Posisi Tidur Ibu Hamil yang Baik Sesuai Usia Kandungan

Posisi tidur ibu hamil yang benar menjadi salah satu pertanyaan yang paling sering diajukan oleh para ibu hamil alias bumil. Mitos menyatakan bahwa posisi tidur yang salah bisa mencelakakan baik si janin maupun ibu hamilnya. Nyatanya tidak sedang hamil pun ketika kita tidur dengan posisi yang salah maka saat terbangun pasti ada rasa tidak nyaman dan tubuh menjadi kurang segar.

Salah posisi tidur bisa menyebabkan aliran darah kurang lancar sehingga menyebabkan kram. Selain itu bila tidur dalam posisi yang sama selama berjam-jam bisa menyebabkan sebelah sisi tubuh terasa pegal karena menanggung beban berat terlalu lama. Lalu apakah akibatnya posisi tidur yang salah ketika sedang hamil? Bagaimana posisi tidur ibu hamil yang benar?

 

Akibat posisi tidur ibu hamil yang tidak tepat

Posisi Tidur Ibu Hamil yang tepatMungkin masih ada beberapa di antara Bunda yang berpikir tidur dengan posisi terlentang adalah posisi terbaik untuk tidur terutama selama masa kehamilan. Ternyata tidur dengan posisi terlentang dan miring ke kanan termasuk dalam posisi tidur ibu hamil yang tidak disarankan.

Hal ini berhubungan dengan aliran darah yang dipompa kembali ke jantung akan mengalami hambatan apabila ibu hamil tidur dengan posisi terlentang atau miring ke kanan. Apabila aliran darah tidak lancar, maka baik ibu hamil dan janin sama-sama tidak mendapatkan asupan oksigen yang cukup dan dapat membahayakan terutama kelangsungan si janin.

Menurut penelitian hasil wawancara terhadap 450 ibu hamil, di mana 155 di antaranya pernah mengalami stillbirth (keguguran di usia kandungan di atas 20 minggu) disimpulkan bahwa tidur dengan posisi selain miring ke kiri menimbulkan resiko ibu hamil mengalami stillbirth sebanyak 3,93 dari 1000 kelahiran.

Angka ini lebih kecil jika dibandingkan dengan ibu hamil yang rajin tidur dengan posisi tidur miring sebelah kiri yang beresiko mengalami stillbirth sebesar 1,96 per 1000 kelahiran. Resiko stillbirth pada ibu hamil yang tidur dengan posisi yang tidak disarankan dinyatakan akan meningkat 2 kali lipat setelah memasuk usia kandungan trisemester ke-3 atau sudah berusia lebih dari 29 minggu.

Selain dari posisi tidur yang kurang baik, ada beberapa hal mengenai kebiasaan tidur malam hari yang juga bisa meningkatkan resiko terjadinya stillbirth pada usia kandungan di atas 20 minggu. Penyebab lainnya antara lain adalah:

  1. Jarang buang air kecil di malam hari
  2. Terlalu banyak tidur siang
  3. Tidur mendengkur atau mengalami gangguan pernapasan lainnya

Meski begitu, hubungan antara posisi tidur ibu hamil dan kebiasaan tidur dengan resiko terjadinya keguguran masih harus diteliti lebih jauh lagi. Disarankan bagi ibu hamil untuk lebih sering tidur dengan posisi miring ke kiri setelah memasuki usia kehamilan di atas 20 minggu dan mendekati waktu persalinan agar janin mendapatkan asupan oksigen yang cukup dan persalinan bisa dilakukan dengan lancar.

Tidur dengan posisi selain miring ke kiri memang bisa meningkatkan resiko terjadinya stillbirth, namun kemungkinannya termasuk kecil. Ada hal-hal lain yang bisa menyebabkan ibu hamil mengalami stillbirth, beberapa di antaranya adalah:

  1. Infeksi bakteri akibat kebersihan yang kurang terjaga
  2. Gangguan pertumbuhan janin
  3. Gangguan fungsi hati dan empedu
  4. Kencing manis atau diabetes gestasional (diabetes yang khusus dialami oleh ibu hamil)
  5. Tekanan darah tinggi
  6. Mengkonsumsi alkohol, merokok, dan/atau obat-obatan tertentu selama masa kehamilan
  7. Usia kehamilan sudah lebih dari 42 minggu

Oleh karena itu selain menjaga posisi tidur dan memperbaiki kebiasaan tidur yang kurang baik, untuk menurunkan resiko ibu hamil mengalami stillbirth, juga harus menjaga kesehatan dengan tidak mengkonsumsi zat-zat racun seperti alkohol dan merokok, serta menjaga asupan gizi seimbang.

