Alergi Pada Ibu Hamil

Alergi pada Ibu Hamil


ALERGI pada ibu hamil yang terjadi pada masa kehamilan dapat menurun pada si bayi. Alergi pada masa kehamilan biasanya diawali dengan gejala ibu tubuh menjadi lebih sensitif terhadap makanan tertentu atau jenis alergi lainnya. Penyebab alergi ibu hamil dipengaruhi oleh meningkatnya hormon progesteron dan menurunnya sistem immmunitas tubuh. Menurunnya daya tahan tubuh ibu hamil ini, menyebabkan ibu hamil mudah terkena alergi, ataupun menurunya kondisi kesehatannya.

Alergi Pada Ibu Hamil
Alergi pada Ibu Hamil

Hal yang perlu bunda ketahui tentang alergi pada ibu hamil adalah mengetahui apa yang menjadi pemicu/ penyebab alergi (Alergen), setelah mengetahui penyebabnya, maka diharapkan bunda bisa meminimalisir gangguan alergi pada ibu hamil.



Penyebab alergi atau Alergen dapat masuk kedalam tubuh melalui makanan, sistem pernapasan (seperti debu kasur, bantal, karepet, dll), atau melalui kulit (misalnya kosmetik). Masuknya alergen tersebut akan langsung merangsang reaksi yang menyimpang dari tubuh. Bila penyebab alergi telah diketahui, misalnya udang, kepiting, atau kacang-kacangan, maka hindari makanan tersebut. Bila penyebabnya belum diketahui secara pasti, sebaiknya amati terlebih dahulu apakah karena faktor debu, cuaca, atau yang lainnya. Alergi pada ibu hamil tidak akan timbul jika tidak dipicu oleh pencetus alergi, sebaiknya lakukan tindakan pencegahan untuk mencegah timbulnya alergi. Pola hidup sehat menjadi langkah terbaik untuk mengatasi alergi pada ibu hamil.

Alergi Pada Ibu Hamil

Gejala Alergi Ibu Hamil

Berikut beberapa gejala alergi yang mungkin timbul adalah pada ibu hamil :

  • Terganggunya sistem pencernaan yang dapat menimbulkan nyeri diperut, diare, sulit buang air besar, kembung, dan sering buang gas. Baca juga ambeien/ wasir pada ibu hamil. dan waspada anemia ibu hamil.
  • Terganggunya sistem pernapasan seperti timbulnya batuk, pilek, hidung tersumbat, sakit telinga, sampai suara serak.
  • Terganggunya fungsi mata yang terlihat secara langsung seperti mata gatal, merah, berair dan belekan, terdapat warna kehitaman dibawah mata, dan bintitan.
  • Terganggunya kesehatan kulit ditandai dengan kulit gatal, kulit memerah disetai bintik-bintik, kulit menebal, hingga bibir menjadi bengkak.

Alergi saat Hamil

Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk meminimalis alergi pada ibu hamil, antara lain:

  • Konsultasi dokter. Apabila reaksi alergi tidak hilang, maka sebaiknya bunda segera berkonsultasi dengan dokter kandungan atau dokter spesialis alergi untuk mengetahui penanganan yang tepat dan tidak menimbulkan efek yang berbahaya pada si janin.
  • Jaga Kebersihan. Kebersihan diri dan lingkungan juga harus diperhatikan. misalnya menjaga kebersihan badan, kebersihan lingkungan, seperti membersihkan tempat dimana sering terdapat tumpukan debu baik dikamar, lemari, gudang dan sebagainya. Perhatikan juga ventilasi rumah.
  • Hindari Stress. Stress dapat melemahkan imun tubuh dan meningkatkan histamin atau zat pemicu yang dapat memperparah alergi. Oleh sebab itu, stress harus dihindari.
  • Olah Raga. Stamina tubuh merupakan faktor penting yang harus dijaga selama kehamilan ibu. Olah raga ringan, seperti jalan santai dipagi hari sangat dianjurkan. Pemilihan olahraga ringan seperti berenang dapat dilakukan untuk penderita alergi, terutama dengan gejala asma.

Waspadai juga pantangan ibu hamil, karena bisa saja terjadinya alergi dapat memicu timbulnya stress yang dapat mengganggu kehamilan. Disarankan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter kandungan Anda untuk mengetahui perkembangannya.

 

Tips Ibu Hamil Tags:

  • alergi pada ibu hamil
  • alergi saat hamil
  • alergi saat hamil muda
  • alergi ibu hamil
  • ibu hamil alergi
  • alergi udang saat hamil tua
  • alergi pada ibu hamil apa akan membahayakan janin ?
  • alergi udang pada ibu
  • pertama hamil apa ada alergi
  • Apa pengaruh bayi kalau ibu hamil alergi udang

Tinggalkan komentar

%d blogger menyukai ini: