Perubahan – Perubahan yang Terjadi pada Saat Kehamilan

perubahan-pada-ibu-hamilPerubahan Fisik

  1. Perubahan Pada Perut
    Tanda -tanda kehamilan yang paling dapat dilihat secara langsung adalah membesarnya perut, yang disebabkan oleh membesarnya rahim. Kapan biasanya perut bunda membesar saat hamil? Jawabanya pun tentu bervariasi, Bisa saja pada usia kehamilan 3 bulan perut bunda sudah mulai membesar, bisa juga pada ibu hamil lain baru membesar pada saat usia kehamilan memasuki bulan ke-5. Jadi jangan khawatir atau menganggap ukuran perut ibu kurang normal, atau besar.
  2. Perubahan Pada Rambut
    Saat hamil, rambut ibu mungkin terlihat tebal dibandingkan dengan sebelum hamil. Hal ini disebabkan oleh hormon estrogen dan metabolisme tubuh yang berjalan lebih cepat saat hamil. Pada beberapa orang keadaan ini akan berakhir 6 bulan setelah melahirkan. Namun ada juga yang tetap memiliki rambut tebal seperti saat hamil walaupun sudah melahirkan.
  3. Perubahan Pada Kulit 
    • Spider Nevi. Saat hamil, mungkin akan ditemukan tanda seperti kemerah-merahan dibagian-bagian tubuh ibu. Misalnya pada bagian dada, lengan, leher dan wajah, terutama jika ibu memiliki warna kulit yang cerah. Inilah yang disebut Spider Nevi, suatu kondisi dimana terjadi pelebaran pembuluh darah kecil pada kulit. Spider Nevi disebabkan oleh tingginya kadar estrogen yang menyebabkan pertumbuhan pembuluh darah. Spider Nevi tidak berbahaya dan biasanya akan memudar setelah melahirkan.
    • Kulit Lebih Berminyak/ Kering
    • Stretch Mark. Membesarnya perut dapat menimbulkan terjadinya peregangan padakulit atau Stretch Mark, khususnya bagi bunda yang memiliki kulit yang kurang elastis. Tanda peregangan yang muncul bisa berwarna keunguan atau berwarna gelap pada awalnya. Tanda ini akan memudar seiring berjalanya waktu, namun tidak akan menghilang sepenuhnya. Penggunaan lotion pun tidak dapat mencegah terjadinya Stretch Mark, walaupun bisa memberikan sensasi yang lebih enak pada kulit.
    • Varises. Varises saat kehamilan bisa terjadi karena faktor keturunan. Selain itu, meningkatnya supplay darah, relaksasi pembuluh darah, dan membesarnya rahim pun dapat menyebabkan terjadinya varises. Sulitnya darah kembali kejantung membuat darah berkumpul pada vena tungkai, menyebabkan terjadinya pembengkakan pembuluh darah yang menyebabkan varises.
  4. Suhu Tubuh
    Suhu tubuh saat hamil mengalami peningkatan karena terjadi peningkatan metabolisme tubuh. Peningkatan suhu tubuh juga disebabkan oleh adanya peningkatan jumlah darah, sehingga membuat kulit ibu terasa hangat. Meningkatnya suhu tubuh akan membuat ibu mengeluarkan lebih banyak keringat, sehingga membuat bunda merasa tidak nyaman. Kenakan pakaian yang dapat menyerap keringat yang membuat ibu merasa nyaman saat dipakai.
  5. Sembelit dan Wasir Pada Ibu Hamil. Wasir merupakan kondisi dimana pembuluh darah balik (vena) pada anus mengalami pembengkakan atau varises. Wasir pada ibu hamil dapat terjadi akibat peningkatan hormon progesteron dan tekanan rahim. Wasir pun dapat terjadi akibat adanya regangan ketika mengejen saat melahirkan. Terjadinya wasir berkaitan dengan adanya sembelit. Oleh karena itu, untuk menanggulanginya, sebaliknya lakukan hal-hal yang dapat membebaskan ibu dari sembelit. Ketika buang air besar, usahakan jangan terlalu lama mengejen.
  6. Kaki Bengkak pada Ibu Hamil. Bunda juga mungkin akan sulit mengenakan sepatu, karena kaki mengalami pembengkakan yang menyebabkan bertambahnya ukuran sepatu. Hal ini disebabkan oleh kesulitan yang dialami jantung untuk memompa darah dari kaki dan badan yang bertambah berat, sehingga menambah volume kaki. perubahan-fisik-ibuhamil

Perubahan Psikologis Pada Ibu Hamil

Selain mengalami perubahan fisik, bunda juga akan mengalami perubahan-perubahan signifikan yang menyangkut kondisi psikologis atau emosional ketika hamil. Perubahan psikologis ini disebabkan oleh adanya perubahan hormonal yang terjadi sejak awal kehamilan hingga akhir kehamilan.

Perubahan emosi biasanya terjadi di awal kehamilan, diantaranya minggu 6 hingga minggu 10. Ibu akan mudah marah, mudah sedih, merasa tidak berdaya sehingga tidak bisa melakukan hal-hal kecil seperti membuat keputusan mengenai hal yang sangat sederhana. Keadaan ini akan berkurang ketika memasuki trimester kedua kehamilan, dimana ibu sudah mulai bisa merasakan gerakan janin didalam perut.

Pada trimester kedua kehamilan kondisi emosional ibu terhitung cukup stabil, karena pada saat ini keluhan yang dirasakan pada awal kehamilan, seperti mual dan mutah, biasanya menghilang atau berkurang.

Pada trimester ketiga kehamilan, bunda akan mulai merasakan lagi ketidakstabilan emosi, terutama yang bersangkutan dengan kecemasan akan berbagai hal. Misalnya, kecemasan akan masa persalinan, kecemasan akan kondisi bayi yang akan dilahirkan, dll. Selain itu, membesarnya perut ibu akan membuat keadaan semakin tidak nyaman, karena ibu menjadi semakin sulit untuk bergerak.

Diperlukan penanganan atau trik yang tepat agar perubahan emosi yang fluktuatif ini tidak menjadikan ibu menjadi tertekan, sehingga dapat merasa nyaman dalam menghadapinya. Dikhawatirkan jika keadaan ini dapat mempengaruhi kondisi ibu dan janin yang dikandung, karena janin selalu dapat merasakan apa yang ibu rasakan. Rasa senang yang ibu rasakan dapat janin rasakan, itulah yang membuat janin dapat nyaman dalam rahim. Keadaan ini bisa membantu pertumbuhanya menjadi lebih baik selama masa kehamilan.

Begitu pula sebaliknya, Stress yang ibu rasakan dapat dirasakan oleh janin. Sehingga, kemungkinan terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan seperti kelahiran prematur dapat terjadi. Disinilah peran sang ayah dibutuhkan, agar dapat membantu ibu untuk merasa lebih nyaman dan tenang menghadapi masa kehamilan.

Related Posts

1 Comment. Leave new

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

%d bloggers like this: