyusui yang benar membentuk posisi asimetris. Dimana tubuh bayi melekat selebar mungkin pada tubuh Bunda, terutama di bagian bawah payudara. Saat lidah bayi melekat pada payudara, tubuh Bunda melekat sedekat mungkin dengan tubuh bayi. Bunda bisa merasakan kehangatan tubuh buah hati sembari membangun hubungan yang kuat. Sentuhan dari kulit ke kulit ini juga diketahui mampu membentuk kepercayaan diri buah hati di masa mendatang.

 

Alat Pendukung Posisi Menyusui yang Benar

Program ASI ekslusif takkan berhasil tanpa dukungan orang-orang sekitar dan alat-alat yang mendukung. Selama masa menyusui, sebaiknya Bunda mengenakan bra yang menyanggah payudara dengan baik. Pilihlah bra yang memiliki pengait di bagian depan agar posisi menyusui yang benar lebih mudah dilakukan. Kaitan di bagian depan tentu meringkas waktu untuk persiapan menyusui, juga lebih praktis saat Bunda harus bepergian keluar rumah dengan bayi.

breast pad ibu hamil

Demi mencegah terjadinya kebocoran, Bunda dapat menambahkan pad pada bagian dalam bra. Pad tersebut akan menjaga payudara pada posisi sebenarnya tanpa kendur. Breast pad tak sulit ditemukan, sebab sudah banyak brand yang mengeluarkannya. Pilihlah yang dirasa tidak terlalu mahal tetapi efektif mencegah kebocoran ASI. Pasalnya posisi menyusui yang benar akan terbantu dengan bentuk payudara yang tetap baik dan tak mengundang terjadinya pembengkakan area tersebut.



Bila Bunda berencana memerah ASI, sebaiknya persiapkan pula alat pumping. Ada 2 jenis pumping yang dikenal oleh masyarakat, yakni manual dan otomatis. Keduanya tetap efektif memerah ASI untuk disimpan menjadi ASIP, tetapi kembali lagi pada Bunda. Perlu diingat produksi ASI tidak tergantung pada alat yang digunakan, namun konsistensi Bunda dalam memerah. Semakin sering Bunda memerah ASI, semakin banyak pula ASI yang diproduksi. Hal ini dikarenakan payudara yang kosong merangsang hormon di dalam tubuh untuk memproduksinya kembali setelah posisi menyusui yang benar dengan bayi.

 

 

14 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini


Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!