Posisi Tidur Ibu Hamil yang Baik dan Benar

Pada saat usia kehamilan masih muda yaitu pada masa trisemester pertama, ibu hamil cenderung masih nyaman dengan posisi tidur apapun karena perutnya yang masih kecil. Ketika memasuki usia kehamilan trisemester kedua di mana perut sudah mulai membesar, ibu hamil mulai memperhatikan posisi tidurnya karena takut akan memberikan rasa tidak nyaman pada bayi. Sebelumnya telah disebutkan bahwa tidur dengan posisi miring ke kiri lebih baik dan bisa menurunkan resiko mengalami keguguran di usia kandungan di atas 20 minggu. Tetapi resiko ini terbilang cukup kecil dan masih dipengaruhi oleh beberapa faktor lainnya seperti kondisi kesehatan ibu hamil sendiri. Berikut adalah posisi tidur ibu hamil yang disarankan demi kenyamanan ibu hamil dan janinnya:

  1. Posisi tengkurap

posisi-tidur-ibu-hamil-tengkurapTidur dengan posisi tengkurap mungkin dirasa tidak benar untuk ibu hamil karena logikanya janin akan tertekan oleh perut pada posisi ini. Namun sebenarnya tidur dengan posisi tengkurap terbilang aman-aman saja terutama bagi usia kandungan yang masih muda yaitu trisemester pertama. Memasuki trisemester kedua posisi ini memang kurang nyaman bagi ibu hamil karena perut dan payudara yang membesar sehingga harus ditopang oleh banyak bantal.

  1. Posisi terlentang

posisi-tidur-ibu-hamil-terlentangTidur dengan posisi terlentang akan memberikan beban yang lebih kepada tulang punggung. Karena itulah bagi usia kandungan yang sudah memasuki trisemester kedua, tidur dengan posisi terlentang akan terasa pegal-pegal di pagi harinya. Tidur dengan posisi terlentang boleh saja dilakukan oleh ibu hamil asal sesekali berganti posisi. Tidur dengan posisi ini juga tidak disarankan kepada ibu hamil yang memiliki tekanan darah tinggi karena berpengaruh terhadap tekanan darah dan bisa menyebabkan sakit kepala.

  1. Posisi miring

Posisi tidur ibu hamil dengan cara miring baik ke kanan atau ke kiri adalah posisi yang dianggap paling nyaman terutama bagi yang perutnya sudah besar. Jika ibu hamil lebih suka dengan posisi tidur yang miring, sebaiknya bergantian antara miring ke kanan dan miring ke kiri. Posisi tidur miring ke kiri bisa membebaskan pembuluh vena yang terletak di sebelah kanan dari tekanan sehingga aliran darah ke plasenta bayi lebih baik. Namun semalaman berada di posisi miring kiri juga tidak baik karena bisa menyebabkan pegal dan di sebelah tubuh kiri. Poisi Tidur Ibu Hamil Miring

Yang paling penting dalam posisi tidur ibu hamil ada rasa kenyamanan sehingga bisa tidur dengan pulas. Kualitas tidur yang baik sangat berpengaruh terhadap kesehatan sehingga ibu hamil bisa bebas memilih posisi tidur yang dianggapnya paling nyaman. Kesimpulannya adalah ibu hamil dengan usia kandungan 1 hingga 3 bulan cenderung nyaman dengan berbagai posisi tidur baik terlentang, miring, bahkan tengkurap karena janin yang masih kecil. Sedangkan memasuki trisemester kedua hingga mendekati HPL posisi yang disarankan adalah miring ke kiri untuk menjaga agar aliran darah tetap lancar. Posisi miring ke kiri juga merupakan saran posisi tidur dari Rasulullah Muhammad SAW dan sudah terbukti secara klinis bahwa tidur dengan posisi ini lebih sehat. Demikian adalah uraian mengenai posisi tidur ibu hamil.

 

Tips Ibu Hamil Tags:

  • usiA kandungan

Related Posts

No comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

%d bloggers like this: