morning sickness ekstrim atau hyperemesis gravidarum

Apakah itu Morning Sickness dan Hyperemesis Gravidarum?


Hyperemesis Gravidarum, waduh penyakit apa lagi ini? Hyperemesis gravidarum (HG) adalah nama lain dari “morning sickness” namun bukan sekadar morning sickness biasa melainkan yang sangat parah. Berasal dari bahasa yunani hyper dan emesis serta bahasa Latin gravida yang berarti “muntah-muntah” yang sangat parah pada wanita hamil.

Morning Sickness saat Hamil

Ciri yang menonjol penderita mengalami mual muntah yang sangat parah, berat badan turun dan gangguan elektrolit. Pada kasus yang tidak terlalu parah diobati dengan cara mengubah pola makan, beristirahat dan minum obat antasid. Pada morning sickness, gejala biasanya berlangsung di trimester pertama saja. Namun untuk HG (Hyperemesis Gravidarum), ia akan menyerang lebih dari 14 minggu bahkan sampai bayi lahir. HG (Hyperemesis Gravidarum) biasanya mulai terasa pada usia kehamilan antara 4-6 minggu dan akan berada pada masa yang paling parah di sekitar minggu ke-9 sampai 13.

Banyak kasus yang parah lebih sering mengharuskan ibu dirawat di rumah sakit untuk memperoleh tambahan cairan dan nutrisi melalui infus.



Mengapa bisa terjadi Hyperemesis Gravidarum?

morning sickness ekstrim atau hyperemesis gravidarum

Tak usah panik dan cemas dulu. Tubuh Bunda tidak sedang menolak janin dalam kandungan sebagaimana yang sering dipikir banyak orang awam. Mayoritas wanita hamil mengalami “morning sickness” –sekitar 70-80%. Sekitar 1% saja yang menderita morning sickness ekstrim atau hyperemesis gravidarum. Berubahnya kadar hormon, meski belum jelas betul. Dugaan lain karena meningkatnya kadar Human Chorionic Gonadotropin (HCG) sebagaimana yang biasa terjadi pada kehamilan bayi kembar atau penderita Gestational trophoblastic disease.
Meningkatnya kadar estrogen dan progesterone membuat produksi air liur meningkat, gerak lambung menurun, respon imun terhadap chorionic villi yang menyusup melalui aliran darah ibu atau respon imun terhadap keberadaan janin. Ada juga yang menyebutkan peranan leptin atau reaksi lain karena penolakan kehamilan yang tak diharapkan.

Hyperemesis gravidarum sulit dicegah, namun Bunda bisa menjalaninya dengan aman manakala ditangani dengan tepat.

Apa Sih Bedanya Hyperemesis Gravidarum Dengan Morning Sickness ?

Tanda-tanda morning sickness

  • Mual kadangkala diikuti dengan muntah-muntah.
  • Mual terjadi pada saat hamil usia 12 minggu atau lebih dini.
  • Muntah tidak menyebabkan dehidrasi.
  • Muntah menyebabkan Anda kurang selera terhadap makanan tertentu.

Tanda-tanda hyperemesis gravidarum

  • Mual diikuti muntah yang parah.
  • Mual yang tidak bisa dihentikan.
  • Muntah muntah menyebabkan dehidrasi yang parah dan ketosis.
  • Muntah menyebabkan Bunda tak bisa menerima makanan apapun.

Gejala dan tanda-tanda Hyperemesis Gravidarum

  • Mengalami mual muntah yang sangat parah.
  • Kekurangan nutrisi.
  • Menurun berat badan sampai 5% atau lebih dibandingkan dengan masa sebelum hamil.
  • Cairan urin berkurang.
  • Dehidrasi dan ketosis.
  • Gangguan metabolisme.
  • Sulit melakukan aktivitas sehari-hari.
  • Pencernaan berjalan lamban.
  • Kehilangan nafsu makan.

Mereka yang menderita HG (Hyperemesis Gravidarum) Seringkali kehilangan 20% berat badannya, kehilangan indera penciuman (hyperolfaction) dan produksi air ludahnya bertambah banyak. Dibandingkan dengan morning sickness, penderita HG  (Hyperemesis Gravidarum) juga dialami pada awal kehamilan yang berlanjut sampai mendekati trimester kedua bahkan ada juga yang berlanjut sampai menjelang akhir trimester ketiga sampai bayi akan dilahirkan.

Apa Saja yang Dilakukan Untuk Mengatasi Hyperemesis Gravidarum?

Dalam beberapa kasus Hyperemesis Gravidarum yang amat parah memang diperlukan perawatan di rumah sakit.

Perawatan di rumah sakit antara lain :

  • Infus untuk mengatasi dehidrasi memberi supan : elektrolit, vitamin dan nutrisi.
  • Makanan melalui selang : masuk lewat hidung langsung ke dalam lambung atau memasukkan nutrisi langsung ke lambung melalui selang dengan tindakan prosedur bedah.
  • Memberi obat antara lain dengan : metoclopramide, antihistamin dan antireflux.

Tindakan lain yang harus dilakukan pada penderita :

  • Bedrest yaitu total beristirahat di tempat tidur.
  • Dilakukan akupresure yaitu dengan menekan titik tertentu dalam tubuh yang berhubungan dengan lokasi titik yang mengurangi mual. Lokasinya di seputar pergelangan tangan atau di antara dua tendon.
  • Hipnoterapi.

Komplikasi yang mengancam ibu :

  • HG bisa menyebabkan keguguran, depresi dan konstipasi.
  • Malnutrisi, hypoglycemia, jaundice (kuning pucat).

Komplikasi yang mengancam janin :


Jika ibu hamil terlalu lama menderita HG sepanjang kehamilannya akan menyebabkan bayi kelak menderita diabetes atau penyakit jantung atau berkaitan dengan syarafnya setelah dilahirkan.

 

Tinggalkan komentar

%d blogger menyukai ini: